Menjadi negara yang mayoritas penduduknya bekerja di bidang pertanian, menjadikan Indonesia mendapat julukan sebagai negara agraris. Namun, sangat disayangkan karena produktivitas dari sektor pertanian di Indonesia dikatakan masih cukup rendah. Hal yang menjadi kendala adalah masalah permodalan usaha tani. Minimnya akses petani ke permodalan membuat usaha mereka sulit berkembang. Bahkan, banyak petani di Indonesia yang masih belum memiliki akun bank, sehingga mereka sulit mendapat akses permodalan dari institusi perbankan. Untuk mengatasi masalah tersebut, sekarang mulai bermunculan perusahaan fintech yang fokus pada permodalan usaha pertanian untuk pemberdayaan petani di Indonesia. Namun tidak hanya sampai disitu, pemberdayaan petani yang dilakukan oleh fintech pertanian lainnya adalah:

1. Kemudahan Akses Modal

Dengan adanya fintech yang bergerak di bidang pertanian dapat membuat Anda bisa ikut serta membantu pemberdayaan petani dengan menjadi pemodal untuk memodali usaha budidaya petani di Indonesia, dan semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Sehingga para petani dapat lebih mudah mendapat akses permodalan untuk menjalankan usaha budidaya pertaniannya.

2. Kemudahan Petani untuk Mengakses Pasar

Selain kemudahan untuk mengakses permodalan, fintech pertanian ini juga memberikan akses pasar kepada para petani sehingga mereka lebih mudah dalam menjual hasil panennya. Fintech pertanian akan bekerja sama dengan para off-taker yang akan membantu penyerapan hasil panen jadi lebih maksimal.

3. Bimbingan untuk Para Petani

Fintech pertanian juga memiliki peran dalam membimbing para petani di Indonesia yang sudah mau bekerja sama dengan mereka melalui paguyuban petani per daerah. Agar kemampuan petani jadi lebih baik demi tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan untuk masyarakat Indonesia.

Perusahaan fintech membangun sebuah platform peer-to-peer lending untuk permodalan usaha tani melalui skema pinjaman/bagi hasil. Salah satu platform tersebut adalah CROWDE, yakni sebuah platform permodalan yang memungkinkan Anda untuk berinvestasi dengan menyalurkan permodalan di bidang pertanian, dan semua prosesnya dilakukan secara online.

CROWDE bekerja dengan cara menghubungkan dua pihak penting dalam industri pertanian, yaitu investor/lender dengan para petani atau pelaku bisnis pertanian. Jika Anda tertarik untuk menjadi lender dan berinvestasi pada usaha pertanian, maka Anda juga telah ikut berpartisipasi memberdayakan petani di Indonesia dan meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Sebagai lender, Anda dapat memperoleh keuntungan dari bagi hasil profit antara Anda dengan pelaku bisnis pertanian atau petani tersebut. Semua proses dilakukan secara transparan dan Anda juga bisa ikut memantau jalannya proyek permodalan yang Anda pilih.

Itulah tadi ulasan singkat tentang fintech pertanian sebagai solusi untuk pemberdayaan petani di masa kini. CROWDE sebagai salah satu perusahaan fintech di bidang pertanian akan memberi kemudahan soal urusan modal usaha pertanian, kerjasama usaha pertanian, atau kemudahan untuk melakukan permodalan usaha pertanian di Indonesia. Untuk info lebih lanjut, kunjungi laman resminya di https://blog.crowde.co/