Belajar Bertani

4 Jenis Tanah yang Banyak Digunakan Untuk Pertanian di Indonesia

jenis tanah

Sebagai media tanam, tanah memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, ketika ingin berkebun Anda harus memahami jenis tanah yang cocok digunakan untuk berkebun dan mempunyai kualitas dan karakteristik yang sesuai dengan komoditas yang akan ditanam agar dapat tumbuh subur dan optimal. Jenis tanah di Indonesia mempunyai berbagai macam dan juga memiliki manfaat yang berbeda-beda. Agar tidak salah memilih jenis tanah untuk tanaman budidaya Anda, berikut ini adalah ulasan tentang jenis-jenis tanah yang biasa digunakan dalam pertanian. Penasaran apa saja? Yuk, simak ulasannya di bawah!

Jenis Tanah Humus

Jenis tanah humus adalah tanah dengan karakter warna yang gelap, bersifat gembur, serta mempunyai kemampuan daya serap yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk lahan berkebun. Tanah humus terbentuk dari pelapukan yang dialami oleh daun dan batang pohon. Jenis tanah ini banyak ditemukan di kawasan tropis, serta mempunyai manfaat membantu meningkatkan kandungan air di dalam tanah. Selain itu tanah humus juga menjadi sumber nutrisi bagi tanaman hingga difungsikan sebagai pupuk alami.

Di Indonesia, jenis tanah ini sangat cocok untuk ditanami padi, nanas dan kelapa. Selain itu, juga banyak ditemui di Pulau Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan dan Papua.

Jenis Tanah Vulkanis

Jenis tanah vulkanis mempunyai sifat tidak mudah tertiup angin, dan jika terkena hujan lapisan tanah bagian atas menutup sehingga tanah ini tidak mudah erosi. Selain itu, mempunyai tekstur dengan butiran tanah yang lebih halus.

Tanah vulkanis juga dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tanah regosol dan latosol.

Tanah regosol adalah jenis tanah vulkanis yang mempunyai butiran sedikit kasar, selain itu juga cocok untuk ditanami tanaman tembakau, palawija serta buah-buahan. Tanah latosol adalah tanah vulkanis yang memiliki ciri khas dari warnanya yang merah hingga kuning. Dan cocok untuk ditanami padi, karet, kopi, kelapa dan palawija.

Jenis Tanah Aluvial

Tanah aluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang terbawa oleh air sungai. Tanah ini dihasilkan dari erosi yang kemudian diendapkan bersamaan dengan lumpur sungai. Tanah aluvial mempunyai ciri yaitu warna yang kelabu dan memiliki tekstur beragam, salah satunya berstruktur remah dan sifatnya subur.

Di Indonesia, tanah ini bisa Anda temui di wilayah timur Sumatera, bagian utara Jawa, bagian selatan dan tengah Kalimantan, Papua bagian selatan dan utara.

Jenis Tanah Gambut

Jenis tanah ini kaya akan bahan organik dan mampu mempertahankan kelembaban. 

Karakter pada tanah gambut di Indonesia sangat beragam dan ditentukan oleh kandungan mineral, ketebalan, jenis tanaman penyusun gambut, jenis mineral pada substratum (di dasar gambut) dan tingkat dekomposisi gambut.

Nah, itu dia beberapa jenis tanah yang banyak digunakan untuk bercocok tanam di Indonesia. Perlu Anda ketahui karena ilmu pengetahuan tentang sistem pertanian atau penanaman itu penting. Apalagi jika Anda ingin mencoba untuk memulai bisnis pertanian. Selain itu, modal usaha untuk memulainya juga terbilang penting. Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. 

CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Permodalan disalurkan oleh CROWDE berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petaninya. Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi CROWDE atau langsung mengisi form berikut! Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Informasi lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “4 Jenis Tanah yang Banyak Digunakan Untuk Pertanian di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *