Dalam berbagai hal, risiko tentu akan selalu ada dalam berbagai bidang, contohnya seperti
pada sebuah investasi di bidang pertanian. Dalam dunia pertanian ada berbagai macam cara
berinvestasi, mulai dengan investasi bagi hasil hingga P2P Lending. Walaupun memiliki
risiko, Anda tidak perlu takut untuk menanamkan modal Anda pada sebuah investasi
pertanian. Hal yang perlu Anda lakukan adalah mempelajari lebih dalam mengenai seluk-
beluk sebuah investasi yang akan Anda lakukan tersebut. Berikut ini adalah ulasan mengenai
apa-apa saja yang harus Anda lakukan untuk sukses berinvestasi di bidang pertanian dengan
menggunakan P2P Lending.

Apa itu P2P Lending?
Kilas balik mengenai pengertian P2P Lending itu sendiri adalah sebuah alternatif baru dalam
berinvestasi guna mendapatkan dana dalam bentuk pinjaman usaha. Seperti namanya, peer
to peer lending atau yang disingkat sebagai P2P Lending ini memiliki cara kerja yang cukup
mudah dipahami karena investasi ini bekerja dengan cara menghubungkan antara pemberi
pinjaman dengan peminjam secara online.

Lalu Apa Risiko dari P2P Lending?
Jika berbicara tentang risiko, tentu semua instrumen investasi memiliki risiko, mulai dari
risiko yang kecil hingga besar, berikut ini risiko dari investasi P2P Lending.

● Tingkat Likuiditas Rendah
Risiko pertama yang harus Anda pahami adalah seorang lender adalah dana permodalan
tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Umumnya, penarikan dana hanya bisa dilakukan
ketika jangka waktu permodalan telah selesai.

● Risiko Gagal Bayar
Sebagai seorang lender, Anda juga harus mengerti bahwa segala hal apalagi soal
pendanaan, kendala terbesar adalah kelancaran dalam mengembalikan pinjaman

modal. Hal ini kembali lagi kepada Anda untuk selalu teliti dalam memilih calon
peminjam dan proyek permodalan yang akan dimodali.

● Penyalahgunaan Dana
Satu risiko lagi yang dapat Anda dapati ketika melakukan investasi P2P Lending adalah
penyalahgunaan dana oleh peminjam. Untuk risiko yang satu ini, Anda bisa memilih
penyedia layanan P2P Lending yang memiliki strategi jitu dalam mengatasi risiko
penyalahgunaan dana/modal yang disalurkan.

Apa Solusi dari Risiko Investasi P2P Lending?
Walaupun semua investasi mengandung risiko, namun tentu ada solusi untuk meminimalisir
atau bahkan mencegahnya. Berikut ini adalah solusinya:

● Pilih Penyedia Layanan yang Terdaftar di OJK
Salah satu faktor utama keberhasilan adalah Anda perlu teliti dalam memilih penyedia
layanan P2P Lending di Indonesia. Penting bagi Anda untuk memilih penyedia
layanan P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK agar alur pemberian modal
dilakukan secara transparan serta Anda pun tidak perlu khawatir sehingga Anda bisa
berinvestasi dengan aman dan nyaman.

● Minimalisir Modal
Segala hal mungkin pada awalnya memang harus melalui tahapan dan berproses, sama
seperti investasi. Anda dapat memulai investasi di P2P Lending dengan modal yang
minim untuk terlebih dahulu mengetahui seluk-beluk investasi P2P Lending ini.
Skema pendanaan pun beragam tergantung dari kebijakan masing-masing penyedia
layanan.

● Kenali dengan Jelas
Jika Anda menginginkan investasi yang menguntungkan, Anda harus mempelajari secara
rinci mengenai apa itu investasi P2P Lending dan juga bagaimana alur investasinya.

Pelajari juga cara membangun mitra kerjasama yang baik antara lender dan
peminjam agar hal ini dapat mempermudah Anda memperoleh keuntungan.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai beberapa risiko dan juga solusi untuk meminimalisir
risiko investasi P2P Lending. Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi ini, pastikan Anda
memilih penyedia jasa layanan P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK seperti CROWDE.
Selain dapat berinvestasi, Anda juga dapat membantu pemberdayaan petani di Indonesia.
Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat mengunjungi laman resminya di
https://crowde.co/.