Belajar Bertani Inspiratif

Ini Rahasianya! 5 Kiat Buat Petani Bisa Naik Kelas

Petani

Kura-kura sedang berlari

Dikejar kucing naik sepeda

Ngomongin soal petani

Yuk, kenalan dengan Mirza

Ini dia sosok di balik produk CROWDE, Mirza Adhyatma sebagai VP of Product CROWDE. Bergabung sejak awal tahun 2019 lalu, dia punya tanggung jawab untuk memastikan semua produk kami dapat memenuhi beragam kebutuhan, baik kebutuhan internal maupun eksternal. Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, merasa telah mendapat lingkungan kerja yang menyenangkan selama berada di CROWDE. Setiap harinya bisa jadi menarik, dan bahkan bisa membantunya berkembang. 

Memiliki ketertarikan pada bidang pertanian, membuatnya tidak ingin hanya berkembang sendiri. Mirza berpendapat bahwa kondisi petani Indonesia hingga kini belum juga mengalami perubahan yang signifikan, mereka masih saja sangat tradisional. Tapi menurutnya, ada, kok, yang bisa dilakukan untuk membuat petani naik kelas. Apa itu? Yuk, kita bahas satu per satu!

Mulai dari proses budidaya, gunakan teknologi terbaru

Bagaimana pun juga, teknologi mampu menjadikan sektor pertanian di Indonesia lebih maju, mandiri, dan modern. Petani juga akan merasakan dampak positif dengan teknologi di dalam genggaman. Proses budidaya jadi lebih efektif, hasil panen pun lebih maksimal. Selain itu, biaya operasional bisa ditekan sehingga keuntungan petani jadi bertambah yang membuat hidup mereka lebih sejahtera.

Sebenarnya banyak teknologi pertanian yang bisa dikembangkan di Indonesia, mulai dari teknologi mesin besar hingga teknologi yang lebih kecil seperti sensors, drone, geoinformatics, automation, biotech, dan lainnya. Hanya saja sayang, negara kita masih enggan untuk berinvestasi ke teknologi pertanian yang canggih karena dianggap tidak cocok dengan kondisi di tanah air dan kurang menguntungkan.

Kelas

Lakukan eksperimen, lalu terapkan

Inovasi bisa tercipta melalui berbagai uji coba/eksperimen. Meski sudah banyak lembaga penelitian yang melakukan percobaan di bidang pertanian, namun baru sedikit yang berhasil diterapkan. Berbagai alasan menjadi hambatan, namun bila setiap eksperimen bisa diadaptasi oleh petani ketika mereka berbudidaya – perubahan yang signifikan bisa terjadi. 

Regenerasi petani, bisa jadi karir yang menjanjikan

Petani Indonesia yang didominasi oleh petani berusia lanjut, mempengaruhi mereka yang tetap menerapkan cara tradisional saat berbudidaya. Namun, bila sektor pertanian atau bahkan petani dipromosikan menjadi sebuah karir yang menjanjikan secara jangka panjang, bisa menarik banyak perhatian. Wajah pertanian di Indonesia juga akan ikut berubah.

Meski nggak berdasi, image petani juga harus keren

Gimana caranya agar image petani terlihat keren? Ya, bisa dengan memanfaatkan teknologi mulai dari awal bertani sampai penanganan pasca panen, lebih banyak anak muda yang turun tangan, hingga muncul beragam inovasi yang dapat meningkatkan penghasilan di bidang pertanian. Bila profesi petani bisa dianggap keren (naik kelas), pasti tidak ada lagi yang enggan untuk menjadi petani. Karena setiap orang yang bekerja di sektor pertanian akan dianggap berada di level yang berbeda.

Collabs..collabs..collabs

Idealnya kolaborasi harus dilakukan apalagi menyangkut urusan perut banyak orang. Antara pemerintah, pihak swasta, dan bahkan lembaga swadaya masyarakat (NGO) tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Meski terdengar klise, namun akan jadi lebih berat bila tidak dikerjakan bersama-sama. Itu mengapa diperlukan adanya kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan pertanian dalam negeri. 

Nasib petani yang lebih baik bisa menyelamatkan kondisi pangan kita. Alih-alih melakukan impor, lebih baik fokus memikirkan pengembangan sektor pertanian kedepannya agar kebutuhan pangan dapat terjamin pemenuhannya. Yuk, bergerak bersama CROWDE karena kalau kita diam saja, mereka para petani juga hanya sampai di situ-situ saja.

Baca juga: Pemberdayaan Petani dengan Cara Smart Farming

0 comments on “Ini Rahasianya! 5 Kiat Buat Petani Bisa Naik Kelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *