Untuk menekan angka rupiah yang terus melemah, pemerintah harus optimis menaikkan jumlah ekspor. Agar perdagangan dalam negeri tidak makin tergerus oleh barang-barang impor. Termasuk juga di sektor pertanian. Kali ini sektor pertanian melalui Kementan yakin bisa mendorong nilai ekspor di tahun 2019. Melalui beberapa komoditas ekspor unggulan, seperti:

Komoditas Kopi

Dengan capaian produksi kopi di Indonesia sebanyak 660.000 – 690.000 ton tahun 2018 lalu, Indonesia punya kapasitas surplus sebesar 180.000 ton yang bisa untuk diekspor. Kebutuhan kopi dalam negeri sendiri hanya sekitar 320.000 – 330.000 ton. Diharapkan tahun 2019 ini, jumlah produksi kopi dalam negeri bisa makin meningkat. Indonesia bisa kok! Ini bukan tanpa alasan. Luas lahan budidaya kopi di Indonesia sudah mencapai 1,7 juta ha. Dengan hasil produksi yang bisa mencapai 2,5 – 3 juta ton per tahun. Hasil sebesar ini membuat pemerintah yakin bisa menjadi produsen kopi dunia.

Apa yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor kopi?

Kementan berupaya melakukan replanting atau penanaman kembali pada lahan yang berpotensi ditanami komoditas kopi. Seperti juga dengan memanfaatkan lahan rawa untuk diolah menjadi lahan potensial bagi tanaman kopi. Selama dua tahun ini, Kementan juga sudah memberi bantuan bibit unggul kepada para petani kopi dengan nilai Rp 5,5 triliun. Tujuan dari digunakannya bibit unggul adalah untuk meningkatkan produksi kopi hingga berkali-kali lipat.

Komoditas Rempah

Nilai ekspor rempah Indonesia tercatat mengalami peningkatan. Tahun 2017, nilai ekspor rempah Indonesia mencapai US$ 15,09 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 18,39% dari tahun 2016. Komoditas rempah Indonesia memiliki daya saing yang baik di pasar global. Alasannya, rempah Indonesia memiliki aroma yang kuat, diproduksi secara besar-besaran, dan juga harganya terjangkau. Indonesia juga berhasil menduduki peringkat ke-4 sebagai pengekspor rempah terbanyak di dunia.

Apa yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor rempah?

Kementan berupaya menerapkan Sustainable Spices Initiative (SSI) untuk pengembangan tanaman rempah secara berkelanjutan di Indonesia. Tujuan dari diterapkannya SSI adalah untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, memberi garansi keamanan pangan, dan diharapkan bisa memperkuat posisi para petani rempah. Agar mereka terus bersemangat memproduksi rempah-rempah Indonesia. Kementan juga mengupayakan pemberian subsidi bibit dan pupuk berkualitas kepada petani. Pemerintah telah memberi anggaran sebesar Rp 27 triliun untuk subsidi tersebut.

 

Kopi dan rempah-rempah merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia. Sehingga harus dijaga hasil produksinya atau bahkan terus ditingkatkan. Karena komoditas tersebut merupakan aset dan sumber penghasilan bagi negara kita. Bayangkan bila investasi yang telah digelontorkan negara bisa kembali berkali-kali lipat. Untuk itu, pemerintah juga tetap melakukan pengawasan agar proses budidaya tetap berada di jalurnya.

Seperti kamu yang melakukan investasi, pasti juga mengharapkan imbal hasil yang berlipat ganda. Karenanya, CROWDE juga selalu berupaya menjaga transparansi antar petani dengan pemberi modal (investor). Mengawasi jalannya proyek budidaya secara berkala untuk kemudian laporannya disampaikan kepada investor. Menjaga kredibilitas dan kepercayaan sudah menjadi hal wajib bagi CROWDE. Agar kamu sebagai investor bisa melakukan permodalan dengan tenang. Apalagi semua proses dilakukan secara online. Kamu pasti belum percaya kalau belum mencobanya sendiri. Yuk, akses segera kami di sini!