News Permodalan

CROWDE Gagal Bayar, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

CROWDE Gagal Bayar

Usaha pertanian dicap memiliki risiko tinggi, salah satunya adalah risiko gagal bayar. Risiko seperti ini juga pernah dialami petani yang menjalankan proyek permodalan di CROWDE. Penyebabnya, sih, ada banyak, seperti petani yang tiba-tiba kabur, faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen, sampai anjloknya harga jual sehingga besar profit tidak mencapai target. Ini yang kemudian menyebabkan CROWDE gagal bayar ke pihak lender, dimana petani yang menjalankan usaha pertanian tersebut tidak mampu membayar kembali pokok pinjaman beserta bunganya. Atas peristiwa yang terjadi ini, kami ingin meminta maaf dan telah berupaya melakukan penyelesaian terbaik. Nah, kira-kira apa yang CROWDE lakukan untuk bisa mencapai win-win solution? Simak ulasannya di bawah, yuk!

CROWDE gagal bayar, proses mediasi pun dilakukan bersama petani

Selalu ada yang terjadi di luar rencana, termasuk juga pada proyek permodalan petani. Bila mitra petani kesulitan mengembalikan modal usaha milik lender, proses mediasi pun dilakukan dengan mendatangi mereka. Tim CROWDE akan menemui mitra petani yang bersangkutan dan meminta penjelasan secara detail tentang masalah yang terjadi dan mencari tahu apa penyebabnya sampai pengembalian modal jadi terhambat. 

Umumnya, gagal bayar tersebut disebabkan oleh petani yang mengalami gagal panen, entah itu karena kesalahan dari pihak petani, terjadinya bencana alam, atau karena cuaca yang tidak mendukung dan memicu serangan hama pada tanaman budidaya mereka. 

CROWDE Gagal Bayar

Petani membuat surat pengakuan utang

Setelah melakukan mediasi, tidak lupa CROWDE juga mengeluarkan surat pengakuan utang yang harus disepakati oleh petani untuk bertanggung jawab melunasi pinjaman modal milik lender. Petani yang memiliki aset bisa berusaha menjual asetnya agar dapat melunasi pinjaman modal. Namun, bila petani tidak memiliki aset, petani wajib melakukan tanam ulang.  

Memberi kesempatan kedua dengan memegang kendali penuh

Petani diminta untuk melakukan budidaya kembali menggunakan modal sendiri atau mendapat bantuan dari pihak CROWDE asalkan kami yang memegang kendali penuh atas proses budidaya ulang tersebut. Ini dilakukan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi dan kami dapat langsung memantau perkembangan budidaya sampai berhasil panen. Proses pendampingan dipimpin langsung oleh para ahli di bidang pertanian agar hasil panen yang diperoleh sesuai target. Nah, agar proses budidaya juga cepat selesai dan mitra petani dapat segera memenuhi kewajibannya, mereka akan meminta bantuan petani lain di daerahnya untuk ikut bersama-sama melakukan budidaya ulang.

Petani wajib melakukan pengembalian bertahap

Dari budidaya ulang yang dilakukan mitra petani, mereka bisa melakukan pengembalian modal dengan fitur pengembalian parsial. Tentunya, kami memberikan timeline yang disepakati kedua belah pihak agar mereka merasa lebih bertanggung jawab dengan rencana yang telah dibuat. Petani pun dapat mencicil pengembalian sesuai dengan timeline/perjanjian tersebut. 

Dengan adanya tahapan penyelesaian seperti di atas, CROWDE berharap bisa memberi jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak. Meski demikian, kami sudah memiliki strategi mitigasi risiko sendiri agar kesalahan yang sama seperti CROWDE gagal bayar, tak terjadi lagi. Apa yang CROWDE lakukan? 

  1. Menerapkan sistem cashless disbursement. 
  2. Memperbanyak jumlah field agent (FA) sebagai perpanjangan tangan CROWDE di lapangan, yang akan memberi bimbingan ke mitra petani.
  3. Memperkaya input seleksi proyek permodalan dari credit scoring engine CROWDE dengan memanfaatkan upaya tanggung renteng kelompok paguyuban, dan penggunaan IoT untuk mengetahui kondisi kelayakan lahan petani.  
  4. Memperbaiki prosedural customer handle sesuai dengan ketentuan POJK 77.
  5. Menyediakan hotline service (HaloTani) yang bisa digunakan mitra petani untuk bertanya/menyampaikan kendala apapun yang terjadi di lapangan. 
  6. Bekerja sama dengan off-taker institutional/retailer agar hasil panen mitra petani dapat terserap maksimal dengan harga yang lebih stabil.

Kami ingin bisa memberdayakan lebih banyak lagi petani di Indonesia. Tagline #BersamaPetani pun kami buat untuk selalu mengingatkan pentingnya memberi dukungan ke mereka, meski itu sangat berisiko. Demi masa depan sektor pertanian yang lebih baik. 

Baca juga: Ingin Mulai Usaha Pertanian? Berikut 5 Cara Mendapatkan Modal Usaha

2 comments on “CROWDE Gagal Bayar, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *