Apakah kamu tahu? Saat kita berhasil melakukan gerakan hemat air itu artinya kita telah ikut berpartisipasi menyelamatkan lingkungan. Kenapa? Ketika terjadi pemborosan dalam penggunaan air, itu berarti produksi limbah menjadi meningkat yang mana berpotensi merusak lingkungan. Itu mengapa, hemat air adalah langkah yang paling mudah, yang bisa kita lakukan dimulai dari hal yang sederhana. Bagaimana caranya? Yuk, simak beberapa tipsnya di bawah ini!

Batasi pemakaian deterjen

Deterjen yang banyak mengandung zat kimia tentu akan menghasilkan limbah berbahaya. Memang, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya deterjen, sabun cuci piring, pewangi pakaian, dan cairan pembersih lainnya, tapi asal kamu bisa menggunakan secukupnya, tidak masalah. Lebih baik mencuci baju dalam jumlah banyak sekalian atau misal seminggu sekali agar dapat mengurangi limbah yang dihasilkan dari penggunaan deterjen. Lalu, hemat penggunaan alat masak dan alat makan di rumah agar kamu bisa mengurangi penggunaan sabun cuci piring.  

Manfaatkan air daur ulang 

Yang terlintas dipikiran kita pasti air daur ulang itu kotor dan tidak bisa digunakan lagi. Padahal, belum tentu. Coba kamu pikirkan, beberapa aktivitas seperti mencuci buah dan sayuran, air yang digunakan untuk mencuci tersebut masih bisa digunakan lagi untuk menyiram tanaman. Jadi, kamu bisa mengumpulkannya di dalam sebuah baskom dan menggunakannya kembali untuk menyiram tanaman. Justru kamu sekalian memberi tanaman tersebut pupuk yang alami. Atau, kamu yang suka menggunakan kembali air bekas cuci beras untuk mencuci muka, itu berarti kamu telah ikut memanfaatkan air daur ulang di kehidupan sehari-hari. 

Kurangi membeli pakaian baru

Kamu tahu nggak kalau untuk memproduksi satu kaos/atasan membutuhkan 2.700 liter air, belum lagi kalau bahannya berupa jeans, kebutuhan airnya semakin banyak. Rata-rata untuk satu pasang atasan dan bawahan membutuhkan 10.300 liter air untuk membuatnya. Nah, kalau kamu bisa mengurangi pembelian pakaian secara impulsif, selain kamu menghemat keuangan, kamu juga ikut berkontribusi menghemat penggunaan air. Karena apabila masyarakat semakin konsumtif dalam berbelanja pakaian, sektor industri akan semakin menggenjot produksinya yang membuat penggunaan air semakin boros. 

Batasi waktu mandi

Meski mandi bagi sebagian orang merupakan momen yang menyenangkan, namun semakin lama kamu menghabiskan waktu di kamar mandi, semakin banyak air yang terpakai. Jika memang sulit menghilangkan kebiasaan tersebut, kamu bisa mandi menggunakan shower agar penggunaan air bisa dihemat semaksimal mungkin. Selain itu, gunakan perlengkapan air seperti shower dan keran beraliran rendah agar dapat hemat air, serta gunakan sabun mandi secukupnya untuk mengurangi limbah berbahaya. 

Kurangi penggunaan air yang tidak penting

Ini mungkin sering kali tidak kita sadari. Coba untuk mematikan keran saat mencuci wajah, menyikat gigi, dan saat bercukur. Karena membiarkan air tetap hidup membuat air terbuang sia-sia. Bila dilipat gandakan selama satu tahun, sudah berapa banyak air yang terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan terlebih dahulu.

 

Dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah menyumbangkan patogen berbahaya bagi saluran air yang dapat menjadi sumber penularan penyakit. Selain itu, air yang tercemar menghabiskan kadar oksigen di dalam air yang membuat kehidupan hewan jadi terancam, hilangnya kesuburan tanah sebagai media tumbuhan, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Bila kamu juga ikut peduli terhadap lingkungan, yuk mulai lakukan apa yang bisa kamu lakukan seperti menghemat air. 

 

Seperti para petani kita yang sudah sejak dulu ikut berpartisipasi dalam penghematan air dengan memanfaatkan sistem pertanian tadah hujan. Yang berarti, petani memanfaatkan air daur ulang dalam proses budidayanya agar dapat menghemat pemakaian air. Kalau kamu ingin turut mendukung para petani dalam negeri, kamu bisa melakukannya di sini!