Bagi umat Islam, Hari Raya Idul Adha akan sangat identik dengan pemotongan hewan kurban. Dilakukan sebagai bentuk pengorbanan atas harta seseorang untuk lingkungan sosialnya. Harta tersebut kemudian diwakilkan oleh hewan kurban untuk disembelih dan dagingnya akan dibagi-bagikan. Hewan kurban itu bisa berupa sapi, kerbau, kambing, atau domba.

Karena ditujukan untuk dikonsumsi orang banyak, tentu pemilihan akan hewan kurban tidak bisa sembarangan. Beberapa standar harus dipenuhi agar dapat dikatakan layak sebagai hewan kurban. Berikut CROWDE ingin berbagi tips cara memilih hewan kurban yang benar agar layak dijadikan sebagai hewan kurban. Simak ulasannya berikut ya!

Dari segi fisik, bulu hewan harus mengkilat, tidak boleh terlalu kurus, apalagi memiliki cacat

Secara kasat mata, ciri yang paling mudah dideteksi terlihat dari kondisi fisik hewan. Kondisi fisik akan sangat menentukan mana hewan kurban yang bagus dengan yang tidak. Oleh karenanya, bagian-bagian hewan kurban yang wajib dicek terutama bagian mata, hidung, telinga, bulu, kuku, dan kondisi fisik secara keseluruhan. Di semua lubang-lubang yang dimiliki hewan wajib tidak mengeluarkan darah atau lendir. Hewan juga tidak boleh memiliki penyakit kulit yang bisa terlihat dari bulu hewan tersebut. Keseluruhan anggota tubuh dari hewan kurban harus sempurna, tidak kurang satu apapun.

Dari segi usia, harus sudah mencukupi usia dewasa

Untuk ketentuan usia hewan kurban masing-masing berbeda. Untuk sapi atau kerbau biasanya yang sudah berusia 2 tahun. Sedangkan kambing atau domba dengan usia 1,5 tahun sudah bisa dijadikan hewan kurban. Takaran usia kematangan hewan dapat dilihat dari kondisi gigi hewan yang tidak lagi memiliki gigi susu dan sudah berganti ke gigi dewasa.

Selain cara tersebut, kamu bisa langsung menanyakan usia hewan kurban kepada penjual. Lalu penjual biasanya akan menunjukkan catatan kelahiran hewan tersebut. Di sana akan terlihat jelas kapan hewan lahir dan berapa usianya.  

Hewan kurban yang sehat pasti memiliki nafsu makan yang baik

Jika menilai dari kesehatannya, hewan kurban yang memiliki nafsu makan yang baik akan terlihat lincah. Dalam artian, hewan tidak lemas atau lesu. Badannya terlihat segar, dengan begitu dagingnya pun lebih banyak. Selain lebih banyak juga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Jangan lupa perhatikan juga tempat kamu membeli hewan kurban

Hal lain yang tidak kalah penting adalah tempat penyedia atau penjual hewan kurban. Biasanya hewan kurban akan memiliki label masing-masing untuk informasi mengenai ukuran berat badan dan penanda bahwa hewan kurban tersebut sehat. Juga sebaiknya jangan memilih tempat penjualan hewan kurban yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Karena kalau tempat penjualannya saja sudah tidak bersih, membuat hewan yang dijual ikut terkontaminasi sehingga tidak sehat.


Menjelang Idul Adha tahun ini, permintaan hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban mengalami peningkatan. Beberapa daerah di Indonesia nyatanya kewalahan menghadapi permintaan pasar. Oleh karenanya, agar permintaan dalam negeri tetap tercukupi, ayo bantu peternaknya modali usaha mereka di sini. Agar peternak bisa memproduksi hewan kurban lebih banyak lagi.