News

Demi Tingkat Kesejahteraan, CROWDE Gaet Kamar Dagang dan Industri (KADIN)

Kamar Dagang dan Industri

CROWDE menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada 8 Desember lalu, saat acara Rapimprov II KADIN di Jawa Barat. MoU tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa & Ekonomi Pesantren – H. Haerul Tamam, Direktur BUMDes Mitra Karang Jawa Barat – Enung Komalasari, Kepala Desa Karangnunggal – Herliman, dan juga CEO & Co Founder CROWDE – Yohanes Sugihtononugroho.

Kamar Dagang dan Industri yang merupakan wadah bagi para penggiat usaha di Indonesia bersama BUMDes Jawa Barat dan CROWDE memiliki misi yang sama yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat desa dengan memberi dukungan ke usaha mereka agar jadi lebih maju dan berkembang. Kamar Dagang dan Industri sangat mendukung terciptanya ekosistem pertanian (inclusive closed loop) agar keberlanjutan usaha pertanian dan petaninya di Indonesia dapat terjaga. Ekosistem yang menghubungkan sektor pertanian dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan demi terciptanya daya saing, meningkatkan produktivitas usaha tani, dan membuat petani jadi lebih sejahtera.

Ini sejalan dengan tujuan CROWDE yang ingin meningkatkan pemberdayaan taraf hidup petani di Jawa Barat dengan melibatkan mereka ke dalam ekosistem pertanian CROWDE. CROWDE akan memberi pendampingan budidaya oleh para ahli, sarana produksi pertanian melalui mitra toko tani yang telah bekerja sama dengan kami, serta memberi akses pasar yang didukung oleh 158 mitra off-taker kami, yang akan menyalurkan hasil panen petani ke retail modern dan juga industri pengolahan. Selain itu, CROWDE akan menyediakan akses permodalan yang dibutuhkan petani untuk memulai usahanya. 

Dengan juga melibatkan BUMDes di daerah Karangnunggal, Tasikmalaya, kami ingin meningkatkan pemanfaatan aset desa agar tercipta nilai tambah dengan mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang akan digarap oleh para petani di sana. Tak hanya itu, kami juga akan berkolaborasi mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Desa yang berguna secara jangka panjang. Ini dilakukan dengan mengharuskan mitra petani memiliki rekening, penyaluran modal menggunakan metode cashless yang melibatkan toko tani setempat, dan mengenalkan petani dengan sistem pemasaran digital. Dengan begitu, daya saing dan geliat pasar baik lokal maupun nasional, bisa turut dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.

Harapannya melalui kerja sama ini kita bisa sama-sama membangkitkan perekonomian desa agar usaha pertanian yang ada di desa bisa menjadi roda penggerak perekonomian nasional, dan membuat tingkat kemiskinan di desa berkurang“, ungkap Yohanes.

Salah satu mitra petani CROWDE, Pak Kabul yang telah tergabung ke dalam ekosistem CROWDE berpendapat bahwa proses budidaya menjadi lebih mudah dan keuntungan yang diperoleh pun maksimal karena semua sudah tersedia, beliau jadi bisa lebih fokus bekerja di lapangan mengurus tanaman budidayanya.

CROWDE, Kamar Dagang dan Industri, beserta BUMDes di Karangnunggal sepakat ingin meningkatkan produktivitas usaha tani dengan pemanfaatan teknologi yang mampu menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang dapat mempermudah kerja para petani sekaligus meningkatkan kuantitas serta kualitas hasil panen. Harapannya dengan kerja sama ini, usaha pertanian di desa dapat terus maju sehingga masyarakat di sana bisa hidup lebih sejahtera. 

Baca juga: Ekosistem Pertanian Cegah CROWDE Bangkrut, Apa Strateginya?