Permodalan

Semua Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Fintech Ada di Sini!

fintech

Beberapa tahun terakhir, fintech digadang-gadang sebagai the next big thing yang akan menjadi besar di Indonesia. Terutama di tahun 2018, saat sudah semakin banyak perusahaan Fintech. Baik startup maupun perusahaan lama yang mengalihkan bisnisnya ke Fintech. Jadi, apa sebenarnya Fintech itu?

Fintech atau Financial Technology adalah istilah yang digunakan untuk menyebut inovasi yang terjadi di layanan keuangan. Bentuknya? Sebagai perusahaan, biasanya. Atau banyak juga yang berawal dari startup. Tujuannya adalah membantu masyarakat menjadi lebih mudah dalam mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi dan juga meningkatkan literasi keuangan.

Ada Banyak Sekali Ragam Bisnis yang Berbasis Fintech

Pada prakteknya, Fintech di Indonesia punya cukup banyak jenis bisnis. Mulai dari startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (financial planner), investasi, pembiayaan (crowdfunding), remitansi dan riset keuangan. Produknya pun sudah banyak sekali beredar. Mungkin beberapa dari kamu bahkan sudah menggunakannya? Termasuk salah satunya tentu saja CROWDE, yang merupakan platform Fintech berbasis investasi untuk membantu menyejahterakan kehidupan para petani di Indonesia.

Ternyata Fintech Sudah Ada Sejak Tahun 1950, lho!

Jadi, istilah ini sebenarnya bukan baru 2 – 3 tahun kebelakang saja mulai marak digunakan. Tepatnya di tahun 1950, istilah financial technology sudah mulai dikenal saat pertama kali ATM dan kartu kredit hadir. Fase ini disebut sebagai Fintech 1.0, atau fase awal dari Financial Technology. Kemudian, seiring dengan perkembangan jaman, di tahun 90an, saat internet mulai muncul dan ada banyak sekali situs broker saham, Fintech 2.0 hadir. Selanjutnya saat smartphone sudah mulai ada di mana dan bermunculan startup-startup berbasis finansial, maka Fintech 3.0 dimulai. Kapan? Tepatnya saat ini, Teman CROWDE.

Ternyata Cakupannya Besar, Kamu Sudah Tahu Belum?

Seperti yang dijelaskan oleh FSB atau Financial Stability Board, ada 4 kategori fintech secara umum. Beberapa diantaranya sudah mulai ada di Indonesia. Apa saja, ya?

    1. deposits, lending, dan capital raising. Jenis transaksi pada kategori ini yaitu crowdfunding dan peer to peer lending.
    2. market provisioning. Contoh dari transaksi kategori ini yaitu e-agregator.
    3. payments, clearing, dan settlement. Contoh dari kategori ini yaitu mobile payment seperti yang telah dijelaskan di awal.
    4. investment and risk management. Contoh dari kategori ini yaitu E-Trading

Dari keempat kategori tadi, kira-kira CROWDE masuk ke mana, ya? Ada yang tahu, gak?

Intinya sih, kehadiran fintech, tentu dengan banyak sekali penyempurnaan supaya sesuai dengan perkembangan jaman seperti saat ini, adalah untuk memudahkan semua orang untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan. Mulai untuk diri sendiri maupun orang lain, Sahabat CROWDE.

Kayak misalnya CROWDE, yang memang punya tujuan buat memudahkan kamu yang ingin banget membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia. Caranya? Udah paling mudah banget. Kamu cukup daftarkan diri kamu terus ikuti cara-caranya. Setelah itu, persiapkan diri untuk memodali proyek pertanian yang memang kamu minati. Gampang, kan?

Yuk, langsung bergabung bersama CROWDE dan bantu para petani di Indonesia!

0 comments on “Semua Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Fintech Ada di Sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *