Komoditas

Supaya Tidak Impor, Siap Bantu Tingkatkan Ternak Sapi Potong?

sapi potong

Minimnya informasi tentang cara beternak sapi potong memang masih menjadi masalah. Meski banyak masyarakat di desa yang memelihara sapi, namun banyak dari mereka tidak mengupayakannya sebagai sumber pendapatan. Jadi hanya sekedar untuk memelihara. Sehingga produksi daging sapi di Indonesia masih sangat minim. Total produksinya sepanjang tahun 2018 diperkirakan mencapai 403.668 ton. Sedangkan kebutuhan dalam negeri akan daging sapi mencapai 663.290 ton. Alhasil, Indonesia masih harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tidak akan pernah berkurang. Teman CROWDE yang mau tahu fakta lain mengenai komoditas sapi potong di Indonesia, yuk simak ulasannnya berikut!

Mengubah pola pikir budidaya peternakan sapi potong di Indonesia

Setidaknya setiap tahun Indonesia mengimpor 50 ribu ton daging sapi. Oleh karenanya, untuk meningkatkan produksi daging sapi, pemerintah memberi dukungan kepada peternakan rakyat untuk dapat menjalankan struktur pembibitan dan pengembangbiakan sapi potong. Karena penyedia sapi potong dan daging sapi dalam negeri sebanyak 98%-nya masih berasal dari peternakan rakyat, yang melibatkan 4,2 juta rumah tangga peternak.

Memang untuk menjalankan budidaya peternakan sapi potong akan membutuhkan modal lebih besar, ketimbang pembesaran sapi bakalan. Perkiraannya dapat dihitung dari kapasitas kandang yang misal digunakan untuk pembesaran sapi akan dapat menampung 10 ribu ekor, sedangkan untuk pembibitan hanya mampu menampung 4 ribu ekor sapi indukan. Oleh karenanya, untuk menggeser minat dari penggemukan ke pengembangbiakan sapi potong masih terhitung sulit.

Risiko budidaya dan harga jual produksi dalam negeri

Budidaya ternak sapi cocok untuk iklim Indonesia sehingga risikonya tergolong rendah. Pemilihan bibit secara teliti menjadi kunci utamanya. Bibit harus memiliki tanda telinga, yang berarti sudah terdaftar dan jelas silsilahnya. Pilih yang tidak terganggu pernafasannya, serta kulit dan bulunya bersih dari parasit, dan matanya harus terlihat cerah.

Untuk kondisi kandang, harus terkena sinar matahari secara langsung agar dapat menjaga kelembapan kandang. Yang pasti, kondisi kandung harus selalu bersih dan kering agar penyakit tidak mudah timbul. Dari proses pembibitan hingga usia di atas 2,5 tahun baru sapi boleh melalui proses penggemukan yang akan memakan waktu 3 – 5 bulan. Hasilnya, daging sapi bisa dijual dengan harga Rp 120.000 – Rp 140.000/kg.   

Jangan sampai kurangnya modal menjadi kendala, biar kamu yang bantu atasi

Modal yang dibutuhkan antara lain untuk pembuatan kandang, kira-kira menghabiskan dana sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya, pembelian bibit sapi unggul dengan kisaran harga Rp 6 juta – 8 juta/ekor. Lainnya, untuk biaya operasional menghabiskan sekitar Rp 1 juta/bulan. Namun, keuntungan bersih yang di dapat dalam masa 6 bulan per 1 ekor sapi bisa mencapai Rp 6 juta. Keuntungannya terbilang besar bukan?

Lalu, kenapa tidak bantu peternak sapi potong? Mereka memang sangat membutuhkan bantuan Teman CROWDE. Bukannya nanti yang menikmati daging sapinya kamu juga. Ayo, coba cek langsung di CROWDE ya!

0 comments on “Supaya Tidak Impor, Siap Bantu Tingkatkan Ternak Sapi Potong?

Leave a Reply

Your email address will not be published.