Inspiratif News

Perayaan Hari Tani Nasional, Apa Kabar Petani Indonesia?

Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional yang dirayakan setiap tanggal 24 September menjadi pengingat kita akan pentingnya peran petani di Indonesia. Siapa, sih, penduduk yang nggak butuh makan? Yang lagi diet aja tetap butuh makan, kan? Apalagi Pak Menteri pernah ngomong, sektor pertanian menjadi pilar utama sebuah negara yang kuat. Karena kondisi ekonomi nasional yang baik dipengaruhi oleh sektor pertaniannya yang maju. Bahkan, saat ini banyak negara maju di dunia mulai kembali bertani. Indonesia sebagai negara agraris jangan sampai mau kalah, ya! Eitss, tapi tunggu dulu. Sektor pertanian juga nggak akan kemana-mana kalau tanpa kerja keras para petaninya. Nah, di perayaan Hari Tani Nasional ini, yuk, kita cek apa kabar mereka!

Usia petani kian renta, anak mudanya kemana?

Yap, isu ini terus menjadi problematika yang tak berkesudahan. Kamu sudah pada tau belum? Kalau faktanya, sempat ada kenaikan jumlah rumah tangga petani sebesar 6,1% dari tahun 2013 – 2018. Tapi, kenaikan ini disumbang oleh para petani yang berusia di atas 45 tahun. Sebut saja, kelompok usia di atas 65 tahun menyumbang kenaikan paling besar, yaitu 24%. Disusul oleh kelompok usia 55 – 64 tahun yang naik sebesar 20%.

Sedangkan kelompok usia produktif 25 – 34 tahun jumlahnya justru makin menurun. Dari 4,5 juta petani menjadi hanya 4,1 juta petani. Mereka lebih memilih bekerja di sektor pertambangan, perbankan, hingga sektor informatika. Makanya nggak heran ada penelitian yang memprediksi, negara kita bakal nggak punya petani lagi di tahun 2063. Terus kita mau makan dari mana, guys?  

Profesi petani identik dengan pendapatan rendah

Nah, stigma ini juga, nih, yang buat profesi petani makin nggak diminati. Menurut data BPS per Agustus 2020, rata-rata upah pekerja di sektor pertanian hanya sebesar Rp1,92 juta per bulan. Angka ini memang jauh bila dibandingkan dengan pendapatan pekerja di sektor pertambangan yang rata-ratanya sebesar Rp4,48 juta per bulan. Untuk bisa mencapai angka segitu, petani baru bisa mendapatkannya di satu musim tanam, itupun jika lahan yang dimilikinya mencapai luas 1 ha. 

Padahal, rata-rata petani di Indonesia hanya memiliki lahan seluas 0,66 ha. Misal lahan ini diturunkan ke anak-anak mereka, jumlahnya akan jadi semakin kecil. Kenapa? Jawabannya mudah. Ya, anak petani, kan, belum tentu hanya satu. Coba bayangin kalau satu petani tadi punya 3 orang anak. Berarti masing-masing anak cuma dapat lahan seluas 0,22 ha, dong. Makanya banyak dari mereka akhirnya mundur dan mencari sumber mata pencaharian lain.  

Perayaan hari tani nasional, tapi kebijakan pemerintah belum pro petani

Kata Said Abdullah, Koordinator KRKP yang dilansir dari situs Tirto.id menyebut serapan terhadap tenaga kerja di sektor pertanian akan semakin tergerus. Kenapa? Ya, pemerintah memang membuka pintu investasi, namun lebih diprioritaskan untuk membiayai sektor manufaktur, pembangunan pabrik industri, dan sebagainya. KRKP juga pernah melakukan survei di Kab. Karawang, dimana ditemukan tidak ada lagi anak-anak mudanya yang bekerja di sektor pertanian. Mereka lebih memilih untuk menjadi buruh pabrik. Padahal, Karawang termasuk daerah sentra produksi padi di Jawa Barat.

Beliau juga menambahkan kalau program bantuan dari pemerintah juga belum lengkap. Soalnya yang disentuh baru di sektor hulu. Masih berkutat pada pemberian subsidi pupuk, bibit, dan alsintan. Di hilirnya, yang terkait dengan penanganan pasca panen atau akses pemasaran produk, belum benar-benar diperhatikan. Padahal kesejahteraan petani, kan, juga ditentukan oleh pendapatan mereka dari hasil penjualan panen.

Hari Tani Nasional

Itu mengapa, petani kita masih membutuhkan kita. Baik pihak pemerintah maupun swasta, sebaiknya bisa bergotong-royong menyelamatkan profesi petani di Indonesia dengan memberi dukungan nyata secara konsisten. Anggap saja ini sebagai bentuk rasa terima kasih kita ke mereka atas upaya menyediakan kebutuhan pangan. Juga agar profesi petani nggak punah di negeri agraris ini. Karena kalau tidak ada petani, kita mau makan apa? 

Baca juga: Indonesia Negara Agraris Sudah Merdeka, Apa Pencapaian di Sektor Pertanian?

 

Sumber data:

Dimas Jarot Bayu. 1 April 2021. Analisis Data: Indonesia dalam Ancaman Krisis Regenerasi Petani. Katadata.co.id: https://bit.ly/39m1SNN 

0 comments on “Perayaan Hari Tani Nasional, Apa Kabar Petani Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *