Secara sadar atau tidak sadar kamu sering melakukan pemborosan. Kebiasaan hidup boros justru bisa bikin hidup kamu tambah susah lho! Enaknya cuma sesaat, selebihnya menderita! Kamu enggak mau kan merasakan yang seperti ini? Lebih baik coba untuk menjalankan pola hidup hemat agar bahagianya enggak cuma buat sekarang, tapi untuk jangka panjang. Banyak kok dari pengeluaran kamu sehari-hari yang bisa ditekan lagi supaya jadi lebih hemat. Terus selisih uang tersebut bisa kamu investasikan. Toh, uangmu jadi bisa lebih bermanfaat untuk masa depanmu sendiri.

CROWDE bakal kasih tau apa saja pengeluaran yang bisa kamu hemat atau bahkan kamu hilangkan agar punya uang lebih untuk dana investasi. Apa saja ya? Yuk, simak ulasan berikut!

Pengeluaran untuk nongkrong di cafe atau makan di restoran

Tidak masalah bila kamu melakukannya sekali-kali. Mungkin kamu harus belajar tegas pada dirimu sendiri untuk bisa mengatakan “tidak”. Misalkan minggu lalu kamu sudah tiga kali makan di restoran dan dua kali nongkrong di cafe, harusnya minggu ini kamu bisa berhemat. Coba bayangin, ketika kamu menghabiskan Rp 100 ribu untuk sekali nongkrong di cafe dan Rp 200 ribu untuk sekali makan di restoran, berarti dalam seminggu kamu sudah menghabiskan Rp 800 ribu. Bila dikalikan 4 minggu, dalam sebulan total kamu sudah menghabiskan Rp 3,2 juta.

Kamu bisa berhemat dengan membawa bekal sendiri ke kantor. Atau ganti kebiasaan nongkrong di cafe dengan aktivitas lain yang bisa kamu akses secara gratis. Yang pentingkan bisa seru-seruan bareng squad-mu!   

Sering membeli air mineral botol saat bepergian

Ini kebiasaan yang meski uangnya kecil, tapi kalau dilakukan terus-menerus bisa jadi pemborosan. Biasakan untuk membawa air minum sendiri dari rumah, jangan apa-apa harus beli di jalan. Banyaknya minimarket yang bisa diakses dengan mudah memang menghasut kita untuk lebih konsumtif. Tapi kalau kamu bisa menahan diri karena sudah membawa minuman dari rumah, jatuhnya akan jadi lebih hemat. Meski awalnya agak terkesan ribet, tapi kalau sudah terbiasa, kamu juga akan happy aja menjalaninya.

Punya hobi membeli barang-barang branded

Ada pepatah lama mengatakan, “ada harga, ada rupa”. Yang berarti, harga barang yang lebih mahal pasti punya kualitas yang lebih baik. Memang benar, tapi tidak berlaku untuk semua jenis barang kok! Banyak produk fashion, seperti baju, tas, dan sepatu asli buatan Indonesia yang dikira buatan luar negeri. Ini berarti kualitas barang hasil produksi Indonesia tidak kalah dengan barang merek internasional. Kalau fungsinya sama, kenapa tidak lebih memilih produk dalam negeri saja? Sudah harganya lebih murah, kualitas sama bagusnya, ditambah kamu bisa berhemat juga!      

Stop kebiasaan merokok!

“Rokok bikin candu”, ungkapan ini sering kita dengar sehari-hari. Sepertinya bagi para perokok untuk bisa berhenti merokok, sangat sulit dilakukan. Padahal sudah tidak baik bagi kesehatan, rokok juga bikin kantong jebol. Bagaimana tidak, 1 bungkus rokok isi 20 batang harganya bisa mencapai Rp 20 ribu – Rp 30 ribu. Kalau belinya bisa tiap hari berarti dalam satu bulan kamu sudah menghabiskan uang sebanyak Rp 600 ribu – Rp 900 ribu. Sedih melihat uang sejumlah itu terbakar sia-sia saja.  

Potong pengeluaran untuk TV Cable

Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Seakan-akan internet ibarat nasi, yang kalau tidak ada bikin kamu enggak bisa hidup. Sebegitu pentingnya internet, apakah kamu masih membutuhkan untuk berlangganan TV Cable? Saat ini segala informasi dan hiburan sudah bisa dengan mudah diakses menggunakan jaringan internet. Sebut saja ada YouTube, Netflix, Iflix, Spotify, dan bahkan banyak perusahaan media yang saat ini sudah menyediakan layanan live streaming. Jadi, kamu bisa lebih berhemat dengan tidak lagi berlangganan TV Cable.   

 

Dari uraian di atas, coba bila kita ambil contoh pada poin pertama. Katakan kamu bisa berhemat Rp 2 juta saja per bulannya, dan kamu investasikan pada reksa dana pasar uang. Dalam waktu satu tahun, kamu sudah bisa memiliki uang sebesar Rp 25,5 juta lho. Dengan rata-rata return di reksa dana pasar uang sebesar 6% per tahun. Kalau kamu investasikan dengan membeli emas batangan, dalam satu tahun – emas seberat 36 gram sudah bisa kamu miliki.

Kalau sudah begini, bukan tidak mungkin kehidupan masa depanmu jadi lebih baik. Urusan finansial jadi lebih terjamin. Sekarang semua pilihan ada di tanganmu. Mau yang terbaik hanya untuk saat ini atau juga untuk masa depan. Apalagi sekarang instrumen investasi ada yang sekaligus bisa bantu petani lho! Selain dapat profit, kamu juga bisa dapat pahala karena sudah membantu orang lain yang membutuhkan. Kalau enggak percaya, coba aja cari tau di sini!  

 

Referensi:

Agregasi (Halomoney.co.id). 20 Maret 2016. Okezone.com: https://bit.ly/2sIUBSJ

Admin. 21 Maret 2016. Cermati.com: https://bit.ly/2Wi7IIn