Inspiratif

Daur Ulang Limbah Tongkol Jagung Menjadi Pupuk

Limbah kerap kali dikenal sebagai sebuah barang atau hal yang sudah tidak terpakai lagi. Meskipun begitu, limbah tidak selalu menjadi suatu hal atau barang yang tidak memiliki nilai. Sedikit kreativitas dapat mengubah limbah yang tidak terpakai menjadi suatu hal atau barang yang bernilai tinggi,bahkan bisa menjadi sebuah bisnis. Salah satu contoh pengelolaan yang dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan fungsionalitas bagi lingkungan dan juga bisnis adalah pengubahan tongkol jagung menjadi pupuk.

Limbah Jagung

Sekilas mengenai jagung, jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang dikenal sebagai penghasil karbohidrat yang baik seperti nasi dan juga singkong. Di Indonesia sendiri, jagung biasanya kerap diolah sebagai bahan baku dari tepung maizena hingga diolah sebagai santapan lain seperti sup dan bubur. Selain cukup diminati oleh pasar, tanaman dari jagung ini juga kaya akan manfaat lainnya seperti limbah jagung yang dapat dipergunakan kembali sebagai pupuk organik.

Banyak orang belum mengetahui manfaat daripada limbah jagung yang satu ini, pengolahan dari limbah jagung seperti tongkol jagung ini memiliki fungsionalitas yang tinggi bagi para petani itu sendiri. Pemanfaatan tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan baku dari pupuk organik karena memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, gula dan zat lainnya yang dapat membantu untuk penyuburan dari tanah.

Alasan Penggunaan Pupuk Kompos

Pada sebuah bisnis pertanian, penggunaan pupuk menjadi salah satu cara yang berguna untuk memperbaiki kualitas tanah hingga berfungsi memberikan suplemen bagi tanaman itu sendiri. Pupuk sendiri memiliki dua jenis yaitu pupuk organik atau kompos dan juga pupuk non-organik. Pemilihan pupuk yang tepat juga dinilai dapat memberikan efek yang baik pula bagi kesehatan lingkungan dan juga tanaman.

Penggunaan pupuk kompos pada tanaman dan lingkungan dinilai cukup memberikan efek positif yang sangat signifikan karena bahan dasar yang organik dan juga sangat ramah lingkungan. Pupuk organik sendiri biasanya berbahan baku dari limbah sampah organik seperti daun-daunan hingga kotoran hewan. Inilah mengapa tongkol jagung dinilai cukup efektif untuk menjadi bahan baku dari pupuk kompos atau organik ini. Pupuk kompos yang berbahan baku tongkol jagung biasanya lebih memiliki daya tahan yang lama sehingga hal tersebut sangat baik bagi lingkungan dan lahan pertanian. Selain itu, penggunaan pupuk kompos dari tongkol jagung ini juga dapat memberikan manfaat untuk memperbaiki unsur hara dalam media tanah.

Penggunaan pupuk merupakan salah satu hal yang cukup penting bagi sebuah bisnis pertanian. Itulah mengapa pemilihan dari jenis pupuk dapat memberikan efek yang berbeda pula bagi lingkungan dan juga tanaman yang sedang dibudidayakan pada lahan pertanian. Ini membuat hal tersebut harus dipahami oleh para petani yang ingin memiliki bisnis pertanian sukses. Kendati demikian, pengelolaan tersebut juga bergantung kepada modal usaha pertaniannya. Karena itulah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani Indonesia

Peran CROWDE

CROWDE merupakan sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian yang hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, CROWDE juga hadir untuk memberikan sebuah platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Mulai dari Rp10.000, Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “Daur Ulang Limbah Tongkol Jagung Menjadi Pupuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *