Tidak semua orang peduli kepada orang lain. Apalagi jika mereka sama sekali tidak ada hubungan langsung dengan orang tersebut.

Petani, siapa yang tidak mengenal petani sebagai salah satu tulang punggung Indonesia dalam memberi asupan pangan kepada masyarakat Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang mengalami krisis dalam regenerasi petani. Tidak banyak orang yang mau bertani di negeri hijau ini.

Pemuda yang seharusnya menjadi tonggak penerus estapet warisan leluhur kita pun sekarang lebih tertarik untuk terjun ke bidang lain seperti industri atau bidang lainnya yang dianggap menjanjikan.

Berbeda dengan mereka semua, muncul salah satu pemuda yang mau peduli kepada masa dengan identitas Indonesia ini. Namanya adalah Zebi Paskal, seorang teman CROWDE yang sudah membantu permodalan CROWDE sejak tahun 2017 lalu ini adalah salah satu pionir perubahan pertanian Indonesia.

Tidak melulu dampak instan yang sudah dibawa oleh Zebi untuk bisa dibilang pahlawan pertanian Indonesia. Semuanya dimulai dengan sebuah niat tulus untuk membantu petani memulai aktivitas pertanian mereka, memberdayakan mereka, hingga bisa mendatangkan kesejahteraan kepada negeri kita tercinta.

“Bagi banyak orang, pemikiran tersebut (mungkin) terdengar naif. Meski begitu, saya percaya bahwa kolaborasi antara anak muda, investasi, dan agrokompleks yang disatukan dengan semangat gotong royong mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan dunia.”- kata Zebi dalam membantu petani.

Lalu jika berbicara masalah alasan mengapa Zebi mau membantu pertanian bersama CROWDE, semuanya tidak hanya faktor keuntungan semata. Namun secara berkala, dia selalu menyisihkan penghasilannya untuk membantu para petani entah di mana pun mereka berada.

Bermula dari rasa ingin tahunya terhadap bagaimana CROWDE bisa membantu para petani, kini Zebi menjadi sosok yang selalu mengajak orang-orang di sekitarnya juga sadar bahwa Indonesia juga perlu pemuda-pemuda yang mau membantu negerinya sendiri dari sebuah usaha yang tidak sulit untuk dilakukan.

Untuk Indonesia lebih baik, demi senyuman para petani lebih besar.