Belajar Bertani

5 Langkah Pembudidayaan Terung Agar Cepat Panen (Part 1)

Langkah Pembudidayaan Terung

Terung merupakan sayuran yang mengandung antioksidan tinggi. Karena itu sayuran ini bermanfaat membantu mengurangi risiko serangan jantung dan jenis penyakit jantung lainnya. Selain itu, terung juga mengandung berbagai zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh manusia seperti, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Natrium, Vitamin A, B1, B2, B3, dan C. Terung juga dapat menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan penyakit-penyakit serius seperti stroke, sakit jantung, penurunan fungsi ginjal, penuaan dini, kanker, katarak, dan demensia.

Banyaknya manfaat dari sayuran terung, membudidayakan terung bisa menjadi alternatif untuk Anda yang ingin berusaha di bidang pertanian. Untuk membudidayakan terung juga tidak sulit, tanaman ini dapat tumbuh di daerah rendah maupun dataran tinggi. Untuk perawatannya pun juga tidak rumit, tanaman terung bisa tumbuh di musim kemarau maupun musim hujan.

Berikut ini ada beberapa tips berbudidaya terung agar cepat panen. Yuk simak tipsnya!

Persiapan Pot atau Polybag

Pertama-tama sebelum memulainya Anda bisa menyiapkan pot yang berlubang pada bagian bawahnya, atau jika tidak ada Anda bisa menggantinya dengan polybag. Setelah itu Anda bisa melubangi pot tersebut pada bagian dasarnya karena berguna sebagai resapan air, kemudian Anda bisa memasukkan media tanamnya.

Untuk media tanamnya, gunakan perbandingan tanah dan kompos yaitu 2:1. Diamkan selama sehari atau dua hari barulah bibit terung bisa ditanam.

Membudidayakan terung harus menggunakan jenis tanah yang baik yaitu Anda bisa menggunakan tanah lempung berpasir dan tanah yang kaya bahan organiknya atau memiliki Ph tanah antara 6,8 – 7,3, serta memiliki drainase dan aerasi yang baik.

Persiapan Pembibitan

Setelah selesai menyiapkan pot atau polybag, selanjutnya Anda bisa menyiapkan tempat penyemaian benih berupa bedengan yang mempunyai lebar 1 meter dan tinggi 20 cm.

Sebelum benih disemai, benih yang telah dikeringkan lalu direndam dulu untuk menyeleksi antara benih yang baik dan tidak baik.

Setelah dikeringkan, perami benih selama 24 jam, dan setelah itu benih siap untuk disebarkan.

Pada media tanamnya, Anda buat jarak sekitar 5 cm – 10 cm untuk menyebarkan benih. Dan lakukan penyiraman setiap sore dan pagi hari selama 10 – 15 hari. Setelah itu, baru benih bisa di pindahkan ke dalam polybag.

Penanaman 

Tahap berikutnya yaitu penanaman dan pemeliharaan. Pilihlah bibit terung yang dapat tumbuh subur dan normal.  Setelah itu siramlah terung sampai benar-benar basah. Pilih satu bibit untuk ditanam, lalu masukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi tegak. Siram lubang tanah yang telah ditanamani sampai benar-benar basah (lembab). Pada musim kemarau penyiraman harus dilakukan rutin setiap hari, tapi jika sedang musim penghujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

Untuk penanaman terung membutuhkan tongkat atau ajir. Pemasangan ajir sendiri berguna sebagai penyangga tanaman agar tidak roboh karena terkena tiupan angin ataupun karena ukuran terung yang akan membesar kelak nanti ketika tumbuh.

Demikianlah beberapa langkah agar budidaya tanaman terung Anda cepat panen. Jika ingin terjun ke dalam dunia bisnis bidang pertanian, Anda perlu memahami tentang cara pembudidayaan terung agar bisa panen lebih cepat. Dalam dunia bisnis pertanian, informasi seputar budidaya memang sangat penting bagi Anda sebagai penggiat bisnis pertanian. Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses yaitu modal usaha pertaniannya untuk kelangsungan bisnis pertanian yang telah digarap. Untuk itu CROWDE hadir sebagai solusi layanan fintech di bidang pertanian yang dapat mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “5 Langkah Pembudidayaan Terung Agar Cepat Panen (Part 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *