Peer to peer lending atau biasa disebut juga sebagai P2P Lending menjadi sebuah istilah yang cukup familiar akhir-akhir ini dalam dunia investasi. P2P Lending sendiri adalah sebuah layanan peminjaman dengan mempertemukan si pemberi pinjaman (investor) dengan si pencari pinjaman melalui sistem online, seperti pada aplikasi atau website. Peran P2P Lending sendiri sebetulnya memberikan kemudahan bagi para pemilik bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya dan membutuhkan permodalan. Prosesnya bersifat langsung dan cukup sederhana, bisa menjadi solusi paling cepat untuk mendapatkan modal usaha.

P2P Lending yang merupakan layanan financial technology, memiliki target audience yang berbeda, namun sama-sama fokus membangun ekonomi inklusif di Indonesia.  Salah satu startup penyedia layanan P2P Lending ini adalah CROWDE. CROWDE memiliki fokus untuk membantu menyalurkan permodalan ke proyek budidaya petani dengan memanfaatkan layanan P2P Lending. Berikut adalah ulasan dari dua model P2P Lending yang paling utama dan sering dipakai dalam bisnis pertanian.

 

 

  • Model Ekonomi Biasa

 

Jenis P2P Lending ini banyak ditemui di Indonesia. Sistem pendanaan model ini adalah dengan mencairkan dana milik investor untuk kemudian digunakan sebagai modal usaha dalam sebuah kegiatan perusahaan atau budidaya pertanian. Keunggulan yang diberikan oleh model P2P Lending ini adalah transparansi dan sistem pinjam meminjamnya akan turut membantu meningkatkan kesejahteraan sosial bagi para petani di Indonesia. 

 

 

  • Model Ekonomi Konsumtif

 

Berbeda dengan jenis di atas, model ekonomi konsumtif lebih menggunakan individu. Sistem dana dari jenis ini adalah investor mendanai pinjaman hanya pada perorangan atau kelompok dalam jumlah banyak. Model dari ekonomi konsumtif ini juga menggunakan sistem yang dapat menganalisa risiko pinjamannya secara otomatis. Keunggulan yang dapat diberikan kepada para investor dari model ini adalah tingkat likuiditas dan bunga yang tinggi, sehingga dapat memberikan keuntungan laba yang lebih besar dari kedua belah pihak.

 

Apa Peran P2P Lending dalam Pertanian?

Bukan sebatas pada terbukanya akses permodalan bagi para petani, peran P2P Lending dalam bisnis pertanian ini sendiri juga membantu memaksimalkan hasil produksi petani. Karena, modal yang diperoleh petani bisa digunakan untuk mencari bibit terbaik, dan juga komponen-komponen lain sebagai penunjang kegiatan bercocok tanam mereka. Selain itu, P2P Lending juga tidak terlalu membebani petani soal membayar kembali modal yang dipinjamnya kepada investor, karena akan dilakukan pengambilan keputusan bersama yang akan menguntungkan kedua belah pihak.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi pada sektor pertanian dan ingin turut andil dalam membantu para petani di Indonesia, maka Anda dapat mencoba berinvestasi pada CROWDE. CROWDE merupakan sebuah platform untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani. Dengan metode crowd-lending dan P2P Lending, CROWDE bergerak sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat yang disalurkan pada proyek budidaya petani. Dengan cara ini, dapat memungkinkan siapapun memberikan modal dan memilih sendiri proyek mana yang ingin dimodali. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai investasi di sektor pertanian bersama CROWDE, Anda bisa mengakses website official CROWDE.