Belajar Investasi

Hindari 5 Risiko Ini pada Investasi P2P Lending Bidang Pertanian

risiko p2p lending

Dalam berbagai hal, risiko tentu akan selalu ada dalam berbagai bidang, contohnya seperti pada sebuah investasi di bidang pertanian. Dalam dunia pertanian ada berbagai macam cara berinvestasi, mulai dengan investasi bagi hasil hingga P2P Lending. Walaupun memiliki risiko, Anda tidak perlu takut untuk menanamkan modal Anda pada sebuah investasi pertanian. Hal yang perlu Anda lakukan adalah mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk sebuah investasi yang akan Anda lakukan tersebut. Berikut ini adalah ulasan mengenai apa-apa saja yang harus Anda lakukan untuk sukses berinvestasi di bidang pertanian dengan menggunakan P2P Lending.

Apa itu P2P Lending?

Kilas balik mengenai pengertian P2P Lending itu sendiri adalah sebuah alternatif baru dalam berinvestasi guna mendapatkan dana dalam bentuk pinjaman usaha. Seperti namanya, peer to peer lending atau yang disingkat sebagai P2P Lending ini memiliki cara kerja yang cukup mudah dipahami karena investasi ini bekerja dengan cara menghubungkan antara pemberi
pinjaman dengan peminjam secara online.

Lalu Apa Risiko dari P2P Lending?

Jika berbicara tentang risiko, tentu semua instrumen investasi memiliki risiko, mulai dari risiko yang kecil hingga besar, berikut ini risiko dari investasi P2P Lending.

● Tingkat Likuiditas Rendah

Risiko pertama yang harus Anda pahami adalah seorang lender adalah  dana permodalan tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Umumnya, penarikan dana hanya bisa dilakukan ketika jangka waktu permodalan telah selesai.

● Risiko Gagal Bayar

Sebagai seorang lender, Anda juga harus mengerti bahwa segala hal apalagi soal pendanaan, kendala terbesar adalah kelancaran dalam mengembalikan pinjaman modal. Hal ini kembali lagi kepada Anda untuk selalu teliti dalam memilih calon peminjam dan proyek permodalan yang akan dimodali.

● Penyalahgunaan Dana

Satu risiko lagi yang dapat Anda dapati ketika melakukan investasi P2P Lending adalah penyalahgunaan dana oleh peminjam. Untuk risiko yang satu ini, Anda bisa memilih penyedia layanan P2P Lending yang memiliki strategi jitu dalam mengatasi risiko penyalahgunaan dana/modal yang disalurkan.

Apa Solusi dari Risiko Investasi P2P Lending?

Walaupun semua investasi mengandung risiko, namun tentu ada solusi untuk meminimalisir atau bahkan mencegahnya. Berikut ini adalah solusinya:

● Pilih Penyedia Layanan yang Terdaftar di OJK

Salah satu faktor utama keberhasilan adalah Anda perlu teliti dalam memilih penyedia layanan P2P Lending di Indonesia. Penting bagi Anda untuk memilih penyedia layanan P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK agar alur pemberian modal dilakukan secara transparan serta Anda pun tidak perlu khawatir sehingga Anda bisa berinvestasi dengan aman dan nyaman.

● Minimalisir Modal

Segala hal mungkin pada awalnya memang harus melalui tahapan dan berproses, sama seperti investasi. Anda dapat memulai investasi di P2P Lending dengan modal yang minim untuk terlebih dahulu mengetahui seluk-beluk investasi P2P Lending ini. Skema pendanaan pun beragam tergantung dari kebijakan masing-masing penyedia layanan.

● Kenali dengan Jelas

Jika Anda menginginkan investasi yang menguntungkan, Anda harus mempelajari secara rinci mengenai apa itu investasi P2P Lending dan juga bagaimana alur investasinya.

Pelajari juga cara membangun mitra kerjasama yang baik antara lender dan peminjam agar hal ini dapat mempermudah Anda memperoleh keuntungan. Itulah tadi ulasan singkat mengenai beberapa risiko dan juga solusi untuk meminimalisir risiko investasi P2P Lending. Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi ini, pastikan Anda memilih penyedia jasa  layanan P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK seperti CROWDE.
Selain dapat berinvestasi, Anda juga dapat membantu pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat mengunjungi laman resminya di
https://crowde.co/.

0 comments on “Hindari 5 Risiko Ini pada Investasi P2P Lending Bidang Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *