Bantu Petani Indonesia, CROWDE Buka Peluang Kerjasama dengan BPD Indonesia

By Afrianti Eka Pratiwi - April 19, 2022

-

CROWDE kini mulai memperluas kerjasamanya dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan ketika CROWDE berpartisipasi dalam acara Eastern Indonesia Financial Innovation Lab (EIFIL), yang merupakan inisiatif dari OJK dan Asian Development Bank (ADB). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bank NTT, Bank NTB Syariah, Bank Maluku Malut dan Bank Salutgo.

Program EIFIL yang dimulai pada bulan Juli 2020 ini bertujuan untuk memfasilitasi dan berkolaborasi antara sektor fintech dengan BPD di Indonesia Timur. Dimana EIFIL memberikan fokus lebih kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dibangun oleh perempuan dan anak-anak muda, terutama pada sektor agrikultur dan pariwisata. Dengan mengikuti program ini, diharapkan keduanya saling berinovasi dan mampu meningkatkan kapasitas BPD sebagai penggerak utama inklusi keuangan di wilayah setempat.

“Teknologi yang telah kami rancang dalam aplikasi CROWDE sangat membantu dalam meminimalisir risiko yang terjadi di lapangan, karena kita bisa memantau secara langsung periode waktu panen, dan sebagainya. CROWDE juga menyediakan fitur ‘kunci lokasi’ untuk fokus ke beberapa wilayah pertanian. Inilah solusi kami untuk bisa membantu pencarian off-takers yang sesuai dengan kebutuhan BPD setempat - dan langkah-langkah tersebut telah berhasil dijalankan dengan kolaborasi perdana bersama Bank Jawa Barat (BJB),” ungkap Yohanes Sugihtononugroho, Chief Executive Officer CROWDE.

Sebelumnya, CROWDE telah berkolaborasi dengan BJB dan itu menjadi contoh keberhasilan dari kerjasama yang baik antara Bank Pembangunan Daerah dengan startup fintech. Dengan tujuan menyejahterakan petani lokal, CROWDE dapat memberikan dukungan melalui BPD berupa pendampingan budidaya oleh para ahli, sarana produksi pertanian melalui mitra toko tani, serta membuka akses pasar.

Selain itu, CROWDE juga menyediakan akses permodalan yang dibutuhkan petani untuk memulai usahanya. Karena tidak membutuhkan agunan, akses terhadap pendanaan dari CROWDE bisa membuka kesempatan yang lebih luas, terutama untuk masyarakat yang belum tersentuh/memiliki akun bank (unbanked), untuk membangun rekam jejak dan digitalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdasarkan data yang ada. Keseluruhan proses bisa berjalan lebih cepat dengan bunga yang kompetitif untuk para petani.