News

Tanda “SOS” pada Hutan Indonesia, Apa Maksudnya?

Seorang seniman Lithuania berupaya mengisyaratkan pesan “SOS” atas nasib perkebunan Indonesia. Dengan membeli bekas perkebunan sawit di daerah Sumatera menggunakan modal crowdfunding kerjasama beberapa instansi, seniman tersebut ingin menyebarluaskan pesan keprihatinannya atas kehancuran hutan Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, setiap dua detik kita kehilangan luas hutan seluas lapangan sepak bola lho. Hilangnya kemana ya? Digunakan untuk apa sih? – Mau tau? Yuk simak ulasannya berikut!

Hutan hilang karena digundulin oleh aktivitas illegal logging dan illegal mining

Berdasarkan data yang didapat, keprihatinan akan luas hutan Indonesia semakin berkurang dibuktikan oleh fakta, total luas hutan nasional mencapai 130,68 juta hektare dan 41 juta hektare di antaranya sudah menjadi gundul. Deforestasi yang terparah terjadi sebelum tahun 2016 ke bawah, dimana angkanya bisa mencapai 630.000 hektare per tahun. Deforestasi terbesar terjadi di delapan provinsi, yaitu Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.

Hutan dikorbankan untuk dibabat habis kemudian digunakan untuk menanam kelapa sawit. Kelapa sawit yang dinilai punya nilai jual tinggi dan bisa diolah menjadi produk kebutuhan sehari-hari. Atau pohon pinus yang banyak tumbuh di hutan, ditebang untuk diambil kayunya lalu diolah menjadi kertas atau tisu.

Padahal hutan berfungsi sebagai pengendali iklim, jadi jangan salahin iklim ya kalau galau

Sumber daya hutan dieksploitasi menjadi sumber pendapatan sebagian pihak, lagi-lagi hanya untuk keuntungan pribadi. Berdasarkan hasil analisis selama 50 tahun, luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40 persen dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Padahal hutan Indonesia tergolong hutan hujan tropis terbesar ke-3 di dunia. Hutan ini yang kemudian bisa menyerap CO2 serta menyimpannya. Sehingga mengurangi terjadi efek rumah kaca yang langsung berpengaruh terhadap perubahan iklim. Selain itu, hutan juga berfungsi untuk mencegah banjir, menahan erosi serta tanah longsor. Begitu banyak manfaat hutan, kenapa tidak kita ikut juga menjaganya?

Hutan Indonesia hanya butuh tata kelola yang lebih baik

Jika kesadaran bisa muncul untuk tidak hanya mencari keuntungan sepihak saja, hutan Indonesia bisa lebih selamat. Kehidupan banyak orang bergantung padanya. Hutan termasuk sumber daya alam yang tidak terbatas asal pengelolaannya benar. Masalah selama ini, orang hanya mau menggunakannya, setelah itu ditinggalkan begitu saja. Tanpa ada tindak lanjut untuk memperbarui. Terutama dilakukan oleh perusahaan industri yang belum mengantongi izin. Kalau yang sudah berizin, pemerintah akan mensyaratkan untuk melakukan pembaruan kembali lahan hutan tersebut.

Tidak hanya lahan hutan yang berusaha dilindungi oleh pemerintah. Pemerintah juga terus berupaya melindungi lahan pertanian di Indonesia agar tidak tergerus oleh pembangunan komersial. Tapi pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Butuh bantuan kamu juga, guys! Kamu bisa bantu jaga pertanian Indonesia tetap maju dengan CROWDE. OK? CROWDE tunggu ya!

0 comments on “Tanda “SOS” pada Hutan Indonesia, Apa Maksudnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *