News

Hindari CROWDE Penipuan dengan Tips & Trik Memilih Fintech Terpercaya Berikut!

crowde bermasalah

Fintech, khususnya peer to peer lending (P2P) masih menjadi sektor on-demand di Indonesia. Namun, eksisnya industri ini diikuti juga dengan banyaknya fintech lending ilegal yang berkembang. Meski sudah diburu aparat penegak hukum, fintech ilegal ini masih tetap bertahan dan berkembang biak. Untuk mencegah lebih banyak perusahaan fintech ilegal beroperasi di Tanah Air, pemerintah pun didesak untuk meningkatkan literasi masyarakat seiring dengan peningkatan infrastruktur, koordinasi, dan penegakan hukum. OJK sebagai instansi yang berwenang dalam hal ini telah melakukan sosialisasi penting kepada masyarakat tentang cara memilih fintech yang legal dan terpercaya. Nah, CROWDE penipuan juga dapat kamu hindari dengan memperhatikan tips & trik berikut, simak, yuk!

Tips Memilih Fintech Legal dan Terpercaya dari OJK

Menurut OJK, sebelum menggunakan layanan fintech, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu

  • Memastikan bahwa pihak fintech memiliki izin dari instansi yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dilakukan. Dalam hal ini, pastikan fintech yang kamu pilih harus sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Memastikan pihak fintech memiliki izin untuk menawarkan produk investasi atau terdaftar sebagai mitra pasar.
  • Memastikan jika di media terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah, penawaran telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Trik Memilih Fintech Legal dan Terpercaya dari OJK

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan enam trik kepada masyarakat yang akan berinvestasi di fintech, supaya terhindar dari jerat fintech ilegal. CROWDE penipuan juga dapat dihindari dengan trik ini, lho!

1.      Cek Website OJK

Kamu harus mengecek terlebih dahulu website OJK di ojk.go.id atau melalui halaman update legalitas fintech di URL www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/Default.aspx. Hal ini dilakukan karena di sana, tercantum daftar perusahaan Fintech Peer to Peer Lending yang telah terdaftar dan berizin OJK saat ini.

2.      Sesuaikan pinjaman dengan kebutuhan dan kemampuan bayar

Saat kamu mengajukan pinjaman di fintech, pastikan itu adalah pilihan terakhirmu. Sesuaikan pinjaman dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam dengan cara gali lubang tutup lubang, karena hanya akan menambah beban pembayaran utang.

3.      Cegah CROWDE penipuan dengan memahami risiko dan kewajiban yang ada

Sebelum berinvestasi, pahami risiko dan kewajibanmu. Untuk peminjam, bayarlah sesuai waktu perjanjian. Pahami juga persyaratan yang ada, agar tidak menyesal nantinya. Adapun pada fintech legal, biasanya akan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu oleh borrower.

Seperti di CROWDE, ada tahapan BI checking, syarat administrasi, syarat kelayakan lahan budidaya, dan juga syarat pengalaman petani. Proses pengajuannya tentu memakan waktu. Tapi, lebih baik seperti itu karena jelas lebih aman.   Waspadalah pada fintech yang mempunyai persyaratan pengajuan yang terlalu mudah! Apalagi bila bunga yang diberikan terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan sesuai ketentuan OJK, besar bunga maksimal yang berlaku sebesar 0,8% per hari.

4.      Segera lapor

Jika kamu menemukan tawaran investasi yang mencurigakan atau merasa dirugikan, kamu dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 atau WA 081157157157, dan email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Bagi yang sudah terlanjur meminjam di fintech ilegal, maka segera lunasi kemudian laporkan ke Satgas Waspada Investasi (SWI).

5.      Informasi fintech ilegal

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat kamu akses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Itulah cara memilih fintech yang legal dan terpercaya yang dapat kamu gunakan untuk menghindari CROWDE penipuan. Nah, untuk mencegah terjadinya CROWDE penipuan, kami juga berupaya untuk melakukan berbagai cara. Harapannya, niat kami untuk mendukung para petani di Indonesia benar-benar bisa memberi dampak maksimal. Karenanya, kami ingin segala aktivitas yang dilakukan dapat berjalan lancar, tanpa merugikan pihak manapun. Semoga makin banyak orang di luar sana yang ikut tergerak untuk mendukung petani. Sehingga sektor pertanian Indonesia selalu bisa diandalkan.