Negara kita memang kaya akan rempah-rempah. Termasuk cabai adalah salah satu rempah yang amat favorit bahkan di dunia. Dengan rasa pedasnya, cabai dipercaya mampu membuat rasa makanan menjadi lebih kaya. Kalau di luar negeri, cabai juga dimanfaatkan sebagai penghangat tubuh bagi yang mengkonsumsinya. Sehingga tak heran bila cabai memiliki banyak penggemar. Dari besarnya permintaan pasar akan komoditas cabai, banyak negara di dunia berlomba-lomba untuk memproduksi cabai. Tidak mau kalah, Indonesia berhasil masuk di jajaran produsen cabai terbesar dunia setelah negara China, Meksiko, dan Turki. Lalu bagaimana perjalanan Indonesia bisa masuk ke urutan keempat tersebut? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Berapa hasil rata-rata produksi cabai dalam negeri?

Dengan menjadi produsen terbesar keempat di dunia, berdasarkan data tahun 2016, Indonesia berhasil memproduksi cabai hampir sebanyak 2 juta ton. Untuk tahun 2018, setiap bulannya Indonesia berhasil memproduksi cabai sekitar 180 ribu ton. Sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya sekitar 170 ribu ton. Sehingga sepanjang tahun 2018, produksi cabai dalam negeri sering mengalami surplus. Kemudian pemerintah mengupayakan industri pengolahan untuk menyerap produksi cabai langsung dari petani. Yang kemudian bisa diolah menjadi makanan kemasan siap pakai, seperti saus sambal, sambal uleg, atau diolah menjadi cabai bubuk. Kemudian Organisasi Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) menyebutkan bahwa sudah sebanyak 40% dari total produksi keseluruhan cabai Indonesia terserap ke sektor industri pengolahan.

Pemerintah memperluas sentra produksi ke Indonesia Timur

Selama ini sentra produksi cabai terfokus di Pulau Jawa. Namun, pemerintah telah melakukan perluasan ke Pulau lainnya, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuannya, agar dapat dilakukan proses pemerataan sentra produksi cabai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Mengingat hasil produksi di wilayah Indonesia Timur masih minim. Supaya harga cabai di sana tidak mahal, mereka harus memproduksinya sendiri. Tanpa harus menunggu cabai kiriman dari luar pulau. Karena biaya kirimnya mahal dan juga membutuhkan waktu pengiriman yang lebih lama. Prioritas sentra produsen cabai untuk Indonesia Timur terdapat di wilayah NTT, NTB, Maluku, dan Papua. Pemerintah juga berupaya melakukan pemetaan produksi atau penataan pola tanam yang berbasis pada kebutuhan. Supaya petani tidak panen secara bersamaan, yang bisa membuat harga jual cabai turun karena hasil produksi yang berlebih.     

Bantuan selalu disalurkan untuk genjot produksi    

Tahun 2018 lalu, Kementan menganggarkan bantuan untuk petani cabai sebesar Rp 68,4 miliar. Bantuan yang diberikan berupa benih berkualitas dan sarana produksi. Pemerintah juga menyarankan petani untuk menggunakan sungkup plastik atau rain shelter saat berbudidaya cabai di musim hujan. Sebagai tindakan antisipasi agar proses budidaya tetap berjalan dengan baik dan mengurangi risiko terjadinya gagal panen. Pemerintah optimis Indonesia bisa terus berada di posisi nomor empat sebagai produsen cabai terbesar di dunia. Karenanya, beragam upaya untuk menggenjot produksi cabai dalam negeri selalu diupayakan.

 

Pemerintah sebagai pihak penyelenggara negara sudah menunjukkan bentuk tanggung jawabnya terhadap sektor pertanian nasional. Dengan terus memberikan upaya terbaiknya agar dapat memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk Indonesia dengan juga menyejahterakan petaninya. Kalau petani terus sejahtera dengan berbudidaya, bisa dipastikan profesi petani akan menjadi profesi yang paling dicari. Kalau kamu juga berniat ingin bantu petani Indonesia agar lebih sejahtera, bisa banget kok! Caranya mudah lagi, bisa kamu temukan di sini!

Pasti selalu ada jalan untuk niat yang tulus. CROWDE tunggu ya!  

 

Referensi:

Michael Reily. 23 November 2018. Katadata.co.id: https://bit.ly/2MYlPOy

Fuad Bakhtiar. 8 Mei 2018. Paktanidigital.com: https://bit.ly/2SMObAU

Robi Setiawan. 21 Agustus 2018. Detik.com: https://bit.ly/2WWQ3pF


Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.