Komoditas

Apa Penyebab Indonesia Masih Berada di Fase Ketahanan Pangan?

Indonesia sebagai negara agraris dengan puluhan ribu petani di negaranya belum juga bisa mencapai swasembada pangan. Indonesia masih berada di fase ketahanan pangan. Masih mengimpor beberapa komoditas tertentu saat produksi dalam negeri masih belum bisa mencukupi. Beberapa alasan yang bisa menyebabkan Indonesia masih berada di fase ketahanan pangan, seperti yang ingin CROWDE bahas berikut ini. Yuk, simak ulasannya!

Lahan pertanian kian menyempit yang menjadi faktor utama

Menurut rata-rata nasional, luas lahan milik petani Indonesia hanya berada di angka 0,2 – 0,3 ha. Tergerusnya luas lahan pertanian disebabkan oleh adanya pembangunan perumahan, industri/pabrik, dan juga jalan. Lahan yang sempit ini masih berpeluang untuk menjadi rusak karena penggunaan pestisida dan pupuk anorganik secara berlebihan. Sehingga menuntut petani untuk bisa merubah sistem pertanian tradisional menjadi lebih modern. Seperti penerapan sistem pertanian hidroponik atau pertanian organik yang bisa menjadi solusi akan keterbatasan lahan pertanian.   

Manajemen usaha pertanian yang itu-itu saja

Usaha pertanian tidak hanya melibatkan petani. Namun juga harus melihat ekosistem pertaniannya juga, apakah sudah sehat atau belum. Penanganan hasil pertanian pasca panen juga harus dilakukan dengan benar. Rantai pendistribusian hasil panen, tidak boleh dibuat terlalu panjang dan lama. Agar ketika sampai di tangan konsumen, hasil produksi masih dalam kondisi segar. Petani juga harus mendapat jalur distribusi langsung kepada konsumen agar petani dapat untung lebih dan konsumen juga dapat harga murah. Jika keuntungan yang didapat petani cukup, petani bisa langsung melanjutkan usaha pertaniannya tanpa harus menunggu modal tambahan lagi.

Data akurat soal kapasitas kebutuhan impor yang masih simpang-siur

Impor bukan satu-satunya alasan yang menghalangi Indonesia mencapai ketahanan pangan. Justru untuk mencapai ketahanan pangan, impor dibutuhkan agar kebutuhan pangan dalam negeri dapat terus tercukupi. Namun, Undang – Undang membatasi kebijakan impor hanya saat suplai dalam negeri tidak mencukupi.

Hanya saja data akurat tersebut sulit untuk didapat. Data pangan di Indonesia masih menjadi hal yang simpang-siur. Seperti, data soal total luas panen sawah antara Kementerian Pertanian dengan BPS yang berbeda. Sulitnya membuat perencanaan akan kebutuhan produksi dan konsumsi secara akurat, juga jadi kendala. Apalagi di sebuah negara dengan populasi yang sangat besar seperti Indonesia.  

Tidak beranjak dari fase ketahanan pangan karena sulitnya akses permodalan

Lagi-lagi permasalahan modal yang menghambat Indonesia untuk bisa mencapai predikat swasembada pangan. Pemerintah memang sudah menyediakan berbagai program untuk permodalan petani, namun masih banyak petani yang sulit mengaksesnya karena masih harus melalui pihak perbankan. Butuh keterlibatan pihak swasta untuk ikut serta membantu. Namun bukan untuk mencari keuntungan dan tidak memperdulikan nasib petani. Yang benar, modal usaha petani dibantu untuk semakin meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

Oleh karenanya ada CROWDE! CROWDE membantu permodalan untuk beragam proyek usaha tani. Tidak hanya berhenti hingga permodalan, CROWDE juga membantu petani Indonesia menyalurkan hasil usaha taninya. Hasil panen usaha tani tidak lagi harus melalui jalur distribusi yang panjang. Sehingga dapat membentuk ekosistem yang berkelanjutan di sektor pertanian. Tertarik? Gabung sekarang!  

0 comments on “Apa Penyebab Indonesia Masih Berada di Fase Ketahanan Pangan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *