Di tengah kondisi ekonomi dunia yang cenderung tidak stabil, memberi dampak pada kenaikan nilai tukar rupiah. Namun, ada hal mendasar yang bisa juga mempengaruhi kenaikan nilai tukar. Yaitu, ketidak-seimbangan antara jumlah impor dan ekspor di Indonesia. Data dari Januari – September 2018 menunjukkan kenaikan nilai ekspor sebanyak 9,41%. Namun, nilai ini masih jauh dibawah kenaikan nilai impor Indonesia yang mencapai 23,33%. Dengan perbandingan selama September 2018, Indonesia melakukan ekspor ke China sebesar US$1,93 miliar. Sementara, impor yang dilakukan Indonesia dari China lebih besar nilainya, yaitu US$3,7 miliar. Fakta ini menjelaskan bahwa Indonesia harus mendorong nilai ekspor dalam negeri agar mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Awal tahun 2019 ini, kita mendapat kabar gembira dari Jawa Barat. Yang berhasil memacu komoditas ekspor asal daerahnya dan mampu bersaing di pasar internasional. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak ulasan berikut ini!

Jawa Barat berhasil memproduksi komoditas berkualitas ekspor

Berita baik datang dari sektor pertanian Indonesia. Komoditas pertanian, khususnya hortikultura tercatat mengalami peningkatan nilai ekspor yang signifikan. Sepanjang tahun 2018, kenaikannya mencapai 11,92% yang bernilai lebih dari Rp 5 triliun. Dengan pembagian, ekspor komoditas sayuran naik 4,8%. Sedangkan komoditas bunga naik 7,03%. Dan komoditas buah yang menyumbang kenaikan nilai ekspor terbesar, yaitu 26,27%. Termasuk juga 42 komoditas asal Jawa Barat yang diekspor ke luar negeri awal tahun ini. Komoditas tersebut terdiri dari buah-buahan seperti pisang, nanas, salak, alpukat, mangga, jeruk, manggis, durian, melon, semangka. Ada juga komoditas sayuran seperti buncis, baby buncis, selada air, kentang, petai, dan masih ada jenis sayuran lainnya.

Kementan sangat mengapresiasi capaian prestasi tersebut. Sejalan dengan misi pemerintah yang terus memprioritaskan peningkatan ekspor komoditas pertanian agar petani jadi lebih sejahtera. Dengan begitu, aktivitas pertanian tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, namun juga mampu meningkatkan perekonomian nasional.   

Ada 12 negara tujuan ekspor utama

Menurut data awal tahun 2018, Provinsi Jawa Barat masih mendominasi nilai ekspor dalam negeri. Dengan sumbangan sebesar 17,81% diikuti wilayah Jawa Timur yang menyumbang 10,43%. Lalu kemana negara tujuan ekspor komoditas asal Jawa Barat tersebut?  

Di awal tahun 2019, 42 komoditas asal Jawa Barat dengan volume sekitar 10.000 ton di ekspor ke 12 negara. Diantaranya yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, China, Dubai, Saudi Arabia, dan Australia. Lalu agar negara-negara tersebut tetap mau membeli komoditas milik Indonesia, pemerintah melalui Kementan terus berupaya meningkatkan serta menjaga kualitas budidaya. Kualitas akan disesuaikan dengan permintaan dari negara tujuan. Terutama kualitas yang terkait dengan isu higienitas dan keamanan pangan.

Bagaimana agar komoditas dalam negeri tetap laku di pasar internasional?

Agar memiliki daya saing di pasar internasional, pemerintah terus meningkatkan hasil produksi yang berkualitas. Dengan cara penggunaan bibit unggul hasil inovasi dan penggunaan teknologi budidaya yang baik. Sampai pada proses pengiriman, ekspedisi atau transportasi pengirim harus memiliki alat pendingin berkapasitas besar. Supaya komoditas ekspor tetap terjaga kesegaran dan keawetannya hingga sampai ke negara tujuan.

Selain itu, pemerintah juga memangkas izin ekspor yang dulunya memakan waktu hingga 2 bulan menjadi hanya 3 hari. Menerapkan sistem Online Single Submission yang beroperasi selama 24 jam. Terbukti, ekspor manggis dalam negeri mampu naik 500% dan bisa diekspor langsung ke China tanpa transit. Proses inipun diawasi langsung oleh pemerintah.  

 

Pemerintah terus bekerja keras mengangkat derajat petani Indonesia dengan memajukan sektor pertanian. Otomatis, dengan sektor pertanian yang maju, petaninya jadi lebih sejahtera. Kalau petani sejahtera, pasti kebutuhan pangan dalam negeri terus berlimpah dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi negara. Tidak ada ruginya kok ikut bantu memajukan sektor pertanian dalam negeri. Karena ini bukan hanya jadi pe-er pemerintah saja. Kamu pun wajib ikut berkontribusi. Sekecil apapun kontribusimu akan tetap memberi dampak. Salurkan kontribusimu sekarang di sini!  

 

Referensi:

Selfie Miftahul Jannah. 5 Januari 2019. Tirto.id: https://bit.ly/2t6Do5N

Ambaranie Nadia Kemala. 15 Oktober 2018. Kompas.com: https://bit.ly/2DVFFHu  

Feby Novalius. 15 Februari 2018. Okezone.com: https://bit.ly/2Tyz2jL