Komoditas

Singkatnya Waktu Panen Beri Keuntungan Bagi Petani Sawi Putih

sawi putih

Tanaman sawi putih biasanya kita jumpai pada jenis masakan tumis ataupun sebagai bahan pelengkap capcai. Ternyata sawi putih hanya membutuhkan waktu 40 – 50 hari untuk bisa dipanen. Lebih singkat dari jenis sayuran lain yang rata-rata membutuhkan waktu 60 hari. Rasanya yang enak serta kaya akan vitamin membuatnya selalu diminati oleh para penikmat sayur-mayur. Sebenarnya ada lagi keistimewaan yang tersembunyi dari komoditas yang satu ini, mari simak pembahasannya berikut ini.

Pembudidayaan Sawi Putih

Budidaya sawi putih sangat baik dilakukan pada daerah dataran tinggi dengan suhu rata-rata 19oC – 21oC. Namun jika lebih dingin, tumbuhan ini tidak akan tumbuh subur. Dilansir dari Radarmalang.id, masa panen dari sawi putih memang terhitung singkat. Untuk sekali panen pada lahan 3.200 m2, hasil yang didapat bisa mencapai 17 ton. Tentu perawatan yang telaten harus tetap dijalankan, seperti penyemprotan tanaman dilakukan 3 hari sekali dan memberinya pupuk seminggu sekali. Hal ini bertujuan agar hasil panen yang didapat maksimal. Dan upaya tersebut akan terbayarkan dengan hasil yang diperoleh.

Kestabilan Harga Jual Menjadi Jaminan

Harga jual yang lebih stabil, yaitu rata-rata Rp 6.000/kg tidak membuat petani khawatir dalam memasarkan komoditas ini. Permintaan dalam negeri yang masih sebanding dengan hasil produksinya membuat kestabilan harga dapat terpenuhi. Belum lagi jika petani bisa menghasilkan sawi putih yang berkualitas tinggi dan lolos uji ekspor, petani akan menuai keuntungan yang lebih besar. Selama ini, Indonesia telah mengekspor komoditas sawi putih ke negara tujuan seperti Taiwan dan Jepang. Menurut data yang didapat dari Detik.com, tahun 2016 Indonesia berhasil mengekspor 40.240 ton tiga jenis sayuran, termasuk di antaranya adalah sawi putih.

Pemerintah Ikut Bantu Genjot Ekspor Komoditas Sayuran

Dengan jumlah ekspor yang telah disebutkan di atas, ternyata peluangnya masih sangat terbuka lebar. Misalnya untuk ekspor ke Arab Saudi saja, Indonesia baru memasok 0,027 persen dan belum mencapai 1 persennya. Sehingga pemerintah terus mendukung petani sawi putih Indonesia untuk menjaga kualitas tanamannya agar sesuai dengan standar ekspor.

 

Untuk melihat proyek budidaya sawi putih di Indonesia yang berkualitas ekspor, Teman CROWDE bisa langsung mengunjungi CROWDE atau download aplikasi CROWDE. Pilihan komoditas ini bisa Teman CROWDE temukan di sana dan langsung tanam modalnya untuk bantu petani meningkatkan keuntungan pada hasil produksinya. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

0 comments on “Singkatnya Waktu Panen Beri Keuntungan Bagi Petani Sawi Putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *