News

Tahun 2018, Ini Fakta Kondisi Sektor Pertanian Indonesia

pertanian

Bicara soal pertanian memang topik yang sangat jarang dibahas oleh kaum millenial. Padahal, tahukah kamu kalau sektor pertanian Indonesia menyumbang PDB (Produk Domestik Bruto) terbesar kedua hingga mencapai 13,6%. Jelas angka tersebut mampu tercapai karena dorongan pemerintah yang optimis menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Namun, progresnya sudah sampai mana ya? Kalau ingin tahu lebih lanjut, coba simak pembahasan berikut ini yuk! Siapa tahu kamu jadi ikut tertarik membantu.

Prestasi swasembada pangan hingga tahun ini sudah sampai mana?

Sejak tahun 2016, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Selain beras, bawang merah dan cabai juga sudah berhasil dicukupi oleh produksi dalam negeri. Di tahun 2017, Indonesia berhasil swasembada jagung. Bahkan, nilai ekspor pertanian tahun 2017 mengalami kenaikan 24 persen dari tahun sebelumnya. Target selanjutnya di tahun 2019 adalah swasembada gula konsumsi dan bawang putih. Nah, kalau Indonesia berhasil mengurangi produk impor, otomatis dapat mengurangi pengeluaran uang negara kan?

Bagaimana dengan kesejahteraan petani dan juga regenerasinya?

Kedua hal ini masih menjadi masalah yang serius. Karena menurut data yang didapat, sebanyak 17,10 juta rakyat miskin di pedesaan, 50%-nya bekerja sebagai petani. Kemudian untuk mensiasati hal tersebut, pemerintah memberi alsintan gratis kepada para petani kurang mampu untuk usaha taninya.

Indonesia yang memiliki 39,68 juta petani, namun 70% populasinya berumur di atas 45 tahun. Kemana regenerasinya? Untuk mengatasi hal tersebut, perguruan tinggi pertanian di Indonesia memiliki peran penting untuk regenerasi. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan penyuluhan dan pendampingan langsung kepada para petani.

Sektor pertanian mulai diarahkan ke agribisnis, apakah sudah semuanya siap?

Indonesia memiliki banyak lahan subur yang sangat mendukung sektor pertaniannya. Iklim tropis di Indonesia juga memberi keuntungan tersendiri. Banyak jenis buah dan sayur yang sangat cocok dibudidayakan pada iklim tropis, sukses juga menjadi komoditas ekspor nasional.

Saat ini pemerintah mengupayakan petani untuk bisa beralih ke tanaman pangan bernilai tinggi, seperti sayuran dan buah. Karena permintaannya akan lebih cepat meningkat di tahun mendatang. Penciptaan bibit unggul pun sedang diupayakan dengan menggandeng pihak swasta agar petani Indonesia secara mandiri bisa menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor.

Yang tidak kalah penting, apakah akses permodalan sekarang menjadi lebih mudah?

Sulitnya para petani mendapatkan akses permodalan juga menjadi kendala dalam memakmurkan hidup mereka. Bergantungnya para petani dengan tengkulak dan rentenir, memaksa petani tidak mendapatkan hasil keuntungan yang sepadan. Pihak perbankan juga kurang memiliki ketertarikan untuk membiayai sektor pertanian. Oleh karenanya, pihak swasta juga harus ikut tergerak untuk ikut membantu, tidak terkecuali Teman CROWDE!

Ada CROWDE yang khusus membantu permodalan petani Indonesia. Kamu bisa ikut berpartisipasi dengan langsung mendaftarkan diri dan pilih proyek mana yang kamu sukai. Buat petani mudah mengakses permodalan semudah kamu mengakses smartphone kamu!

0 comments on “Tahun 2018, Ini Fakta Kondisi Sektor Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *