Permodalan

Investasi CROWDE Apa, sih? Yuk, Cari Tahu Di Sini!

Investasi Crowde

Pasti udah pada nggak asing dengan istilah peer-to-peer lending, kan? Ya, ini sebutan untuk layanan pinjam-meminjam uang antara lender dan borrower secara langsung dengan syarat yang lebih mudah dan juga cepat. P2P lending memanfaatkan platform online salah satunya seperti investasi CROWDE. Jadi, bukannya lender (pemodal) yang berinvestasi ke CROWDE, tapi mereka hanya menyalurkan modal yang dimilikinya lewat CROWDE ke pengguna (borrower) langsung. Lender pun diberi kebebasan untuk memilih sendiri borrower mana yang ingin mereka modali. Biasanya, sih, lender memilih yang tingkat risiko atau jenis usahanya sesuai dengan karakter mereka. Jadi, minimal nggak seperti “membeli kucing dalam karung”.

Nah, biar makin jelas, gimana kalau kita bahas seputar P2P lending lebih jauh? Yuk, simak!

Investasi CROWDE sebagai alternatif untuk belajar permodalan

Namanya baru belajar, memang disarankan untuk tidak menyalurkan dana permodalan terlalu besar dulu. Dimulai saja dari yang kecil, misal Rp100.000 juga tak masalah. Apalagi saat berinvestasi kita disarankan untuk melakukan diversifikasi, kan? Nah, P2P lending bisa menjadi pelengkap portfolio kamu. Imbal balik (profit) dari P2P lending juga terbilang cukup tinggi per tahunnya. Sebut saja, profit investasi CROWDE bisa mencapai 15% – 20% per tahun. Meski diikuti dengan tingkat risiko yang tinggi pula. Itu mengapa, kamu wajib mencari tahu dan pahami dulu risiko apa saja yang menyertainya. Misal, proyek permodalan di CROWDE ada risiko gagal panen karena serangan hama atau bencana alam. Jangan sampai kamu nggak tau tingkat serta jenis risiko seperti apa yang bakal dihadapi. Nanti bisa berabe, lho!

Investasi CROWDE

Cara aman menyalurkan permodalan di P2P lending 

Pertama-tama lender harus melakukan log in ke akun masing-masing saat akan memodali. Jika belum punya, tentu kamu harus membuatnya lebih dulu. Setelah itu, kamu pilih proyek permodalan/borrower yang akan dimodali dengan melihat data-data mereka, seperti pengalaman bertani, pendapatan, sampai komoditas yang dibudidayakan. Lebih aman kamu memilih komoditas sesuai musimnya atau yang mudah untuk dibudidayakan. 

Kamu juga bisa menyesuaikan jangka waktu permodalan dan besar modal yang ingin disalurkan dengan tujuan keuangan/kebutuhan kamu. Karena, tingkat likuiditas di P2P lending ini terbilang rendah, jadi akan sulit untuk dicairkan sewaktu-waktu. Karena itu, jangan menempatkan dana darurat kamu di P2P lending, ya. Disarankan kamu menggunakan “uang dingin” alias dana nganggur yang nggak bakal digunakan dalam waktu dekat. Jadi, lebih aman kalau sampai proses pengembalian dari borrower terlambat.   

Kenali skema permodalan di P2P lending

Di P2P lending mengenal 3 skema permodalan, yaitu pinjaman, bagi hasil, dan syariah. Skema pinjaman adalah yang paling sederhana. Kamu meminjamkan sejumlah uang, dan ketika jatuh tempo uang kamu beserta bunganya akan dikembalikan. Berbeda dengan bagi hasil, kamu dan borrower sama-sama mengeluarkan sejumlah modal yang ketika untung — keuntungannya dibagi dua, bila rugi — kerugiannya juga dibagi dua. Nah, sedangkan kalau skema syariah menerapkan akad mudharabah dan musyarakah. Dimana akad mudharabah, semua modal dikeluarkan oleh pemodal yang bila ada keuntungan akan dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati bersama. Sedangkan akad musyarakah, semua pihak yang melakukan perjanjian ikut menyerahkan modalnya, semua terlibat secara terbuka, dan jika ada keuntungan akan dibagi secara proporsional. Nah, kalau kamu lebih memilih yang mana?

Itu tadi pembahasan lengkap seputar P2P lending yang diterapkan dalam investasi CROWDE. P2P lending pun makin dilirik belakangan ini karena selain bisa memberikan rate imbal hasil yang tinggi, kamu juga bisa ikut membantu orang lain yang sedang membutuhkan modal usaha. “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”, kan? Tapi saat ini, CROWDE sedang berfokus pada lender institusional. Ini dilakukan agar penyaluran modal usaha pertanian dapat berlangsung lebih cepat dan memudahkan mitra petani dalam mengatur jadwal tanam. Semua dilakukan untuk mendukung petani kita secara lebih maksimal. Setuju? 

 

0 comments on “Investasi CROWDE Apa, sih? Yuk, Cari Tahu Di Sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *