Inspiratif News

Ekosistem Pertanian Cegah CROWDE Bangkrut, Apa Strateginya?

crowde bangkrut

Ekosistem diartikan sebagai hubungan timbal balik yang tak terpisahkan dan saling menguntungkan. Inilah yang kemudian CROWDE adaptasi dengan membuat sebuah ekosistem pertanian. Tujuan akhirnya jelas ingin membentuk sebuah sistem pertanian berkelanjutan yang dapat menguntungkan para petani. Cegah CROWDE bangkrut, ekosistem pertanian juga kami percaya dapat membuat aktivitas pertanian berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Nah, sebenarnya strategi apa, sih, yang diterapkan CROWDE dalam ekosistem pertanian yang diciptakannya? Yuk, cari tahu sama-sama!   

Menempatkan agent di lapangan sebagai ‘temannya’ petani

Hah, agent? Eitss, maksudnya bukan agent mata-mata, ya. Agent atau Field Agent (FA) CROWDE ini direkrut untuk menjadi orang terdekatnya petani. Jadi, kalau mitra petani bingung atau sedang mengalami kesulitan saat berbudidaya, nanti FA bisa ikut memberi bimbingan. FA adalah orang pertama yang tahu permasalahan petani di lapangan. Nggak cuma itu, FA juga bertugas me-monitoring usaha budidaya petani. Monitoring di sini maksudnya, memantau kesesuaian aktivitas budidaya petani dengan SOP CROWDE, ketepatan penggunaan saprotan, memantau jadwal tanam hingga panen, sampai memfasilitasi kebutuhan petani yang berkaitan dengan budidaya. Saat ini, kami memiliki 49 FA di lapangan yang merupakan putra daerah di masing-masing wilayahnya.       

Melibatkan toko tani untuk menyalurkan modal usaha petani

Untuk meminimalisir terjadinya kekeliruan dalam penyaluran modal usaha petani, CROWDE menyalurkan modal tersebut secara cashless dalam bentuk saprotan. Dimana CROWDE bekerja sama dengan toko tani yang berada di wilayah proyek permodalan untuk bisa menyalurkan kebutuhan petani (saprotan) saat berbudidaya. Saprotan disalurkan ke petani secara bertahap sesuai dengan tahapan budidaya dan RAB yang telah disepakati di awal. Semua proses pengajuan dan pencairan saprotan akan difasilitasi oleh FA. Dengan begitu, kualitas saprotan yang diperoleh mitra petani lebih terjamin dan sesuai dengan kebutuhan. Mereka tinggal fokus menjalankan budidaya agar dapat menghasilkan panen melimpah.    

crowde bangkrut

Bekerja sama dengan pemodal institusional

Ya, tahun lalu, CROWDE telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa lender institusi, seperti Bank BJB dan BPR Supra untuk memodali mitra petani di wilayah Cianjur, Sukabumi, serta Garut. Kerja sama dengan pemodal institusi ini dilakukan agar proses penyaluran modal ke petani berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Nyatanya, ada pertumbuhan yang signifikan pada nilai penyaluran modal dari tahun 2019 ke 2020 sebesar 413%. Juga ada sebanyak 85% mitra petani kami mengaku, proses penyaluran modal jadi lebih cepat, terkontrol, dan budidaya mereka jadi lebih terjadwal. Mereka tidak perlu lagi kehilangan momen tanam. Risiko kegagalan pun dapat diminimalisir. 

Cegah CROWDE bangkrut, petani untung, kami menyediakan akses pasar yang memadai

Berdasarkan survei yang kami lakukan, sebelum bermitra dengan CROWDE, sebanyak 60% petani mengaku menjual hasil panennya ke tengkulak. Tapi sayang, hasil penjualan mereka tidak maksimal karena harga jual panen dinilai murah. Gimana nggak? Namanya tengkulak membeli panen petani, kan, untuk kulakan (red: jualan). Jadi, pasti mereka mencari harga semurah-murahnya agar bisa dijual lagi dengan harga pasar. Yang untung siapa? Ya, jelas bukan petani. 

Petani, kan, harus mengeluarkan biaya produksi, dan seringnya hasil jual ke tengkulak nggak nutup biaya produksi. Karena itu, CROWDE bekerja sama dengan 158 off-taker (baik retail, maupun institusional) untuk bisa menyerap langsung hasil panen mitra petani. Ada yang digunakan sebagai bahan baku industri pangan, pelaku industri e-commerce, pasar modern, sampai ekspor, sehingga harga jualnya lebih tinggi. Petani pun bisa memperoleh profit yang wajar.

Nah, wujud ekosistem pertanian untuk mencegah CROWDE bangkrut ini diharap mampu memberi dampak positif bagi aktivitas pertanian di Indonesia. Terhitung sejak CROWDE berdiri hingga saat ini, sudah ada 37.300 petani yang tergabung menjadi mitra dan telah menyalurkan permodalan lebih dari Rp253.781 miliar. Tentu upaya kami tak berhenti sampai di sini agar kami bisa mendukung lebih banyak lagi petani di Indonesia. Dukung kami terus, ya! 

0 comments on “Ekosistem Pertanian Cegah CROWDE Bangkrut, Apa Strateginya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *