News

Dampak Penyebaran Virus Covid-19 pada Sektor Pertanian

Dampak para petani

Kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia pertama kali diumumkan oleh pemerintah pada tanggal 2 Maret 2020 lalu. Tentu hal tersebut menjadi berita besar yang menyatakan bahwa virus tersebut telah masuk ke Indonesia. Hingga hari ini, jumlah kasus positif pun terus bertambah – yang tentu membawa dampak bagi stabilitas perekonomian dan ritme/pola kehidupan masyarakat Indonesia yang harus selalu tertib menerapkan social distancing serta kampanye #dirumahaja terus digaungkan dimana-mana. Nyatanya, kasus penyebaran virus Corona juga membawa dampak bagi sektor pertanian di Indonesia, lho! Kira-kira apa saja dampak yang dirasakan para petani kita? Yuk, sama-sama kita cari tahu!

Tingginya harga berbagai kebutuhan budidaya

Saat menjalankan budidaya pertanian, para petani membutuhkan bahan dan alat pertanian, seperti traktor, pupuk, bibit, pestisida, dll. Beberapa dari kebutuhan tersebut ada yang merupakan barang impor dan harganya sangat bergantung pada kurs dolar. Mengingat penyebaran virus Corona sudah menjadi pandemi global dan terjadi di berbagai negara di dunia, memberi pengaruh pada melemahnya nilai tukar rupiah. Bahkan saat ini, nilai tukar rupiah sudah mencapai angka lebih dari Rp16.000 per US$1. Artinya, berbagai kebutuhan untuk petani menjalankan budidaya ikut menjadi mahal. 

 

Petani harus mengeluarkan modal lebih besar agar mereka tetap bisa menjalankan budidaya pertanian. Padahal, harga jual hasil panen tidak mengalami peningkatan. Karena jika hal tersebut terjadi, masyarakat Indonesia akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya. Namun bila petani berhenti berbudidaya, kondisi di Indonesia akan semakin susah. Sebab, kampanye #dirumahaja membuat kita jadi semakin sering merasa lapar.     

Faktor distribusi yang melemah

Ternyata, penyebaran virus Corona juga membawa dampak pada logistik bahan pangan yang terganggu. Rantai pasokan dari petani ke konsumen mengalami hambatan mengingat banyak daerah di Indonesia yang melakukan local lockdown. Jelas ini akan berpengaruh pada jalur distribusi bahan pangan yang tidak selancar biasanya. Belum lagi perusahaan logistik yang membatasi ruang geraknya ketika harus masuk ke suatu wilayah, terutama wilayah yang masuk zona merah. Para pakar bisnis juga menyebutkan bahwa sektor logistik dan perdagangan akan sangat terdampak dari adanya penyebaran virus Corona. Biaya distribusi barang dari satu tempat ke tempat yang lain juga menjadi lebih mahal.

 

Ini kemudian membuat hasil panen petani tidak dapat terserap maksimal. Hasil panen yang termasuk barang mudah rusak/busuk tidak bisa dibawa berlama-lama dalam mobil angkutan. Meski sebenarnya permintaan akan kebutuhan pangan di dalam negeri cukup tinggi dan membuat stok di pasaran cepat habis.

Kesehatan petani ikut terancam

Data menunjukkan bahwa penduduk dengan usia lanjut lebih berisiko terserang virus Corona dan memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dari penduduk berusia muda. Sedangkan menurut data tahun 2013, dari total 26.135.469 petani di Indonesia, petani dengan kelompok usia 55 tahun sampai di atas 65 tahun jumlahnya mencapai sekitar 8,5 juta petani, dan petani dengan kelompok usia 45 – 54 tahun mencapai lebih dari 7 juta petani. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyebaran virus Corona bisa menjadi ancaman bagi kesehatan para petani di Indonesia. Padahal mereka adalah tulang punggung penyedia pangan nasional. Meski para petani sudah terbiasa menjalankan konsep physical distancing termasuk saat berbudidaya, namun risiko penularan menjadi meningkat ketika terdapat para pekerja dari wilayah Jabodetabek yang kembali ke kampung halamannya. Para pekerja tersebut berpotensi menjadi carrier virus Corona. Untuk itu, sebaiknya ada upaya pencegahan dan perlindungan bagi para petani terutama mereka yang berusia lanjut dari risiko penularan virus tersebut. 

Hambatan bagi ekspor impor

Munculnya fenomena penyebaran virus Corona yang berasal dari China membuat pemerintah terpaksa memberhentikan impor bahan pangan dari negara tirai bambu tersebut. Salah satu komoditas yang banyak diimpor dari China adalah bawang putih, yang sudah tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia sejak awal Maret lalu. Selain itu, barang impor non-pangan dari China yang utama adalah komputer (PC), laptop, dan mobile phone yang juga ikut kena imbasnya. Tidak hanya produk impor, pertumbuhan perdagangan ekspor Indonesia juga diperkirakan oleh Bank Indonesia (BI) akan jatuh ke kisaran minus 5,2 – 5,6 persen pada tahun ini akibat penyebaran virus Corona. Rantai suplai global yang terganggu, turunnya volume perdagangan, hingga rendahnya harga komoditas membuat aktivitas ekspor tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Hal tersebut akan memberi pengaruh pada petani yang biasa mengekspor hasil panennya ke luar negeri. Profit mereka jadi menurun. Pasalnya, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar di Indonesia. Namun, di tengah penyebaran virus Corona – lembaga analisis memprediksi angka ekspor ke China akan menurun drastis. Seperti yang terjadi pada komoditas ekspor utama Indonesia, yaitu kopi. Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) memprediksi ekspor kopi dari Indonesia ke sejumlah negara berpotensi mengalami penurunan akibat wabah virus Corona yang disebabkan oleh adanya hambatan pengiriman.

 

 

Jelas musibah ini berdampak besar bagi Indonesia, termasuk juga pada sektor pertaniannya. Namun, kalau kita mau gotong-royong saling membantu, pasti kita bisa melalui ini bersama. CROWDE juga tidak bosan mengingatkan kamu untuk selalu menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga dan konsumsi makanan bergizi. Meski kampanye #dirumahaja bikin kita jadi mudah lapar, tapi bukan berarti kita nggak kontrol makan, ya. Pasti pada nggak mau, kan, virus Corona berlalu, eh, berat badan malah naik. Mending uang makannya dialihkan untuk bantu dukung para petani agar mereka tetap semangat menjalankan budidaya demi ketersediaan pangan yang mencukupi di Indonesia. Caranya bisa kamu temukan di sini!  

0 comments on “Dampak Penyebaran Virus Covid-19 pada Sektor Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *