Apa makanan yang biasa kalian konsumsi sehari-hari? Mulai dari konsumsi sayur, lauk-pauk, cemilan, sampai buah-buahan, apa semuanya adalah produk lokal? Sebab kenyataannya, sektor pangan Indonesia masih memiliki nilai impor yang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia pada September 2017 mencapai US$12,78 miliar, dan sebesar US$10,85 miliar disumbang oleh bidang non-migas, seperti dari golongan sayur, serta buah-buahan. Bahkan, di bulan Desember 2018, nilai impor bidang non-migas terus mengalami kenaikan menjadi US$13,31 miliar.

Coba tanya lagi ke diri kita, mana yang lebih kamu suka? Jeruk medan atau jeruk mandarin? Nyemilin edamame atau kacang kedelai rebus? Ayo, coba jujur! 

Bukan berarti produk pangan dalam negeri kalah kualitasnya dengan produk impor. Hanya saja dalam keputusan pembelian, konsumen terpengaruh pada atribut produk yang dapat diamati secara langsung, seperti ukuran, bentuk, rasa, dan harga. Itu mengapa, produk impor yang atributnya lebih baik dari produk lokal lebih mudah menarik perhatian konsumen.    

Namun, sebagai konsumen yang juga merupakan penduduk Indonesia, lebih baik kalau kita mengutamakan produk pangan lokal. Bukan karena apa-apa, hal ini dilakukan demi menjaga keamanan, ekonomi, dan kedaulatan pangan dalam negeri. 

Kenapa harus mengkonsumsi produk pangan lokal? 

Dengan predikat negara agraria, ironis bila kebutuhan bahan pangan saja – Indonesia masih harus melakukan impor. 

Produk pangan lokal dipercaya lebih aman karena tidak mengandung bahan pengawet, alias langsung dari petani kita. Sehingga lebih mudah untuk menyusuri asal usulnya. Bayangin aja, kalau buah impor seperti apel Granny Smith asal Amerika, harus melalui perjalanan selama tiga minggu. Karena waktu pengiriman yang panjang, buah tersebut harus dilapisi lilin fungisida dan pirazolin sebagai antimikroba agar buah tersebut tidak busuk sampai di Indonesia. Sekarang, apakah zat pengawet itu baik untuk tubuh kamu? 

Belum lagi pada saat pengepakan, apel impor lebih rentan terkontaminasi bakteri listeria monositogen yang bisa menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, mual, diare, hingga keguguran, lho!

Karena itu, nggak heran bila produk pangan lokal terbilang lebih aman dari produk impor. Sebab, yang namanya bahan pangan, kita membeli bukan hanya karena bentuknya yang cantik, tapi karena keamanannya untuk dikonsumsi, dan baik bagi kesehatan tubuh.

Selain itu, dengan mengkonsumsi produk pangan lokal, kamu turut berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin banyak penduduk yang mengkonsumsi produk lokal, maka pertumbuhan ekonomi kreatif yang rata-rata sebesar 5,46% per tahun, akan terus meningkat. Bahkan, PDB sektor pertanian di tahun 2018, tumbuh sebesar 3,7% menjadi Rp1.460 triliun, diharap bisa terus melonjak pada tahun-tahun berikutnya. 

Tidak berhenti sampai disitu, produk lokal jelas akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Ketimbang hanya menunggu produk yang datang dari luar negeri. Tercatat pada tahun 2017, sektor pertanian dalam negeri telah mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 39,68 juta jiwa

Kemudian, alasan paling penting dari mengkonsumsi produk pangan lokal adalah untuk bantu mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Indonesia bercita-cita menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045. Untuk bisa terwujud, negara juga butuh dukungan dari kita semua.

Dari sisi pemerintah, mereka terus berupaya membuat hasil produk pangan lokal selalu berkualitas sehingga tidak kalah saing dengan produk impor. Caranya dilakukan dengan menyalurkan bibit dan pupuk berkualitas kepada para petani lokal agar hasil produksi mereka jadi lebih baik. Pemerintah juga melakukan pembinaan konsumen dengan cara melakukan promosi agar konsumen selalu memilih produk pangan lokal. Ditambah dengan pemberian insentif dan fasilitas bagi produsen lokal untuk memperkuat promosi pemasaran, serta mencabut pajak pertambahan nilai (PPN) barang lokal.

Pemerintah telah menunjukkan dukungannya, kamu sebagai penduduk Indonesia sudah turut mendukung belum? Dukungan itu bisa ditunjukkan dengan selalu mengutamakan produk pangan dalam negeri dan ikut memberdayakan petani lokal. Mereka juga membutuhkan kamu, yuk, bersama-sama kita pasti bisa!