Event

Musim Kemarau Masih Panjang, Berikut 5 Komoditas yang Baik Dibudidayakan

Musim Kemarau

Satu lagi informasi buat kamu yang belum tau, nih! Info ini berkaitan dengan ramalan cuaca. BMKG memprediksi musim hujan akan jatuh di bulan Oktober, namun nyatanya mundur, lho! Ya, ini diakibatkan oleh adanya gangguan anomali iklim di Samudera Hindia berupa fenomena Dipole Mode Positif yang membuat musim hujan jatuh di bulan November. Keterlambatan selama 30 hari hingga bulan November membuat kita masih tetap berada di musim kemarau yang cenderung kering. 

Meski musim kemarau, tapi kamu merasa nggak suhu udara semakin dingin?

Ternyata itu disebabkan oleh suhu muka air laut yang lebih dingin dari kondisi normalnya di wilayah Samudera Hindia bagian timur, atau barat Sumatera bagian selatan dan selatan Jawa. 

Menghadapi musim kemarau yang dingin seperti ini, ada, kok, komoditas yang tepat untuk dibudidayakan. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut!

Tomat

Ya, ini dia salah satu komoditas yang sangat cocok dibudidayakan saat musim kemarau. Sebab, tanaman tomat akan rentan terserang penyakit bila media tanamnya tergenang air/becek. Sehingga lebih baik tidak dibudidayakan saat musim hujan. Tapi, tanaman tomat juga akan berwarna kekuningan bila ditanam dalam kondisi suhu udara yang tinggi (di atas 30 derajat celcius). Namun, bila suhu udara stabil di antara 24 – 26 derajat Celcius, warna merah tomat akan semakin cantik. Itu mengapa, cocok sekali bila dibudidayakan saat musim kemarau yang dingin, seperti sekarang ini. Tanaman tomat juga masih membutuhkan intensitas matahari yang cukup setiap harinya, yaitu 10 – 12 jam per hari.  

Labu siam

Komoditas yang satu ini memang membutuhkan banyak air, namun tidak berlebihan atau sampai menggenang. Labu siam bisa tumbuh subur tanpa memerlukan perawatan yang rumit. Tidak masalah bila ditanam di dataran rendah sekalipun asal memiliki pasokan air yang cukup. Suhu udara yang baik untuk tanaman labu siam berkisar antara 18 – 27 derajat celcius. Dan, apabila labu siam ditanam di suhu udara yang lebih tinggi akan menghasilkan buah yang lebih manis. Labu siam sudah bisa dipanen setelah berumur 50 – 60 hari dari masa tanamnya.

Terong

Tanaman lain yang tidak tahan ditanam di lahan yang tergenang air ialah terong. Sehingga membuat tanaman terong baik dibudidayakan saat musim kemarau. Suhu udara yang baik berkisar antara 22 – 30 derajat celcius dengan intensitas matahari yang cukup. Terong kemudian dapat dipanen setelah berumur 70 – 80 hari dari masa tanam.  

Ubi jalar

Sudah nggak asing lagi kalau tanaman umbi-umbian memang sangat cocok dibudidayakan saat musim kemarau. Lahan yang digunakan sebagai media tanam harus kering. Suhu optimal untuk membudidayakan ubi jalar adalah berkisar antara 21 – 27 derajat celcius. Tanaman ubi jalar juga membutuhkan pencahayaan matahari yang optimal, yaitu 11 – 12 jam per hari.

Kacang kedelai  

Komoditas ini baik ditanam saat musim kemarau dengan kondisi lahan yang kering. Suhu udara yang baik untuk membudidayakan kedelai antara 25 – 27 derajat celcius dengan pencahayaan sinar matahari penuh selama minimal 10 jam per hari. Dan, kedelai bisa dipanen saat telah berumur 75 – 90 hari dari masa tanam.

 

Nah, karena musim kemarau masih akan panjang, memberi pengaruh pada komoditas dominan yang akan dibudidayakan petani, yang nggak akan jauh-jauh dari 5 komoditas di atas. Untuk meminimalisir risiko di proyek permodalan budidaya petani, kamu bisa memilih komoditas yang cocok ditanam saat musim kemarau. Karena bagaimanapun, petani tetap membutuhkan bantuan permodalan untuk bisa bertahan melewati musim kemarau ini. Kamu bisa temukan proyek budidayanya di sini. Yuk, bareng-bareng bantu petani!

0 comments on “Musim Kemarau Masih Panjang, Berikut 5 Komoditas yang Baik Dibudidayakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *