Komoditas

Beras, Komoditas Swasembada Pangan di Indonesia

beras

Adanya taktik pemerintah sejak zaman reformasi mengenai politik pangan membuat penduduk Indonesia sangat bergantung pada beras. komoditas yang Teman CROWDE sering konsumsi ini akhirnya menjadi kebutuhan pangan paling pokok. Bahkan muncul istilah orang Indonesia tidak akan kenyang kalau belum makan nasi. Istilah ini berlaku juga buat kamu tidak?

Jadi kebayangkan kebutuhannya menjadi sangat besar untuk dapat memberi makan seluruh penduduk Indonesia. Sejak terakhir tahun 1984, Indonesia kemudian memenuhi kebutuhan beras dalam negeri dengan cara impor. Begitu besar anggaran yang dikeluarkan pemerintah hanya agar penduduknya bisa kenyang terus. Namun tahun 2016 lalu Indonesia akhirnya berhasil merebut kembali prestasi swasembada beras yang dimilikinya dulu. Apalagi informasi yang perlu Teman CRWODE ketahui mengenai makanan pokok kita yang satu ini, yuk simak ulasannya berikut!

  •         Perjuangan petani beras di Indonesia

Tanaman padi dikenal termasuk tanaman musiman. Sehingga komoditas ini memiliki risiko sedang dalam pembudidayaannya. Bagaimana tidak, pengelolaan lahan harus dilakukan dengan benar karena jika terjadi gagal panen, petani harus menunggu musim tanam di tahun berikutnya. Kesulitan dalam bercocok tanam padi adalah menjaga perairan tanaman tetap stabil, tidak boleh terlalu kering dan jika hujan terlalu sering, sawah harus memiliki saluran drainase yang baik agar tidak ada genangan air yang menyebabkan kelembaban tanah berlebih. Panen padi berlangsung dari bulan Januari hingga puncaknya berada di bulan Maret.

  •         Harga beras di Indonesia, stabil atau tidak?

Beras khusus kualitas premium harganya mulai melonjak di pasaran. Oleh karenanya alasan pemerintah melakukan impor juga agar harganya kembali stabil. Beras kualitas premium yang dijual di BULOG harganya bisa mencapai Rp 11.000/kg. Bahkan jika sudah masuk pasar ritel modern harganya bisa mencapai 12.800/kg. Sedangkan untuk kualitas medium harga jualnya di pasaran berkisar Rp 8.000 – Rp 9.450 per kg.

  •         Akhirnya Indonesia tidak lagi impor beras, yeay!

Dilansir dari Detik.com, bulan Januari tahun ini hasil panen beras yang diperoleh mencapai 2,7 juta ton. Disusul bulan Februari mengahasilkan 5,4 juta ton dan terakhir di bulan Maret adalah hasil panen terbanyak mencapai 7,4 juta ton. Hasil yang didapat menjamin ketersediaan beras dalam negeri sampai akhir tahun 2018 mendatang. Kemudian Februari lalu pemerintah tetap melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand tapi dikhususkan untuk kualitas premium. Sedangkan beras yang bisa diproduksi di Indonesia, yang jumlahnya surplus seluruhnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Jelang bulan Ramadhan kebutuhan akan komoditas semakin meningkat, namun pemerintah telah memberi jaminan akan ketersediaan beras yang memadai serta harga jual yang stabil. Oleh karenanya, ayo bagi Teman CROWDE yang ingin ikut berpartisipasi mempertahankan swasembada beras di Indonesia langsung saja kunjungi CROWDE ya!

0 comments on “Beras, Komoditas Swasembada Pangan di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *