Komoditas

Apa Bisa Pohon Mangga Berbuah Saat Off-Season?

Budidaya komoditas mangga memang butuh waktu yang lama. Bahkan mulai dari awal penanaman sampai panen, membutuhkan waktu hingga 3 – 4 tahun. Musim panen mangga biasa jatuh pada bulan Agustus hingga November. Selama empat bulan tersebut, pohon mangga akan berbuah lebat dan kamu bisa dengan mudah menemukannya di pasar buah atau supermarket. Namun siapa sangka, meski saat ini sudah tidak lagi musim panen mangga, komoditas mangga masih tetap bisa berbuah lho! Tentu dengan teknik pembudidayaan yang sedikit berbeda dari biasanya. Teknik budidaya memanfaatkan teknologi off-season. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan teknologi off-season? Yuk, cari tau di ulasan berikut ini!

Tujuan melakukan teknologi off-season

Jelas, tujuan pertama adalah untuk menaikkan harga komoditas agar harga jualnya jadi lebih tinggi dibanding saat on-season. Jadi murni karena alasan ekonomi, petani mangga ingin mendapat keuntungan lebih besar dengan melakukan teknologi off-season ini. Tujuan yang kedua adalah untuk menjaga stok ketersediaan agar tetap bisa memenuhi permintaan pasar meski sedang tidak berada di musimnya. Sehingga komoditas mangga bisa tersedia sepanjang tahun.

Sebenarnya teknologi off-season ini bukanlah teknik baru. Sudah banyak petani yang memanfaatkannya. Namun, teknik ini tidak bisa diterapkan pada sembarang tanaman. Kondisi tanaman tersebut juga harus dilihat kelayakannya. Tanaman harus dalam kondisi sehat, yang ditandai dengan percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat, dan tidak sedang terserang hama penyakit. Tanaman juga harus sudah cukup umur. Terlebih, tanaman juga tidak sedang berada di fase akselerasi pertumbuhan vegetatif.

Melakukan teknologi off-season secara mekanik/fisik

Teknologi off-season secara fisik bisa dilakukan dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran pohon hingga terlihat pembuluh xylem (kayu pohon). Bisa juga dengan teknik pruning, yaitu dengan memangkas daun, cabang, dan ranting hingga gundul. Atau dengan melakukan pengikatan. Mengikat erat pohon dengan kawat hingga transfer hasil fotosintesa pembuluh floem terhambat. Selain itu, bisa dengan teknik stressing air. Membiarkan tanaman tidak disiram hingga mendekati layu. Lalu dengan tiba-tiba melakukan penggenangan air pada perakaran hingga pangkal pohon dalam jangka waktu tertentu.

Hanya saja, memanfaatkan teknik fisik seperti ini kurang terukur. Sehingga petani hanya kira-kira. Bila kebetulan pengaplikasiannya pas – ya berhasil, bila tidak – ya gagal. Oleh karena itu, teknik fisik ini kurang direkomendasikan karena tidak bisa memberi kepastian akan hasil akhirnya.    

Melakukan teknologi off-season secara kimia/hormonal  

Cara yang lebih terukur adalah dengan menggunakan teknik hormonal dengan bantuan bahan kimia. Yaitu, dengan menggunakan agro-chemical berupa bahan aktif Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Pada prinsipnya zat kimia tersebut dapat merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetatif untuk memunculkan fase generatif berupa bunga dan buah. Penggunaan ZPT diperbolehkan asal tidak melebihi dosis yang telah ditetapkan pemerintah.

Setelah pengaplikasian usahakan tanaman selalu tercukupi sumber airnya; pemupukan dilakukan dengan waktu, komposisi, dan dosis yang tepat; sanitasi lingkungan terjaga dengan berkala membersihkan gulma; serta selalu dilakukan pengendalian hama penyakit. Hal ini menjadi penting karena tanaman dipaksa melakukan akselerasi pertumbuhan dari vegetatif ke generatif. Sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius.

Sekarang kamu jadi tau kan, kalau tanaman mangga juga bisa berbuah di luar musimnya. Jadi bukan tidak mungkin untuk petani menikmati hasil panen di awal tahun 2019 ini. Profitnya pasti akan lebih menjanjikan karena hasil panen bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. 

0 comments on “Apa Bisa Pohon Mangga Berbuah Saat Off-Season?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *