Seiring berkembangnya teknologi, semakin lama semakin mudah untuk mencari informasi atau hiburan yang mungkin bisa menjadi sumber mata pencaharian baru. Beberapa jenis bisnis pun mulai ikut berkembang karena teknologi internet saat ini, seperti e-commerce, online shop, bahkan saat ini kita sudah bisa melakukan investasi secara online yang tentu lebih mudah untuk diakses. Salah satunya berinvestasi pada layanan fintech ( financial technology) yang fokus pada pendanaan produktif, seperti untuk modal usaha. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang usaha yang bisa Anda pilih untuk dimodali. Kemudian disebut sebagai fintech pertanian, permodalan usaha pertanian dilakukan menggunakan metode peer-to-peer lending (P2P Lending). P2P Lending sendiri adalah model investasi baru yang bekerja dengan cara mempertemukan pemodal dengan peminjam dana dalam sebuah platform online. Namun, sebelum Anda berinvestasi pada P2P Lending, coba perhatikan beberapa tips di bawah agar Anda bisa menjadi seorang lender yang sukses.

 

1. Pilih Berinvestasi Pada Layanan Fintech Pertanian yang Sudah Terdaftar di OJK

Hal pertama dan yang terpenting saat akan melakukan investasi P2P Lending adalah memilih layanan fintech yang sudah terdaftar di OJK sebagai jasa penyedia layanan P2P Lending yang legal. Jika Anda sudah menemukan fintech pertanian yang akan Anda pilih, Anda bisa memastikannya kembali dengan melakukan pengecekan di website OJK atau langsung mengunjungi Kantor OJK untuk mengetahui secara pasti track record dari jasa penyedia layanan P2P Lending tersebut.

 

2. Mulai dengan Modal Rendah

Jika Anda sebagai pemula ingin mencoba berinvestasi di bidang pertanian, ada baiknya Anda memulai dengan nilai modal yang kecil terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mempelajari dulu proses investasi pada P2P Lending dan memahami betul seluk-beluknya. Anda juga harus tetap waspada, tidak termakan oleh imbalan bunga yang tinggi, dan prosedur investasi yang mudah. Tidak lupa juga untuk melakukan diversifikasi sehingga Anda tidak menaruh semua uang di tempat yang sama.

Mulai dari nilai modal terendah yang ditawarkan oleh fintech pertanian tersebut agar Anda tidak hanya mendapat keuntungan tapi juga pengetahuan. Sehingga kedepannya Anda bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak dan berani berinvestasi dengan jumlah yang lebih tinggi.

 

3. Cermat Memilih Proyek Permodalan

Hal terpenting lainnya yang perlu Anda lakukan adalah cermat memilih calon peminjam dan proyek permodalan yang akan Anda modali. Khusus untuk permodalan usaha pertanian, yang harus Anda pertimbangkan adalah tingkat risiko komoditas yang akan dibudidayakan, lebih baik memilih komoditas yang sesuai musimnya atau komoditas yang tidak rentan penyakit. Lalu, Anda perlu cermat dalam memilih petani yang akan Anda modali usahanya dengan membaca profil dari calon peminjam tersebut secara teliti, dan juga sesuaikan jangka waktu investasi dengan kebutuhan Anda. Anda diberi kebebasan untuk memilih sendiri proyek usaha pertanian yang ingin Anda modali. Anda juga dapat langsung bertanya pada pihak penyedia layanan fintech pertanian untuk mendapat informasi lebih lanjut tentang calon peminjam.

 

Itulah tadi ulasan singkat mengenai tips berinvestasi pada layanan fintech pertanian yang akan membuat Anda lebih untung saat melakukannya. Jika Anda ingin mulai berinvestasi di bidang pertanian, Anda dapat mempercayakannya pada CROWDE. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi laman resmi mereka di https://crowde.co/.