Instrumen investasi yang sedang naik daun belakangan ini, yaitu Peer-to-Peer (P2P) Lending – ternyata mendapat sambutan hangat di Indonesia. Menambah option lain untuk kamu yang suka sekali berinvestasi. Jadi kamu bisa punya saluran diversifikasi baru untuk aktivitas investasimu. Sebenarnya apa sih P2P Lending itu? Intinya, P2P Lending melibatkan peminjam dan pemberi pinjaman (investor). Keduanya dipertemukan secara online melalui sebuah wadah yang biasa disebut marketplace. Dan platform P2P Lending, seperti CROWDE hadir sebagai marketplace tersebut. Masih bingung? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut!

Bagaimana cara kerja P2P Lending?

Si peminjam yang membutuhkan dana, dan investor memiliki dana untuk diinvestasikan. Keduanya akan bertemu di peer to peer marketplace. Namanya juga marketplace, jadi investor dapat dengan bebas memilih proyek atau peminjam mana yang ingin didanainya. Tapi sebelum itu, para peminjam juga akan melalui tahapan seleksi serta analisis secara menyeluruh. Sehingga investor jadi lebih aman saat akan melakukan investasi.

Return investasi di P2P Lending cukup menggiurkan. Bisa berkisar antara 10% hingga 20%. Dengan jangka waktu investasi yang bervariasi, antara 30 hari – 1 tahun. Serta jangan lupa, pilih platform P2P Lending yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Biar terhindar dari adanya investasi bodong.     

Transparan, mudah, dan cepat adalah prinsip yang berlaku pada P2P Lending

Dikarenakan semua prosesnya dilakukan secara online, membuat P2P Lending harus dilakukan secara transparan. Profit dari proyek yang didanai harus sudah memiliki perhitungan yang jelas di awal. Jalannya proyek juga harus diketahui oleh investor bahkan itu sudah menjadi hak investor.

Terus enaknya lagi, karena dilakukan secara online pasti memudahkan kamu yang sehari-hari sibuk bekerja. Hanya tinggal download aplikasinya, daftarkan diri kamu, dan langsung kamu bisa berinvestasi saat itu juga. Modal awal investasi yang diterapkan P2P Lending juga tidak besar, berkisar antara Rp 10 ribu, Rp 100 ribu, hingga Rp 1 juta. Untuk selanjutnya, tinggal terserah kamu ingin menambah besaran dana investasimu berapa. Yang pasti, sesuaikan dengan kebutuhanmu ya guys!

Keuntungan dan kerugian berinvestasi di P2P Lending

Nah bicara soal keuntungan berinvestasi di P2P Lending, tenang OJK sudah mengeluarkan peraturan nomor 77/POJK.01/2016 untuk mengatur jalannya instrumen investasi berupa P2P Lending ini. Keuntungan lain, suku bunga pinjaman di P2P Lending nilainya signifikan. Sehingga sangat menguntungkan buat kamu.

Kalau bicara soal kerugiannya, bila investasi di P2P Lending, kamu harus mengikuti jangka waktu yang sudah kamu tentukan sendiri. Tidak bisa dana investasimu ditarik secara tiba-tiba, sebelum jangka waktu investasi berakhir. Selain itu, juga memiliki risiko bila peminjam gagal mengembalikan uang yang dipinjamnya. Sehingga dana investasimu bisa lenyap. Tapi tenang, rata-rata platform P2P Lending sudah bisa mengantisipasinya dengan memberi jaminan kepada kamu sebagai pelaku investor.

Sekarang sudah cukup mengerti bukan soal investasi P2P Lending? Lalu kapan kamu akan mencobanya?

Siap untuk melakukan investasi demi masa depan kita semua? Lihat bagaimana CROWDE bisa membantu mewujudkan tujuan kita semua terkait inflasi yang mengincar kita setiap waktu.