Belajar Bertani News

Belajar Cara Ekspor Hasil Pertanian Di Sini, Yuk!

Cara ekspor hasil pertanian

Ada prestasi lain yang ditunjukkan oleh sektor pertanian dalam negeri di tengah pandemi. Apa itu? Ya, berbagai komoditas pertanian berhasil dikirimkan ke 41 negara pada awal April kemarin. Jumlah transaksi dari kegiatan ekspor tersebut juga terbilang besar yaitu senilai Rp220 miliar. Ini membuktikan bahwa hasil produksi pertanian negara kita punya peminat yang cukup banyak di luar negeri. Dengan begitu, bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Lalu, kenapa kamu tidak mencobanya? Apa karena kamu masih bingung bagaimana cara ekspor hasil pertanian? Nah, cari tahu lewat ulasan di bawah ini, yuk!  

Cara ekspor hasil pertanian yang pertama adalah lakukan riset

Kenapa riset pasar itu penting? Ini dilakukan untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi yang belum kamu ketahui seputar peluang pasar. Riset dilakukan untuk mengetahui produk apa saja yang bisa diekspor, jenis produk yang dibutuhkan pasar luar negeri beserta negara tujuannya, dan apakah produk yang kamu ekspor boleh masuk ke negara tujuan atau tidak. Sebab di beberapa negara ada komoditas pertanian tertentu yang dilarang untuk diperjualbelikan. Informasi selengkapnya tentang ini juga bisa kamu dapatkan melalui situs resmi Kementerian Keuangan di sini. Selain itu, khusus untuk komoditas beras kamu harus mendapat izin dari BULOG, karena beras tidak boleh diekspor bila ketersediaannya di dalam negeri masih kurang. 

Kedua adalah mencari koresponden importir

Ketika kamu adalah petani yang menghasilkan produk pertanian langsung, kamu bisa bekerja sama dengan koresponden importir. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga menyediakan fasilitas ekspor ini yang bisa kamu manfaatkan dan dapat kamu temukan di sini. Nantinya perwakilan perdagangan seperti Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang tersebar di lima benua akan membantumu untuk mencari permintaan dari perusahaan luar negeri atas produk yang ingin kamu ekspor, ringkasan pasar beserta perwakilan/koresponden di luar negeri. Ada juga lembaga bernama FTA (Free Trade Agreement) Center yang tersebar di lima kota, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Lembaga tersebut memiliki tiga tenaga ahli yang bisa memberi informasi seputar prosedur ekspor, promosi dan pemasaran, serta implementasi perjanjian perdagangan. 

Setelah mendapat koresponden, kamu bisa menawarkan detail produk yang kamu jual untuk menarik minat pembeli. Terakhir, membuat perjanjian jual-beli yang berisi keterangan lengkap tentang produk yang diperjualbelikan, mutu, harga, syarat pengiriman, jumlah/kapasitas pengiriman, dan ketentuan lain yang diputuskan sesuai kesepakatan bersama.

Ketiga, mempersiapkan produk yang akan diekspor

Cara ekspor hasil pertanian selanjutnya adalah mempersiapkan produk ekspor. Karena produk yang dikirim akan menempuh perjalanan jauh dan membutuhkan waktu lebih panjang, maka produk yang dipilih harus benar-benar memiliki kualitas terbaik dan menggunakan pengemasan yang dapat menjaga kualitas produk di dalamnya. Moda transportasi yang dipilih beserta penempatan produk juga harus ikut dipertimbangkan agar produk pertanian yang kamu ekspor tidak rusak selama proses pengiriman. Mengingat komoditas pertanian merupakan produk yang tidak tahan lama (mudah busuk) sehingga kualitas produk yang dikirim serta packaging-nya benar-benar harus diperhatikan. 

Keempat, persiapkan dokumen yang diperlukan

Ketika produk sudah selesai dikemas dan siap untuk dikirim, jangan lupa untuk mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan. Apa saja dokumen yang diperlukan?

1. Dokumen tentang Pemberitahuan Barang Ekspor (PEB) yang meliputi data penerima barang, data eksportir, negara tujuan, transportasi yang mengangkut barang ekspor, dan detail produk yang dikirim.

2. Setelah itu, lakukan stuffing produk pertanian memakai armada transportasi yang sudah dipilih. Jika produk sudah diangkut, kamu akan menerima Bill of Lading yang akan digunakan untuk proses pencairan dana.

3. Apabila kesepakatan pembayaran menggunakan metode CIF (Cost, Insurance, and Freight), maka jangan lupa untuk mengasuransikan produk yang dikirim.

4. Ketika importir sudah melakukan pembayaran, kemudian dilakukan pemeriksaan dokumen dan hasilnya tidak ada kesalahan, berarti produk kamu bisa diterima oleh pihak importir (tidak dikembalikan). 

Itu tadi keempat cara ekspor hasil pertanian. Sebenarnya tidak sulit dalam prosesnya. Hanya saja kamu harus bisa memproduksi hasil panen berkualitas terbaik. Kenapa? Selain karena permintaan sesuai standar pasar luar negeri, kualitas produk terbaik juga akan meminimalisir kerusakan produk saat proses pengiriman. Sehingga produk yang kamu ekspor dapat diterima dan layak jual. Nah, untuk bisa menghasilkan produk pertanian berkualitas ekspor kamu tidak perlu bingung! Gabung jadi mitra petani CROWDE di sini, kamu akan mendapat bimbingan berkala agar dapat menghasilkan produk berkualitas terbaik. CROWDE #bersamapetani membuat usaha pertanian kamu makin berkembang.

0 comments on “Belajar Cara Ekspor Hasil Pertanian Di Sini, Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *