Belajar Bertani

4 Macam Media Tanam Untuk Metode Hidroponik

Metode Hidroponik

Saat pandemi seperti sekarang ini banyak orang yang menyalurkan hobinya. Salah satu hobi yang sedang digemari orang-orang yaitu bercocok tanam. Terlebih dengan menerapkan metode penanaman yang mudah seperti hidroponik.

Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dan tidak membutuhkan halaman yang luas. Cukup menggunakan peralatan sederhana, maka tanaman seperti buah ataupun sayuran bisa ditanam seperti pada sistem penanaman konvensional.

Untuk Anda yang ingin bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik, berikut ini ada beberapa media tanam yang bisa Anda gunakan. Yuk, simak ulasannya.

Sekam Bakar

Bagian biji pada padi yang bersisik dan tidak dapat dikonsumsi itu disebut sekam. Bagian ini adalah pelindung biji padi yang berupa lembaran. Karena mampu menyimpan banyak nutrisi, sekam bakar ini jadi banyak digunakan sebagai media tanam, dan juga berguna untuk menjaga kelembaban media tanam.

Selain itu, salah satu keuntungan yang dimiliki media tanam satu ini yaitu saat sekam dibakar, sekaligus mensterilkan sekam sehingga bebas dari bibit penyakit serta hama. Hal ini membuat tanaman yang ditanam pada sekam bakar menjadi lebih aman dari hama dan penyakit, dan bisa tumbuh lebih baik juga.

Rockwool

Rockwool merupakan media tanam yang popular bagi yang hobi bercock tanam menggunakan sistem hidroponik. Sebenarnya media tanam ini berasal dari batu gunung berapi yang meleleh. Media tanam ini berbentuk kumpulan serat yang hampir mirip dengan spons.

Jika dilihat dari asalnya, media ini tentu mempunyai unsur hara yang tinggi. Selain itu juga ramah lingkungan. Rockwool sangat cocok digunakan untuk menanam sayuran dengan durasi panen yang pendek.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa ini juga bisa digunakan untuk media tanam. Sabut kelapa sebagai media tanam mempunyai kelebihan dalam hal penyimpanan serta tingginya kandungan nutrisi bawaan dari kelapa.

Namun sayangnya, sabut kelapa ini tidak mempunyai kemampuan yang baik untuk drainase. Jadi bisa mempengaruhi penyebaran oksigen pada tanaman. Selain itu, sabut kelapa ini mudah terkena jamur dan hama karena mudah lapuk.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menyemprotkan fungisida dan didiamkan beberapa saat sebelum digunakan sebagai media tanam.

 Spons

Kelebihan dari media tanam yang satu ini yaitu memiliki penyerapan air yang baik. Bobotnya memang ringan, tetapi pada saat disiram akan menjadi solid sehingga dapat menahan akar dengan kuat.

Namun, karena spons mudah hancur jadi spons tidak dapat digunakan sebagai media tanam berkali-kali. Maka dari itu, tanaman yang cocok menggunakan spons sebagai media tanam adalah tanaman yang jarak panennya pendek.

Itu dia macam-macam media tanam yang bisa digunakan untuk metode penanaman hidroponik. Untuk Anda yang ingin mencoba metode hidroponik, Anda perlu mengetahui tentang hidroponik terlebih dahulu agar tidak salah langkah. Sebagai penggiat bisnis pertanian, informasi seputar budidaya tentu sangat penting bagi Anda. Selain itu, ada hal lain yang juga perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses yaitu modal usaha pertaniannya demi kelangsungan bisnis pertanian yang telah digarap. Mengatasi hal tersebut CROWDE hadir sebagai solusi layanan fintech di bidang pertanian yang dapat mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “4 Macam Media Tanam Untuk Metode Hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *