News

Gandeng Institusi, CROWDE Ciptakan Ekosistem Permodalan Inklusif

Inklusif

Tahukah kamu bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini sedang tidak prima? Pada Triwulan IV 2019, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,97 persen, sedangkan pada Triwulan I 2020 hanya mencapai 2,97 persen, turun 2 persen. Walaupun begitu, sektor pertanian sebagai sektor produktif masih berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan perlu dimulai dari pedesaan yang menjadi unit terkecil dan paling sederhana dari suatu negara. Pedesaan juga berperan besar dalam menyangga kebutuhan pangan kita yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan dengan mengandalkan tanah pertanian mereka. Dalam hal ini, CROWDE berupaya memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi pedesaan melalui penciptaan akses keuangan inklusif di sektor pertanian.

Aktivitas permodalan pertanian yang dilakukan oleh CROWDE telah membuka akses bagi petani kecil untuk lebih mudah mendapatkan modal usaha. Karena kenyataannya, tidak banyak petani kecil yang bisa mengakses permodalan bank disebabkan terhambat persyaratan administrasi oleh lembaga perbankan tersebut, ironi bukan? 

Memang, faktanya petani di negara agraris seperti Indonesia masih terbiasa untuk berhutang pada lintah darat maupun tengkulak karena tidak tahu akan mendapatkan modal dari mana lagi, yang kemudian seringkali menyengsarakan keluarga dan hidupnya. Sebagai upaya untuk meminimalisir kenyataan yang dihadapi petani tersebut, CROWDE menggaet perbankan dan Non-Governmental Organization untuk menghadirkan angin segar bagi pembangunan pertanian.

Lalu, bagaimana kontribusi CROWDE terhadap pembangunan pertanian?

Seperti yang kita tahu, CROWDE sebagai P2P Lending mendukung pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dengan mengedepankan green financing. CROWDE mengambil langkah untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dengan menggaet Bank Mandiri dan PRISMA sehingga secara bersama-sama dapat memberikan dampak baik yang lebih luas bagi sektor keuangan inklusif di bidang pertanian. Dengan melangkah bersama institusi pendana dan program kemitraan, CROWDE yakin dapat memberikan keterbukaan akses permodalan bagi para pekerja di sektor pertanian dan turut serta menjaga ketahanan pangan kita bersama.

Belum setahun lamanya CROWDE bekerja sama dengan Bank Mandiri, namun telah membuka akses permodalan lebih luas bagi para pekerja di sektor pertanian. Per akhir Juli 2020, CROWDE bersama Bank Mandiri telah dan akan menyalurkan lebih dari Rp42 miliar dalam 651 project kepada petani dan pedagang nusantara. Namun apakah jumlah tersebut sudah cukup untuk mengembangkan sektor pertanian kita? Tentu saja belum, karena jumlah petani di Indonesia mencapai lebih dari 33 juta orang dan butuh usaha lebih keras untuk merangkul lebih banyak petani agar terciptanya ekonomi inklusif tidak hanya sekadar kata-kata.

Sinergi antara CROWDE dengan Bank Mandiri dapat menemukan petani yang berkualitas untuk dikenalkan kepada teknologi permodalan sehingga tercapainya inklusi keuangan yang diimpikan. Permodalan yang difasilitasi oleh CROWDE disalurkan dalam bentuk input pertanian maupun penyerapan hasil tani oleh pedagang pupuk. Selain mendukung produktivitas lahan, input pertanian disalurkan dengan mementingkan keberlanjutan lahan di masa mendatang. Pedagang hortikultura pun dapat mengakses pinjaman untuk secara efektif dan efisien dapat menyerap hasil pertanian sehingga para petani tidak perlu mengkhawatirkan minimnya akses pasar.

Tidak hanya bekerjasama dengan Bank Mandiri, CROWDE juga sepakat menjalin kerjasama dengan PRISMA yg merupakan program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia di bidang pengembangan akses pasar di pertanian. Melalui kerjasama ini, CROWDE telah memberikan dampak baik kepada 15.000 petani di wilayah pedesaan Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat. Jumlah ini akan terus dikembangkan untuk memastikan lebih banyak petani bisa menerima dampak baik melalui terciptanya akses permodalan inklusif bersama CROWDE. Kerjasama ini tentu dapat membuat CROWDE melangkah lebih jauh bersama petani dengan memupuk masa depan pertanian melalui akses permodalan, pasar, dan teknologi.

CROWDE bersama PRISMA telah menyelenggarakan sosialisasi produk permodalan, pengaplikasian IoT, stakeholders gathering, dan hiring good consultant guna meningkatkan produktivitas pertanian. Pengenalan teknologi kepada petani menjadi salah satu langkah CROWDE untuk membantu petani agar memiliki kemampuan dalam mengelola lahan dengan mengumpulkan data suhu, curah hujan, kelembaban, hama, kecepatan angin, maupun komposisi tanah. CROWDE membutuhkan lebih banyak lagi pihak-pihak yang kompeten untuk memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi pertanian di Indonesia. Mari selamatkan petani dan pangan Indonesia!

Referensi:

Badan Pusat Statistik.  5 Februari 2020. Berita Resmi Statistik: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2019. Bps.go.id: https://bit.ly/3i1Rpth 

Badan Pusat Statistik. 5 Mei 2020. Berita Resmi Statistik: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2020. Bps.go.id: https://bit.ly/309oFsj 

Badan Pusat Statistik. 2018. Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (Sutas) 2018. Bps.go.id: https://bit.ly/317tx0q

0 comments on “Gandeng Institusi, CROWDE Ciptakan Ekosistem Permodalan Inklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *