News

Habitat Serangga Mulai Punah, Apa Dampaknya?

Siapa yang hingga saat ini masih penasaran dengan rupa dan bentuk dinosaurus sebenarnya? Ya, bahkan anak kecil saja suka dengan dinosaurus. Meski spesies tersebut sudah tidak bisa mereka jumpai lagi. Dinosaurus memang termasuk makhluk hidup yang ikut dalam masa kepunahan massal yang terjadi 65 juta tahun lalu. Kepunahan terjadi disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanik, jatuhnya asteroid, serta menurunnya permukaan air laut. Berarti, cerita punahnya dinosaurus dalam film Jurassic World: Fallen Kingdom yang rilis tahun lalu, bisa beri gambaran sempurna tentang apa yang terjadi 65 juta tahun silam. Sayangnya kejadian ini terus berlanjut. Sekarang giliran habitat serangga yang terancam punah. Secara perlahan tapi pasti jumlahnya terus berkurang. Kalau nggak percaya, yuk simak di ulasan berikut!

Krisis habitat serangga bersifat global

Analisis terbaru dari 73 studi terbaik yang dilakukan, mengungkap bahwa jumlah serangga di muka bumi telah banyak berkurang. Kupu-kupu dan ngengat adalah spesies yang paling banyak terdampak. Bagaimana tidak? Ambil contoh lahan pertanian di Inggris, spesies kupu-kupu telah berkurang sebanyak 58% sejak tahun 2000 – 2009. Serangga lain yang juga terdeteksi berkurang drastis jumlahnya adalah lebah. Di Oklahoma, Amerika Serikat jumlah koloni lebah madu berjumlah 6 juta saat tahun 1947. Namun, hasil penelitian tahun 2013 lalu menyatakan bahwa jumlah koloni lebah telah hilang sebanyak 3,5 juta. Ada juga 350.000 spesies kumbang, terutama kumbang kotoran yang jumlahnya diperkirakan ikut menurun drastis.

Fenomena ini diperkuat oleh penelitian Francisco Sanchez-Bayo dan Kris A.G. Wyckhuys bahwa akan ada lebih dari 40 spesies serangga yang jumlahnya terus menurun dari tahun 2019 ini. Bahkan, sepertiga dari 40 spesies tersebut terancam punah. Nggak lucu kan kalau besok anak cucu kita cuma bisa denger kalau kupu-kupu itu indah dan lebah bisa menghasilkan madu – tanpa mereka bisa melihatnya secara langsung.  

Penyebab kepunahan habitat serangga

Bila kita menilik ke belakang, kepunahan massal di bumi yang sudah terjadi sebanyak lima kali rata-rata disebabkan oleh jatuhnya asteroid, pendinginan global, dan erupsi. Tapi bila kepunahan habitat serangga dikorelasikan dengan tanda-tanda kepunahan massal keenam, berarti penyebabnya ditambah oleh akibat keruwetan manusia sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga lingkungan banyak dikorbankan, seperti dilakukannya alih fungsi lahan. Dari lahan hutan jadi lahan gambut, dari lahan pertanian jadi lahan industrialisasi serta urbanisasi. Serangga yang banyak hidup di lahan tersebut ikut terberantas. Ditambah dengan sistem pertanian yang banyak menggunakan pestisida dan pupuk sintetis. Secara otomatis, bila lahan hijau di bumi berkurang, keseimbangan iklim juga ikut hilang. Perubahan iklim yang terjadi secara drastis juga membuat habitat serangga tidak mampu bertahan hidup.  

Bila serangga punah, apa dampaknya bagi kehidupan manusia?

Serangga merupakan bagian penting dari sebuah ekosistem kehidupan di bumi. Sehingga bila serangga jumlahnya berkurang dan bahkan berangsur punah, akan membuat makhluk hidup lainnya ikut punah. Seperti banyak tanaman yang membutuhkan serangga untuk penyerbuk dan pengontrol hama. Serangga juga menjadi sumber makanan bagi reptil, burung, mamalia, dan ikan. Kalau sumber makanan berkurang, mereka akan kelaparan dan secara tidak langsung ikut punah. Padahal manusia juga mendapat sumber makanan utama dari tumbuhan dan juga hewan. Ini seperti api yang menjalar, meski hanya satu bagian yang kena, bagian lain pasti ikut terlalap api.  

Bila hal tersebut sudah mulai dirasa menyeramkan, kenapa tidak kita sebagai manusia yang berusaha memperbaikinya. Meski di muka bumi ini, populasi manusia hanya 0,01% dari total seluruh makhluk hidup yang ada di darat, laut, dan udara, tapi apa yang manusia lakukan dampaknya bisa jadi luar biasa. Bila manusia melakukan hal yang baik, pasti makhluk hidup lainnya ikut terselamatkan. Tapi kalau manusia terus tidak peduli dan hanya mementingkan diri sendiri, akibatnya seluruh isi bumi ikut terancam. Karena itu, mulai hal baik untuk menyelamatkan lingkungan bisa dimulai dari sini! Selamatkan lahan hijau, selamatkan lahan petani!  

Referensi:

Damian Carrington. 10 Februari 2019. The Guardian: https://bit.ly/2MXyAca

Tony Firman. 15 Februari 2019. Tirto.id: https://bit.ly/2TQSk3H

3 comments on “Habitat Serangga Mulai Punah, Apa Dampaknya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *