Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh di bulan Juni, coba ingat kembali, sudahkah kamu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar? Hal paling mudah yang bisa kita upayakan adalah dengan mengurangi sampah plastik karena sejatinya dari kantong plastik yang kita gunakan setiap hari telah mencemari lingkungan hidup. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 miliar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Itu berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik yang terpakai setiap menit, yang untuk membuatnya dibutuhkan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang. Sehingga plastik sulit untuk terurai, setidaknya membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun agar plastik terurai dengan sempurna. Selain itu, partikel plastik juga mengandung racun yang masuk ke dalam tanah dan bisa membunuh hewan pengurai seperti cacing, atau bahkan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan. Itu mengapa dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari dapat berpengaruh pada kelestarian lingkungan. 

 

Beberapa tahun ke belakang, dunia termasuk Indonesia telah fokus mengurangi penggunaan kantong plastik dan penanganan sampah plastik dengan benar. Saat ini, ada 7 kota di Indonesia yang sudah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari, seperti di Jakarta, Semarang, Balikpapan, Bekasi, Bogor, Bali, dan Banjarmasin. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir limbah plastik di Indonesia. Sejalan dengan upaya tersebut, masih ada hal lain yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian hidup tanpa sampah plastik. Apa saja? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

Membawa botol minum sendiri

Dengan membawa botol minum sendiri ketika bepergian dapat mengurangi keinginan membeli minuman dalam botol atau gelas plastik saat kamu sedang haus di jalan. Bila kamu bosan selalu membawa air putih kemana-mana, kamu bisa menggantinya dengan kopi atau minuman lain yang dapat kamu bikin sendiri di rumah. Dengan begitu, selain lebih ramah lingkungan, juga buat pengeluaran kamu jadi lebih hemat. 

Selalu menggunakan tas belanja 

Salah satu cara mengurangi penggunaan plastik adalah dengan selalu membawa tas belanja sendiri setiap kali Anda berbelanja. Termasuk ketika berbelanja online, mintalah penjual untuk mengganti kemasan dengan kardus ketimbang plastik atau bubble wrap yang tebal. Jadikan hal ini sebuah kebiasaan baru. Kamu bisa menggantungkan tas belanja (tote bag) di dekat pintu keluar rumah agar tidak sering terlupa. Bisa juga simpan di bagasi mobil/motor atau masukkan ke tas bersama dompet dan lainnya agar selalu siap digunakan setiap saat. 

Mengupayakan daur ulang

Meski tidak semua plastik bisa didaur ulang, namun ada beberapa barang seperti botol minum dan pot tanaman yang bisa didaur ulang. Contoh sederhana adalah dengan selalu mengisi kembali botol sabun sampai botol kecap/saus dengan kemasan refil tanpa harus membeli kemasan botol yang baru. Kamu juga bisa mengkreasikan sampah plastik menjadi hiasan atau barang lain yang bisa kamu gunakan di rumah.

Perbanyak memasak sendiri di rumah

Dengan memasak sendiri di rumah berarti kamu telah berupaya menghindari makanan siap saji atau makanan kemasan yang seringnya dibungkus dengan plastik. Kamu bisa berbelanja bahan-bahan makanan segar di pasar/swalayan dengan membawa tas belanja sendiri. Hal ini tentu akan mengurangi konsumsi plastik, menghemat pengeluaran, sekaligus lebih sehat bagi tubuh. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan kertas yang bisa didaur ulang atau sedotan logam dan kaca yang bisa dicuci untuk digunakan kembali.

Tidak membuang sampah sembarangan 

Ketika kamu pergi liburan ke pantai, pastikan tidak ada sampah plastik yang tertinggal karena sampah plastik yang mengapung di lautan juga dapat membahayakan kehidupan hewan laut. Berdasarkan perkiraan World Economic Forum, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050. Puing plastik dapat mencapai 0,48 –1,29 juta metrik ton per tahun di lautan. Yang mana, tiap satu keluarga di Indonesia bisa menghasilkan antara 178 sampai 480 juta sampah plastik setiap tahun. Itu mengapa kita sebaiknya tidak membuang sampah terutama sampah plastik secara sembarangan agar memudahkan pengelolaan limbahnya dan berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan.

 

Meminimalisir sampah plastik harus diupayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan kesadarannya dalam melestarikan lingkungan hidup. Seperti para petani yang mengupayakan sistem pertanian organik agar lahan pertanian mereka tetap lestari dan bisa digunakan untuk jangka panjang. Bila kamu adalah seorang petani muda, kamu bisa ikut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan menjalankan pertanian organik bersama CROWDE di sini!