Memasuki musim penghujan di Indonesia menimbulkan berbagai macam perubahan, terkhusus pada sektor pertanian. Perubahan tersebut mempengaruhi kelembaban, suhu, angin dan lainnya yang memicu perkembangbiakan organisme lain yang berpotensi menjadi hama dan penyakit tanaman. Namun untuk beberapa petani di Indonesia khususnya petani sayuran dan hortikultura, membangun sebuah greenhouse sebagai tempat untuk bercocok tanam pada saat musim penghujan dapat menjadi salah satu solusi di era smart farming ini. Simak ulasan singkat mengenai greenhouse untuk pemberdayaan petani di bawah ini!

 

Apa itu smart farming?

Smart farming merupakan sebuah metode pertanian cerdas yang berbasis teknologi. Teknologi yang dipakai pun dapat berupa drone penyemprot pestisida, drone untuk memetakan lahan serta sensor tanah dan cuaca.

 

Apa itu greenhouse?

Greenhouse atau biasa yang disebut dengan glasshouse ini adalah sebuah teknologi pada sektor pertanian yang cukup mengalami perkembangan yang pesat. Menurut pengertiannya, greenhouse merupakan sebuah bangunan yang dirancang untuk melindungi tanaman dari segala bentuk cuaca yang berlebihan. Tujuannya sendiri adalah untuk membentuk sebuah kondisi yang ideal tanpa perlu bergantung pada lokasi, iklim dan cuaca serta kondisi lingkungan lainnya.

 

Bagaimana perkembangan greenhouse di era smart farming?

Berkaca pada pengertian dari smart farming sendiri, perkembangan greenhouse pada era smart farming ini memang sangat terintegrasi kepada teknologi. Namun walaupun telah terintegrasi dengan teknologi, greenhouse memiliki komponen utama yang dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu:

 

  • Structural design

Desain struktural ini memiliki fungsi untuk melindungi tanaman dari kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh cuaca, maupun angin.

 

  • Atap dan penutup

Sedangkan untuk atap dan penutup ini berfungsi untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit serta menjadi filter sinar UV. Atap dan penutup ini biasanya memiliki bahan dasar polyethylene film atau lainnya.

 

  • Pengatur lingkungan

Untuk komponen yang satu ini, sistem pengendalian lingkungan ini terdiri dari sistem sensor, perangkat stimulator untuk mengatur suhu ruangan, alat penyinaran serta perangkat pengatur lainnya.

 

Dari ketiga komponen tersebut, pengembangan teknologi greenhouse terkini mengintegrasi ketiganya dengan sistem irigasi dan juga fretrigasi. Lalu dioperasikan secara digital dengan sistem yang terukur atau disebut juga precision farming.

 

Apa manfaat dari greenhouse untuk para petani?

Seiring dengan perkembangan industry, greenhouse sekarang tidak hanya berguna untuk melindungi tanaman namun juga dapat menjadi media untuk menstimulus tanaman dengan berbagai rekayasa didalamnya seperti dapat mengatur suhu, kelembaban, air dan juga penyinaran tanaman. Karena evolusinya yang sudah lebih modern, teknik bercocok tanam pada greenhouse ini juga dapat disebut dengan pertanian indoor. Tidak hanya sampai disitu, pengembangan teknologi green house di beberapa negara ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari bercocok tanam, serta meningkatkan margin laba.

 

Dengan berbagai manfaat yang bisa didapat dari perkembangan greenhouse pada era smart farming ini, maka kini saatnya bagi sektor pertanian Indonesia juga ikut menggunakan konsep greenhouse ini , agar kesejahteraan petani Indonesia dan perekonomian Indonesia semakin meningkat. Anda pun juga dapat membantu pemberdayaan petani di Indonesia untuk berkembang dengan cara berinvestasi pada sektor pertanian ini bersama CROWDE.