Belajar Bertani Inspiratif

GARAP Ku Sayang, Petani Ku Senang

Petani

Ada pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang” mungkin ada benarnya. Nah, supaya nggak benar kejadian, yuk, kita kenalan dulu dengan mitra petani GARAP satu ini. Namanya Pak Nunuk, petani asal Caringin, Bogor, Jawa Barat yang menjalankan budidaya komoditas cabai merah besar varietas baja. Pak Nunuk telah bergabung di GARAP selama 3 bulan dan hingga kini masih menjalankan budidayanya. Meskipun beliau belum panen, namun sebagai salah satu keuntungan yang bisa dinikmati anggota GARAP, Pak Nunuk akan mendapat kepastian pasar (tempat menjual hasil panennya). 

“Bagusnya di GARAP, akses pasarnya sudah jelas. Meskipun saya belum panen, saya sudah mendapat kepastian kemana nantinya hasil panen akan dijual atau dipasarkan, jadi nggak perlu khawatir lagi”, ungkap Pak Nunuk.

Beliau mengaku, kalau dulu hanya bisa menjual hasil panennya di pasar lokal. Padahal bila hasil panen hanya dijual ke sana, keuntungan yang diperoleh jadi tidak maksimal. 

Beliau menambahkan, “Kalau dulu, hasil panen, ya, cuma dijual ke pasar lokal sini, tapi itupun harga jualnya cenderung naik-turun jadi pemasukan juga nggak menentu.”

Selain mampu memberi akses pasar yang menjanjikan bagi petani, GARAP juga hadir untuk memberi akses permodalan yang ramah petani dengan skema pengembalian modal berupa hasil panen. Itupun, hasil panen akan dinilai dengan harga yang wajar. Petani akan mendapat harga jual minimal yang telah ditentukan sejak awal. Bila harga komoditas tertentu sedang turun di pasaran, maka penilaian akan menerapkan harga jual minimal. Namun, bila harga jualnya sedang naik, panen petani juga akan dibeli dengan harga yang mengikuti pasar. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh petani jadi lebih maksimal.

Pak Nunuk yang mengetahui informasi seputar GARAP dari rekannya sesama petani mengaku merasa terbantu dengan adanya kemudahan akses permodalan yang ditawarkan oleh GARAP. 

Bagi Pak Nunuk, GARAP mampu memberi dukungan kepada para petani yang sedang menjalankan budidaya melalui akses permodalan dan kebebasan untuk menjalankan budidaya mereka. Bahkan, mereka juga mendapat bimbingan dan pengarahan langsung dari para ahli yang bertugas di lapangan.

“Kami jadi lebih leluasa menjalankan budidaya, nggak takut mencoba cara baru untuk meningkatkan hasil panen karena, kan, juga ada tim yang ikut memantau di lapangan”, tambahnya.  

Di akhir, Pak Nunuk turut menyampaikan harapan beliau bagi sektor pertanian di Indonesia. Beliau berharap sektor pertanian bisa jadi lebih baik kedepannya, pangsa pasar jadi lebih bagus dengan harga komoditas yang stabil, serta teknologi pertanian yang digunakan petani bisa lebih maju. 

Baca juga: 5 Masalah yang Masih Membuat Petani Belum Merdeka

0 comments on “GARAP Ku Sayang, Petani Ku Senang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *