Inspiratif

Bisnis Tanaman Biofarmaka yang Menjanjikan Saat Pandemi

Saat ini bisnis tanaman obat atau biasa disebut dengan biofarmaka merupakan bisnis yang menjanjikan bagi para milenial. Pasalnya, tidak hanya digunakan sebagai obat herbal atau pengobatan alternatif tapi juga mempunyai peluang ekspor yang begitu menjanjikan. Dalam keterangan tertulis Kementan, saat ini ada 14 jenis tanaman rimpang. Yaitu, termasuk jahe, kunyit, lengkuas, lempuyang, temu lawak, temu kunci, temu ireng dan dlingo. Komoditas tanaman rimpang tersebut mempunyai banyak peminat karena memiliki target pasar yang bagus.

Kenapa bisnis tanaman biofarmaka ini menjanjikan?

Karena tanaman obat atau biofarmaka seperti jahe dan kunyit contohnya, mempunyai permintaan dan peminat yang sangat tinggi terlebih di masa pandemi. Dengan rutin mengkonsumsi jamu dapat mencegah menurunnya imun tubuh. Banyak bahan-bahan alami dari bumi ini yang diyakini mampu meningkatkan kekebalan imun atau daya tahan tubuh. Selain itu, juga banyak pengusaha tanaman herbal yang mengalami kenaikan omset saat pandemi ini.

Saat ini semua orang di dunia dibuat panik dengan adanya virus Covid-19. Dengan begitu peminat tanaman herbal mengalami peningkatan karena bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Tanaman ini juga bermanfaat untuk penyembuhan tanpa efek samping dan harganya terjangkau. Selain itu, tanaman obat ini juga baik untuk menjaga stamina tubuh.

Tanaman obat yang Anda produksi bisa dipasarkan untuk bahan baku industri herbal, rumah sakit, salon kecantikan, bahan kosmetik, spa, dan sebagainya. Bahkan untuk ekspor tanaman obat ini juga permintaannya sangat tinggi. Seperti ke Bangladesh atau Jepang yang permintaan kunyitnya sangat tinggi, serta jahe dipasarkan pula ke Belanda.

Itu dia kenapa bisnis tanaman biofarmaka atau tanaman obat ini sangat menjanjikan. Karena pada saat pandemi ini banyak yang membutuhkannya. Karena harganya juga yang terjangkau. Dan dalam menjalankan bisnis pertanian, ilmu pengetahuan seakan menjadi dasar dari segalanya yang harus dimiliki oleh penggiat bisnis pertanian seperti petani. Selain itu, modal usaha pertanian juga selalu menjadi hal yang teramat penting bagi kelangsungan bisnis pertanian yang telah digarap. Mengatasi hal tersebut CROWDE hadir sebagai solusi layanan fintech pertanian yang dapat mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “Bisnis Tanaman Biofarmaka yang Menjanjikan Saat Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *