Event News

CROWDE Ekspansi Wilayah Sambil Digitalisasi Petani

Ekspansi wilayah

Kali ini CROWDE bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) mengunjungi kelompok petani jagung yang berada di dua daerah, yaitu di Desa Sintuwu, Kecamatan Palolo dan Desa Sopu, Kecamatan Nokilalaki di Kabupaten Sigi – Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan CROWDE bersama WVI ke sana adalah untuk melakukan ekspansi wilayah dan melihat bagaimana aktivitas para petani menjalankan pertanian. Sejalan dengan tujuan CROWDE yang ingin menjangkau lebih banyak lagi petani untuk bisa memperoleh akses permodalan, CROWDE memilih 2 daerah tersebut karena melihat potensi pertanian jagung di sana yang dinilai baik. Seperti yang kita ketahui, Kabupaten Sigi memiliki luas lahan untuk tanaman pangan (padi, jagung, kedelai) mencapai 45.000 Ha. Yang mana, hasil produksi komoditas jagungnya adalah sebanyak 39.880 ton per tahun, nomor dua setelah padi.    

Dalam setiap 1 ha lahan, petani bisa menghasilkan 6 – 7 ton jagung dengan harga dasar Rp4.500 – Rp5.000 per kilogram”, ungkap Kurnia Bagus, Project Manager CROWDE yang hadir sebagai perwakilan untuk melakukan ekspansi wilayah ke Kab. Sigi. 

Tidak hanya melakukan ekspansi wilayah, dana hibah WVI juga dimanfaatkan CROWDE untuk menyalurkan alat pendeteksi cuaca, pengukur pH, dan alat pengukur kelembapan tanah untuk para petani di sana. Dengan begitu, terjadi transfer teknologi terhadap para petani agar produktivitas mereka semakin meningkat. Bagaimana tidak? Para petani di Kab. Sigi sering menghadapi kendala, seperti tidak mengetahui kapan musim kemarau dan musim penghujan akan datang. Mereka terbiasa asal tanam tanpa memperhatikan musim. 

Ekspansi wilayah

Padahal, jika tanaman jagung ditanam pada saat musim kemarau, hasilnya akan lebih maksimal dan pendapatan mereka jadi lebih besar. Berbeda saat musim penghujan, pengeluaran produksi bisa lebih tinggi dan mengurangi profit. Sehingga dengan adanya alat pendeteksi cuaca, dapat membantu petani mengetahui waktu tanam yang tepat dan meminimalisir cost produksi.   

Bagus menambahkan, tujuan CROWDE ke sana juga untuk mendapat input baru seputar SOP (Standard Operating Procedure) yang selama ini sudah diterapkan. Dengan cara membandingkan prosedur yang diterapkan para petani jagung di sana – agar dapat memperoleh sebuah improvement prosedur penanaman terbaik bagi komoditas jagung. 

CROWDE akan terus melanjutkan visi-misinya untuk menjangkau dan mendukung para petani di wilayah terpencil dengan menyediakan akses permodalan serta teknologi pertanian, agar kualitas hidup mereka makin sejahtera.    

Saya bersyukur para petani di sana punya keinginan untuk belajar hal baru, sangat terbuka dengan ilmu dan informasi yang kami bawa, yang bisa menjadi contoh bagi petani-petani lain. Bahkan gapoktan (gabungan kelompok tani) mereka jadikan sebagai sarana/tempat untuk berbagi informasi seputar budidaya”, tutup Bagus. 

0 comments on “CROWDE Ekspansi Wilayah Sambil Digitalisasi Petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *