Pertanian organik menjadi sebuah sistem produksi budidaya dengan cara daur ulang hara secara hayati. Proses daur ulang ini dapat dilakukan  dengan memakai limbah ternak serta tanaman lainnya yang dapat memperbaiki kesuburan dan struktur dari tanah. Selain itu, pertanian organic juga merupakan salah satu pertanian alternative yang bertujuan untuk mengantisipasi dampak dari kegiatan pertanian terhadap lingkungan sekitar.

Walaupun pertanian organik sudah cukup terkenal di luar Indonesia, di Indonesia sendiri pertanian organik sering dipandang sebelah mata karena banyak yang salah paham tentang pertanian organic yang sering dianggap memiliki biaya yang mahal, produksi yang rendah serta membutuhkan banyak tenaga kerja. Padahal hal itu belum sepenuhnya benar.

 

Bagaimana cara memperkenalkan pertanian organik di Indonesia?

Untuk tahap awal mengenalkan bisnis pertanian organik ini membutuhkan strategi yang menggabungkan komponen pertanian organik kedalam teknologi konvensional, berikut ini adalah penjelasan cara melaksanakannya:

 

  1. Menerapkan bisnis pertanian organik di wilayah yang kurang tersentuh teknologi konvensional.
  2. Mengevaluasi lagi dampak dari pertanian konvensional.
  3. Gunakan metode pengendalian hama terpadu dan pengelolaan nutrisi terpadu pada periode transisi pada bisnis pertanian organik Anda.
  4. Menjalin interaksi dan partnership kerja yang saling menguntungkan untuk menjamin pemasaran dari produk.
  5. Perhatikan keadaan dari agroekosistem dan juga spesifik lokasinya.
  6. Memiliki pengetahuan dasar mengenai pertanian organik dengan melakukan penelitian dan juga pelatihan.
  7. Meninjau kembali mengenai kebijakan penggunaan dari bahan kimia pertanian yang akan dipakai terhadap lingkungan sekitar Anda.
  8. Memiliki akreditasi dan labelisasi dari produk yang akan dibudidayakan secara organic tersebut.

 

Apakah bisnis pertanian organic memiliki keuntungan?

Tentu saja berbisnis pada sektor pertanian organik ini memiliki beberapa keuntungan, seperti:

  • Memulihkan kesuburan tanah
  • Jauh lebih ramah lingkungan
  • Hasil produk yang jauh lebih sehat tanpa pestisida
  • Memiliki keuntungan lebih besar

 

Lalu, Apa saja kendalanya?

Walaupun memiliki berbagai macam keuntungan, tentu saja berbisnis pasti memiliki beberapa kendala juga. Kendala dalam berbisnis pada bidang pertanian organic ini terbagi menjadi dua, yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Untuk kendala internal, yaitu:

  • Belum adanya cara daur ulang hara yang sesuai dengan sistem bercocok tanam yang berkembang saat ini.
  • Masih sedikit jumlah perkembangannya pupuk hayati yang beredar di masyarakat.

Sedangkan untuk kendala eksternalnya yaitu:

  • Kebijakan pembangunan pertanian yang masih mengacu kepada produksi pertanian secara nasional, atau artinya hal ini belum mengarah kepada efektivitas, efisiensi, konservasi dan juga lingkungan
  • Kebijakan IPTEK yang belum memberikan prioritas rendah terhadap ilmu pengetahuan dasar.
  • Masih banyak pabrik pupuk yang berbahan dasar kimia industrial, sehingga belum bisa tercapainya organiksasi dari segi pupuk.

 

Itulah tadi ulasan singkat tentang mengenal lebih dalam sebuah bisnis pertanian organik di Indonesia yang meliputi pengenalan dan juga kendala yang dapat dihadirkan oleh berbisnis pada sektor pertanian organik. Anda dapat meminimalisir kendala yang dihadirkan oleh bisnis pertanian organic ini dengan cara memberikan investasi kepada para petani di Indonesia. Bagaimana caranya? Anda dapat menggunakan CROWDE sebagai salah satu platform yang memberikan Anda akses untuk berinvestasi pada para petani di Indonesia yang membutuhkan investasi untuk produksi pertaniannya. Untuk info lebih lanjut, Anda dapat langsung mengunjungi laman https://crowde.co/.