Bagi Anda yang baru ingin mencoba berinvestasi di P2P lending, mencari perusahaan penyedia layanan P2P lending memang butuh kehati-hatian dan pertimbangan yang matang. Sebab jika sampai salah memilih, Anda juga harus bersiap untuk kehilangan uang yang sudah diinvestasikan. Karena itu, penting bagi Anda memahami beberapa hal ketika akan memilih perusahaan penyedia layanan P2P lending sebelum menanamkan dana investasi Anda, supaya Anda dapat berinvestasi dengan tenang. Berikut ini adalah ulasannya, simak, yuk! [Baca juga: 6 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi di P2P Lending (Part 1)]

 

  • Transparansi perputaran dana investorĀ 

Penyedia layanan P2P lending yang bisa dipilih adalah mereka yang menawarkan transparansi perputaran dana investor yang disalurkan melalui perusahaan mereka. Sebagai investor, Anda wajib ikut memantau jalannya proyek permodalan yang telah dipilih. Oleh karena itu, pihak penyedia layanan wajib menyediakan semua informasi yang dibutuhkan investor untuk mengetahui setiap progres dari investasinya. Anda juga bisa meminta referensi dari teman, keluarga, atau rekan kerja yang sudah pernah melakukan investasi di P2P lending. Minta pendapat mereka soal perusahaan mana yang paling bisa memberikan transparansi untuk setiap informasi yang dibutuhkan.

 

  • AchievementĀ 

Selain track record, Anda juga perlu mengetahui tentang achievement apa saja yang sudah dicapai oleh perusahaan P2P lending tersebut. Sebab, achievement bisa menjadi tolak ukur tingkat kredibilitas sebuah perusahaan. Hal ini nantinya akan berguna untuk meminimalisir risiko yang mungkin Anda dapatkan ketika melakukan investasi P2P lending di perusahaan tersebut.

 

  • Besarnya ekspektasi profit

Setelah memahami apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum berinvestasi di P2P lending, Anda juga harus mempertimbangkan besar profit yang ditawarkan oleh investasi P2P lending yang akan Anda pilih. Cari yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan jangka waktu yang Anda inginkan. Yang jelas, semakin tinggi profitnya, akan semakin besar pula risiko yang harus ditanggung, begitu pula sebaliknya. Tingkat risiko investasi P2P lending juga bisa Anda tinjau dari ketentuan kontrak yang berlaku di masing-masing perusahaan penyedia layanan tersebut. Pasti kebijakannya akan berbeda-beda, Anda tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan Anda.

 

Itulah tadi keseluruhan dari 6 hal yang perlu Anda pahami sebelum berinvestasi di P2P lending. Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi pada P2P lending bidang pertanian, dan ingin ikut andil meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia, maka Anda dapat mencoba berinvestasi pada CROWDE. CROWDE adalah perusahaan penyedia layanan P2P lending yang fokus pada permodalan proyek usaha pertanian. Dana investasi milik investor akan disalurkan ke petani sebagai modal usaha yang akan dipakai untuk menjalankan usaha budidaya mereka seperti untuk membeli bibit unggul, dan sebagainya. Informasi lebih lanjut, bisa Anda peroleh melalui website official CROWDE di https://www.crowde.co/.