Belajar Bertani News

Ini Dia Kisah Petani Lalui 9 Bulan Masa Pandemi 

Petani

Jelang akhir tahun 2020, masa pandemi juga masih berlanjut. Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia pun terus bertambah. Bahkan, per hari penambahannya bisa mencapai lebih dari 4.000 pasien. Kondisi ini cukup memilukan, lalu bagaimana dengan kabar kalian? Semoga baik-baik saja dan tetap patuhi protokol kesehatan, ya!

Kali ini, CROWDE punya update seputar kondisi mitra petani di lapangan dengan membahas soal “apa tantangan terberat yang mereka hadapi selama pandemi?”, “apa yang harus dilakukan petani agar bisa bertahan di masa pandemi?”, sampai “apa strategi dari CROWDE untuk bisa terus mendukung petani bila pandemi belum juga usai?”. Semua itu akan dijawab langsung oleh Bagus Ariyanto selaku Project Monev Specialist CROWDE. Simak, yuk, ulasannya!

Bicara soal tantangan terberat, mereka punya cerita tersendiri

Pandemi yang membuat turunnya daya beli konsumen bikin petani makin sulit menjual hasil panennya. Banyak pedagang ritel yang nggak berani ambil stok banyak karena takut tidak laku di pasar. Akhirnya, hasil panen petani tidak terserap maksimal dan mereka merugi. Nggak cuma itu, karena daya beli konsumen rendah tapi stok tetap melimpah, harga bahan pangan jadi ikut anjlok. Petani pun makin menderita. Cerita dari mitra petani menyebut bahwa akibat dari pandemi, distribusi hasil panen mereka terhambat, sehingga mereka hanya bisa menjual ke pasar lokal dengan harga jual yang murah. 

Tantangan lain yang harus mereka hadapi adalah kenaikan harga bahan input seperti pupuk, pestisida, bibit, ajir, dll. Udah hasil panennya nggak laku banyak, eh, mulai budi daya pun modalnya harus besar. Duh, duh, sabar, ya, petani ku! 

Untuk dapat bertahan di masa pandemi, petani bisa lakukan ini!

Pertama, petani perlu meninjau kembali metode budi daya mereka yang disesuaikan dengan Good Agricultural Practices (norma budi daya yang baik) khususnya dalam penggunaan sarana produksi pertanian (saprodi) dan bahan input seperti pupuk. Sebab, semakin boros penggunaannya, semakin besar pula pengeluaran petani saat berbudi daya. Padahal kondisi sekarang yang masih belum stabil menuntut petani untuk berhemat agar dapat menekan angka kerugian dan mempertahankan bisnis pertaniannya. 

Kedua, memaksimalkan pemanfaatan teknologi agar aktivitas pertanian menjadi lebih efektif dan efisien. Contoh sederhananya, hasil panen petani yang tidak terserap, bisa mereka pasarkan secara online agar tetap sampai ke tangan konsumen dan tidak terbuang sia-sia. Atau, dijual dalam bentuk olahan barang jadi siap pakai sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi. Ketiga, bekerja sama atau bermitra dengan pihak yang juga memiliki misi yang sama di bidang pertanian.

Jurus jitu dukung petani ala CROWDE 

Bila pandemi juga belum usai, harus ada tindakan yang dilakukan CROWDE agar tetap bisa mendukung petani. Caranya gimana, dong

CROWDE akan terus melakukan evaluasi penggunaan saprodi dan bahan input agar dapat efisien menyesuaikan dengan musim tanam, cuaca, dan kondisi area lahan mitra petani. Selain itu, CROWDE akan memaksimalkan peran Field Agent (FA) di lapangan untuk memonitor dan membantu petani dalam mengidentifikasi penyakit, serta memastikan penanganan penyakit dilakukan dengan benar dan efektif. Terakhir, CROWDE juga membuka akses pasar yang memadai untuk dapat menyerap hasil panen mitra petani, seperti menyalurkannya ke mitra institusional off-taker sebagai bahan baku industri. Dengan begitu, hasil panen petani dapat terserap maksimal serta mereka pun bisa mendapat harga jual yang stabil.

Faktanya, kehadiran CROWDE mampu memberi dampak positif bagi usaha mitra petani. Dibanding tahun sebelumnya, saat ini petani sudah memiliki standar prosedur operasional yang cukup baku seperti RAB yang seragam; jadwal penyemaian, penyemprotan, hingga pemupukan yang teratur; serta memiliki standar identifikasi permasalahan yang terjadi di lapangan, yang dilakukan oleh field agent. Dengan begitu, mitra petani dapat meminimalisir gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan risiko gagal panen. Meski perjalanan kami masih panjang, namun setidaknya mitra petani sudah menghasilkan produksi yang stabil dan berkualitas. Yuk, ikut gabung bersama CROWDE!  

0 comments on “Ini Dia Kisah Petani Lalui 9 Bulan Masa Pandemi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *