Belajar Bertani

Ciri-Ciri Air yang Cocok Untuk Budidaya Hidroponik

Metode budidaya tanaman hidroponik saat ini sedang tren di kalangan masyarakat Indonesia karena proses pembudidayaan yang terbilang cukup mudah. Tidak memerlukan tanah, tapi cukup dengan air yang mempunyai  unsur campuran hara. Bisa diartikan secara harfiah, hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara. Jadi tidak perlu khawatir untuk Anda yang pemula karena metode ini bisa diaplikasikan oleh siapapun, bahkan yang tidak pernah belajar pertanian pun bisa melakukannya.

Kendati demikian, untuk memulai budidaya tanaman dengan metode hidroponik air memegang peranan penting. Jika diperhatikan sekilas hampir seluruh air mempunyai keadaan yang sama, yaitu berwarna bening dan tawar. Padahal tidak semua jenis air tawar  sama, dan untuk menghasilkan hidroponik yang baik kondisi airnya perlu diperhatikan. Karena tidak semua jenis air bisa dimanfaatkan sebagai media tumbuh tanaman hidroponik. Berikut ini adalah ciri-ciri utama air yang bisa menjadi media tumbuh yang baik untuk budidaya hidroponik.

Mineral air harus stabil

Di dalam air sering terdapat kandungan mineral-mineral terlarut, dan tidak semua mineral bermanfaat. Karena ada beberapa larutan mineral yang berbahaya untuk pertumbuhan tanaman atau malah berbahaya untuk tubuh manusia bila nilai terlarutnya terlalu tinggi.

Di Indonesia rata-rata kandungan mineral terlarut sebesar 150-250 ppm, dan untuk air PDAM mempunyai nilai mineral terlarut lebih tinggi (di atas 250 ppm). Nilai mineral terlarut yang terlalu tinggi, tidak cocok bagi media tumbuh tanaman hidroponik. Karena dapat menghambat performa akar tanaman dalam proses menyerap nutrisi.

Perhatikan nilai pH (part of Hydrogen)

Nilai pH pada air akan menimbulkan efek terhadap kemampuan akar tanaman dalam menyerap nutrisi. Biasanya, tanaman hidroponik menggunakan nilai pH optimal pada kisaran angka 5.5-7.5.  Nilai pH lebih dari kisaran itu dapat menghambat kemampuan akar tanaman dalam menyerap nutrisi di dalam larutan. Dan nilai pH di bawah 5 lebih cenderung asam, dimana bisa mengakibatkan rusaknya sel-sel perakaran tanaman. Selain itu, nilai pH yang berada  di atas 7.5 pun berbahaya karena bisa mencemari tanaman.

Oleh karena itu, tidak semua jenis air bisa digunakan sebagai media tumbuh untuk tanaman hidroponik. Jadi syarat-syarat air untuk tanaman hidroponik di atas harus benar-benar diperhatikan. Supaya tanaman hidroponik tumbuh dengan sempurna dan tanaman tumbuh sehat. Untuk Anda yang ingin memulai bisnis di sektor pertanian, penting untuk mencari tahu tentang ilmu budidaya tanaman. Selain itu, modal usaha pertaniannya juga perlu untuk Anda pertimbangkan saat akan memulainya. 

Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Permodalan disalurkan oleh CROWDE berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petaninya. Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi CROWDE atau langsung mengisi form berikut! Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Bagi Anda yang tertarik untuk mendukung para petani di Indonesia, mulai dari Rp100.000 Anda sudah bisa ikut serta dalam terciptanya kesejahteraan petani di Indonesia. Informasi lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/ 

0 comments on “Ciri-Ciri Air yang Cocok Untuk Budidaya Hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *