Komoditas

Mengenal Komoditas Bebek Pedaging yang Punya Banyak Penggemar

bebek pedaging

Siapa yang tidak pernah makan bebek goreng atau bebek bakar? Kuliner khas Indonesia ini bisa disejajarkan dengan opor ayam yang sudah melegenda. Biasa disantap bersama sambal dan lalapan membuat penikmatnya seakan ketagihan. Ya, daging bebek yang biasa dikonsumsi berasal dari bebek pedaging yang diternak khusus untuk diambil dagingnya. Memiliki cara pembudidayaan yang sedikit berbeda dari bebek petelur, fokus dari beternak bebek pedaging adalah bagaimana cara untuk menyehatkan serta membesarkan daging dari bebek itu sendiri. Untuk lebih lengkapnya, bisa Teman CROWDE ketahui dari penjabaran berikut ini, simak yuk!

Beternak bebek pedaging itu seperti apa ya?

Budidaya bebek pedaging tergolong memiliki risiko sedang. Kandang yang kotor akan memunculkan penyakit seperti Salmonelosis dan Duck Cholera. Bebek pedaging yang berpenyakit tidak akan laku untuk dijual. Sehingga cara menghindarinya adalah dengan menjaga kebersihan dan sanitasi dari kandang bebek. Selain itu, peternak juga harus memberikan vaksinasi ke semua bebek yang diternaknya.

Untuk mengurangi risiko yang lebih berat lagi, peternak biasanya membeli bibit bebek pedaging yang telah berusia 1 – 7 hari atau biasanya disebut dengan DOD (Day Old Duck). Agar bebek pedaging cepat tumbuh besar dan tahan penyakit, pakan yang diberikan harus berkualitas. Berilah makanan organik, seperti dedak, tepung ikan, batang pepaya, daun mengkudu, dan jenis sayur-sayuran lain. Nanti setelah DOD berumur 1 – 3 minggu, barulah bebek pedaging diberi pakan buatan pabrik. Jangan lupa untuk memperhatikan tanggal kadaluarsanya karena jika sampai termakan akan menyebabkan kelumpuhan.

Bagaimana kondisi pasarnya di Indonesia?

Ternak bebek pedaging akan dipanen setelah berumur 3 – 4 bulan. Untuk harganya dibandrol sesuai bobotnya. Untuk bebek pedaging dengan bobot 1,5 kg harganya mencapai Rp 38.000/ekor dalam kondisi masih hidup. Jika kondisinya sudah bersih harganya bisa mencapai Rp 43.000/ekor dengan bobot yang sama. Sebaiknya menjual bebek pedaging saat berusia masih muda. Dikarenakan dagingnya lebih empuk dan gurih, serta nilai gizi yang terkandung masih sangat tinggi.

Jika Teman CROWDE termasuk penikmatnya, yuk modali peternaknya sekarang!

Setelah Indonesia menutup impor daging bebek tahun lalu dikarenakan wabah flu burung, peternak lokal terus digenjot produksinya agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di lansir dari Bisnis.com, hasil produksi daging bebek di Indonesia meningkat 11% di tahun 2017. Dan ditargetkan akan meningkat menjadi 15% di tahun 2018. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengakomodir kebutuhan nasional yang mencapai 75.000 ton per tahun.

Nah, supaya Teman CROWDE sebagai penggemar daging bebek tetap bisa menikmatinya, yuk bantu modali peternaknya. Caranya mudah sekali, langsung cek di CROWDE sekarang!

0 comments on “Mengenal Komoditas Bebek Pedaging yang Punya Banyak Penggemar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *