Event

Dukung Sistem Pertanian Berkelanjutan, CROWDE Adakan Kelas Edukasi untuk Para Petani

Edukasi

Beberapa waktu lalu, CROWDE beserta Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) mengadakan kelas edukasi untuk para petani CROWDE yang ada di Cipangisikan, Pengalengan, Bandung Barat. Kelas edukasi telah diadakan sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Diisi oleh beberapa praktisi sebagai perwakilan dari PPBBI, yaitu Bapak Haryo Tejo Prakoso, M.Agr.Env. dan Bapak Deden Dewantara, S.P., M.Si. Tujuan dari diadakannya kelas edukasi tersebut adalah untuk memberi pengajaran seputar pentingnya sistem budidaya petani yang berkelanjutan. Memaparkan penjelasan bagaimana budidaya yang baik, mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen, agar usaha pertanian mereka dapat berjalan secara berkelanjutan.

Lalu, apa saja materi yang disampaikan? Ingin tau? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Pentingnya lahan untuk setiap budidaya petani

Luas lahan pertanian Indonesia tercatat hingga akhir tahun 2018 lalu adalah seluas 7,1 juta ha. Lahan digunakan sebagai media tanam. Kondisinya harus dipastikan baik sebelum akan memulai proses budidaya. Karena lahan yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya pertanian itu sendiri. Untuk setiap jenis komoditas budidaya, kebutuhan akan kondisi lahannya berbeda-beda. Kita ambil contoh untuk budidaya jagung.

Lahan yang digunakan untuk budidaya jagung harus memiliki kadar air yang cukup, namun tidak tergenang. Lahan harus memiliki pH tanah bernilai 6 – 7. Tambahkan bahan organik dalam bentuk kompos untuk meningkatkan struktur tanah, melepaskan nutrisi secara perlahan, hingga mampu meningkatkan aktivitas mikroba yang menguntungkan bagi tanaman jagung. Oleh karenanya, lahan harus mampu menyediakan ruang di antara partikelnya untuk menahan udara demi kelangsungan hidup mikroba dalam tanah. Serta, pastikan lahan mendapat sinar matahari yang cukup karena tanaman jagung merupakan tanaman yang memiliki tingkat fotosintesis tinggi.   

Ciri-ciri lahan pertanian yang sehat

Lahan pertanian yang cocok untuk budidaya adalah yang memiliki kadar hara yang tinggi, kadar pH netral, tidak mengeras setelah ditanami, tetap lembab ketika musim kering, dapat menahan erosi, mendukung populasi dan perkembangan mikroba yang tinggi, serta tidak membutuhkan peningkatan pupuk untuk menghasilkan panen yang maksimal dan berkualitas.  

Cara pengelolaan lahan yang benar

Lahan pertanian membutuhkan tanah yang subur. Yaitu, tanah yang mampu mencukupi kebutuhan tanaman. Tanah yang subur didapat dengan cara pengelolaan lahan yang benar. Bisa dilakukan dengan cara:

  • Menggemburkan tanah untuk tujuan membuat rongga udara di dalam tanah agar akar-akar tanaman mudah menembus dan mudah bernafas.
  • Mengatur jarak tanam untuk tujuan agar seluruh tanaman mendapat cahaya matahari dan zat makanan yang cukup.
  • Membuat saluran irigasi untuk mengontrol perairan sesuai kebutuhan tanaman, baik pengairan untuk sistem tadah hujan, maupun pengairan teknis yang bersumber dari sumber air tertentu.
  • Mengatur keasaman tanah dengan memberi kapur untuk menetralkan kondisi tanah yang terlalu asam, atau memberi kompos untuk tanah yang terlalu basa.
  • Menanami tanaman pelindung untuk tujuan agar sinar matahari tidak langsung mengenai tanaman baru yang masih lemah dan untuk menahan erosi.

Teknik budidaya yang baik

Pemerintah saat ini sedang mengupayakan cara budidaya tanaman yang baik melalui GAP (Good Agricultural Practices). GAP dapat terwujud apabila budidaya yang dilakukan sudah memenuhi persyaratan mutu, keamanan pangan, keberlanjutan lingkungan, kesehatan dan keamanan pekerja, serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Aspek yang harus ada dalam komponen GAP, seperti lahan harus bebas dari cemaran limbah berbahaya dan beracun; tindakan konservasi harus dilakukan pada lahan yang miring; kotoran manusia tidak digunakan sebagai pupuk; pupuk disimpan terpisah dari produk pertanian; pelaku usaha pertanian harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengaplikasian pestisida; air yang digunakan untuk irigasi tidak mengandung limbah berbahaya; wadah hasil panen yang digunakan dalam keadaan bersih dan tidak terkontaminasi; pencucian hasil panen menggunakan air bersih; area pengemasan hasil panen harus terpisah dari tempat penyimpanan pupuk dan pestisida.  

CROWDE selalu percaya, membangun sistem pertanian berkelanjutan akan lebih menguntungkan. Tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk jangka panjang. Seperti, ikut berinvestasi dengan memberi permodalan ke usaha budidaya petani di Indonesia. Manfaatnya bisa kamu nikmati tidak hanya untuk sekarang, tapi juga nanti. Disamping itu, kamu juga ikut membantu memberi dukungan kepada para petani untuk menjalankan usaha pertaniannya. Agar kebutuhan pangan dalam negeri dapat terus tercukupi sepanjang masa. Kamu yang sudah penasaran gimana caranya, yuk temukan selengkapnya di sini! Tidak ada cara yang lebih baik untuk membuat kamu tetap bisa makan, dengan berkontribusi membantu petaninya.

Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.

0 comments on “Dukung Sistem Pertanian Berkelanjutan, CROWDE Adakan Kelas Edukasi untuk Para Petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *