Sebuah budidaya pertanian ataupun bisnis pertanian, tentu tidak akan pernah terlepas dari
pupuk. Hal ini tentu dapat menjadi sebuah peluang bagi Anda yang ingin memulai sebuah
bisnis pertanian, yaitu bisnis pupuk pertanian. Namun sebelum Anda memulai sebuah bisnis
pupuk, ada baiknya Anda simak terlebih dahulu ulasan tentang pemilihan pupuk di bawah
ini yang bisa diterapkan untuk bisnis Anda.

 

Apa itu pupuk organik dan pupuk anorganik?

1. Organik

Hal paling mendasar yang membedakan kedua pupuk ini adalah bahan dasarnya. Pupuk
organik biasanya dibuat dari bahan-bahan organik seperti dedaunan kering, buah
yang membusuk, dan lainnya. Pupuk organik biasanya dapat berbentuk padat dan
juga cair. Keuntungan dari menggunakan pupuk organik adalah selain ramah
lingkungan, pupuk organik juga dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi dari
tanah yang sudah dilapisi oleh pupuk organik tersebut.

2. Anorganik

Berbeda dari bahan pupuk organik, pupuk anorganik biasanya dibuat dari bahan-bahan
seperti mineral natrium nitrat yang kemudian diproses pada pabrik-pabrik pupuk
dan juga diproses dengan kadar hara tertentu. Perbedaan signifikan dari pupuk
anorganik dan organik adalah pupuk anorganik biasanya lebih mudah terserap ke
dalam tanah karena tidak perlu lagi melalui proses penguraian.

 

Apa keuntungan dari masing-masing pupuk tersebut?

1. Organik

  • Keuntungan dari pupuk organik yang utama tentu saja lebih ramah lingkungan.
    Karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya berasal dari bahan-bahan
    alami dan tidak ada sama sekali mengandung bahan kimia yang dapat merusak
    tanah.
  • Selain ramah lingkungan, penggunaan dari pupuk organik juga dapat membantu
    untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
  • Hemat biaya karena dapat dibuat secara individual tanpa perlu membelinya di
    toko pertanian,pada toko maupun pabrik-pabrik.

 

2. Anorganik

  • Mudah menentukan kadar dari takaran haranya karena sudah dikalkulasikan di
    pabrik terlebih dahulu.
  • Lebih efisien Hemat biaya karena tingkat produksinya yang cepat dan tidak
    sesulit pada saat membuat pupuk produk organik.
  • Memiliki laju pelepasan nutrisi yang cepat sehingga membuat penyerapannya
    menjadi lebih efektif cepat dan juga efektif dibanding pupuk organik.

 

Pupuk organik vs pupuk anorganik?

Walaupun memiliki kedua bahan yang berbeda, menjadi produsen berbisnis di bidang
pertanian seperti pupuk tetap dapat menjadi peluang bisnis yang sangat besar di Indonesia
ini. Untuk urusan target market, Tidak ada perbedaan dari kedua jenis pupuk tersebut
memiliki peminatnya sendiri-sendiri, karena para organic maupun anorganik pun, para
petani di Indonesia masih membutuhkantetap menggunakan kedua jenis pupuk tersebut.

Bagi Anda yang tertarik untuk bergerak di bisnis pertanian, CROWDE hadir untuk membantu
Anda menjalankan bisnis tersebut dengan berbagai macam sistem permodalan seperti
permodalan skema investasi bagi hasil, dan juga skema pinjaman maupun P2P Lending.
CROWDE juga memiliki visi dan misi untuk membantu pemberdayaan petani di Indonesia
dengan prinsip gotong-royong. Bagi Anda yang tertarik untuk ikut berpartisipasi
menyalurkan permodalan ke proyek usaha pertanian, dapat langsung mengunjungi laman
resmi CROWDE di https://crowde.co/.